" VEA Wǒ ài nǐ "
jam ditangan ku menunjukan pukul 07:00 pagi, sudah hampir setengah jam aku menunggu di bandara seorang lelaki berkewarganegaraan cina itu, nama nya lee, dia salah seorang tourist yang akan ku pandu saat ini. aku sendiri vea, aku diutus oleh perusahaan travel tempat ku berkerja untuk menjemput lee tepat pukul 06:30 pagi ini karena pesawat yang ia tumpangi akan tiba pada pukul 06:30 pagi. aku menunggu kedatangan lee, padahal aku sendiri belum pernah bertemu dengannya, hanya bermodalkan sebuah papan bertuliskan “JIANG LEE” terpampang jelas di genggaman ku. tak lama berselang aku melihat sosok lelaki bertubuh tinggi dengan kulit berwarna putih dan rambut model harajuku itu berjalan mengarah keaarah ku berdiri dan sekilas ia terlihat berwajah oriental, aku pun memanggilnya.
“lee……!!!” teriak ku, lalu ku lihat dirinya tak sama sekali memberikan respon atas kedatangan ku, sempat aku merasa aku telah salah orang, tapi kemudian ia menghampiri ku dan berkata,
“ purple travel??” Tanya pria itu pada ku.
“ yes… my name is vea, I’m from purple travel, are you lee?jiang lee?” aku membenarkan bahwa aku dari agen purple travel dan kembali kutegaskan apakan dia jiang lee, tourist yang harus aku pandu itu. ternyata benar ia orangnya.
“yes, I’m lee, please take me to the hotel right now..” wah ini orang dingin banget, gimana bisa aku memandu seseorang yang tampaknya kurang bersahabat, tapi inilah resiko ku.
“ok, please follow me..” aku minta ia mengikuti ku.
sepanjang perjalanan ia tidak seperti tourist lain yang selalu bertanya dan membuka pembicaraan mengenai perjalan mereka selama di pesawat, pria ini beda, ia bersikap sangat dingin. mungkin ini kali pertama baginya menggunakan agen travel beserta pemandunya atau mungkin ia sudah pernah kesini dan sebenarnya tidak membutuhkan pemandu seperti aku, ah aku jadi pemikir sendiri memikirkan apa yang ada difikiran pria ini.
“ sorry, how about the trip?do you enjoy that?” aku tanyakan mengenai perjalannya ke sini apakah cukup nyaman. ku lihat dia hanya menatap ku tanpa ekspresi apapun dan tak sedikit pun kata-kata keluar dari mulutnya, “apakah ia tidak mengerti bahasa ku? haduh apa yang harus ku lakukan bisa-bisa salah komunikasi nih…” dalam hati ku bergumam.
“if you need some help from me, just say that, I will help you..” akhirnya kukatakan saja jika kau butuh bantuan katakan saja nanti ku bantu, dasar.. ada yah ternyata pria sedingin dia. kembali dia tidak merespon ku, aku kesal akhirnya aku bertanya,
“do you understand what I say to you?” ngerti gak si dia sama apa yang aku katakan.
dia menatap ku dan menjawab,
“of course I’m” ternyata ia mengerti apa yang kukatakan. aku putuskan aku diam saja nanti juga jika ada yang ia butuhkan akan ia katakan pada ku. selama 2 minggu ini aku akan menjadi pemandunya, semoga saja semua akan baik-baik saja.
akhrinya kami tiba di hotel tempat ia menginap. hari ini aku rasa ia butuh istirahat, belum sempat aku bertanya tiba-tiba ia berkata,
“ thanks, please leave me alone,I’ll call you latter if I need your help.” dia memang butuh istirahat sepertinya, buktinya ia minta aku meninggalkanya sendiri. aku harap ini akan segera berakhir.
aku pun bergegas kembali pulang ke apartemen ku yang terletak tidak jauh dari hotelnya, setibanya dirumah aku menunggu ia menghubungi ku hari semakin larut kenapa ia tak menghubungi ku apakah stirahatnya masih belum cukup, aku heran dibuatnya tak ku sangka, ini pertama kalinya ada tourist yang sepertinya tidak seantusias tourist lain, ia sepertinya bukannya ingin berlibur datang kesini sepertinya ia hanya ingin menenangkan dirinya saat ini.
alaram dikamarku berdering sangat keras membangunkan ku pagi ini, aku pun bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan kembali sesegera mungkin ke tempat lee menginap. tepat pukul 07:00 pagi aku sudah berada di hotelnya, aku putuskan untuk mengetuk pintu kamarnya.
“tok…tok..tok…” aku menunggu dan tak ada jawaban darinya, aku tak tahu harus seperti apa, mungkin ia belum bangun, ku putuskan menunggunya di lobi, tak lama berselang kulihat dirinya mengenakan trening, sepertinya ia baru saja jogging pagi ini, lalu ia pun melihat ke arah ku, ku lambaikan tangan ku tapi tak ku sangka bukannya menghampiri ku ia malah terus berjalan menuju lift, dan mengabaikan ku. argh…. kesalnya aku, lalu aku putuskan mengejarnya.
“mr.lee…” dia pun menghentikan langkahnya, untung saja ia berhenti dan belum masuk lift jadi aku bisa menghampirinya, “morning…” sapa ku. dia hanya melihat ku lalu terus melaju ke dalam lift, ku ikuti dia, di lift hanya ada kami berdua, lalu ku mulai lagi percakapan ku.
“how about your sleep last night?did you sleep verry well last night?”aku menanyakan bagaimana tidurnya semalam apakah baik? lalu ia mulai merespon dan menjawab,
“ya, thanks..” ya ampun singkat sekali, bagaimana cara bertanya kepadanya, kemana ya kira-kira ia ingin pergi hari ini. “hufh…”ku hela dan ku lepas nafasku,
“pria ini kenapa begitu dingin dan pendiam, aku menyapa saja tak dibalas bagai mana aku bertanya kemana ia ingin pergi hari ini.” dengan suara pelan aku berkata seperti itu, lalu ia kembali menatap ku, kulihat ia tersenyum, ini pertama kali nya ia tersenyum pada ku, ternyata ia manis juga yah.. ^_^
“bicarala lah dengan ku menggunakan bahasa Indonesia, aku bisa memahaminya, baiklah aku ingin pergi ke pantai hari ini.”ujarnya,aku terkejut ternyata dia bisa berbahasa Indonesia, aku benar-benar heran dengan pria ini.
“kamu mengerti bahasa ku? apakah kamu pernah tinggal disini?”Tanya ku memastikan. “no, I ever have girlfriend in here, so I’ll understand what you talking about.” ternyata dia pernah punya pacar disini.itu sebabnya ia mengerti apa yang aku katakan.
“maaf atas omongan ku tadi..”aku minta maaf padanya karena telah berkata bahwa dia sosok yang pendiam dan sangat dingin sikapnya terhadap orang lain.
“I’ts okey…” dia pun hanya menjawab seperti itu.
akhirnya kami pun tiba di depan pintu kamar lee.
”masuk lah, aku akan bersiap, duduklah disana semantara aku bersiap.”dia mempersilahkan ku masuk. wah kamarnya cukup besar untuk ukuran seorang diri.
”vea.. itu nama mu kan?”ku dengar ia memanggil ku dari dalam kamar mandi. ”iya,”ku jawab dirinya. ”maaf jika aku telah bersikap kurang mengenakan pada mu.” ia meminta maaf pada ku atas sikap dinginnya. ”iya gak apa-apa kok..” jawab ku
”what..?” sepertinya kata-kata ku ia kurang memahaminya.
”it’s ok...” ku kembali menjawab. ku lihat ia keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya dan tersenyum pada ku, aduh aku jadi deg-degan kenapa ia begitu manis, oh.... my god...
”are you ok?kenapa muka mu memerah?kamu sakit?” ia bertanya, wah bahaya muka ku memerah, jangan sampai aku jatuh cinta dengannya. aku tertunduk memalu. “come on…” ia mengajak ku bergegas menuju tempat yang ia ingin kunjungi.
tibalah kami di pantai, setibanya disana kembali kulihat wajah nya yang kembali terilhat sangat dingin, senyumnya hilang begitu saja ketika kakinya menapaki pasir di bibir pantai ini.
“I ever had a painful experience in here”ia berkata ia pernah punya pengalaman buruk disini,
“apa itu?boleh aku tahu?” balas ku. ”she leave me, dia tinggalkan aku disini, dia akhiri semuanya disini.” aku melihat wajahnya dan tersirat kekecewaan disana.
”why?kenapa ia meninggalkan mu?” tanya ku.
”tak ada penjelasan, aku pun tak mengerti..” kasihan sekali dia, saat ku dengar ia diputuskan tanpa alasan,
”lalu?kau hanya diam tanpa ada pertahanan?” jawab ku,
”what you mean?pertahanan?” ia mengulangi perkataan ku.
”iya, jika kamu sayang dengannya kenapa kamu tidak mempertahankan dia, jangan biarkan dia meninggalkan mu.” jelas ku. kulihat dia menatap ku dan berkata.
”apakah kamu mengerti apa itu cinta?”aku terdiam mendengar perkataannya.
”if you love some one, you must be do anything for some one who you love, even the truth you will be hurt because it.” dia memberikan penjelasan kau akan melaukan apapun untuk orang yang kau cintai meski pada kenyataannya kau akan tersakiti karenanya.
” seperti apa gadis yang kau cintai?” tanya ku.
dia hanya tersenyum, “ see, the sun began to set..” dia berkata mataharinya mulai terbenam. seolah mengalihkan pembicaraan kami, setelah melihat matahari terbenam akhirnya aku dan lee kembali ke hotel,
“vea, where do you live?” dia bertanya tempat tinggal ku.
“apartement dekat dengan hotel tempatmu menginap.” lalu ia tersenyum, ia pun berkata..
“let me take you home..” apa?mengantar ku? alangkah terkejutnya aku, baru kali ini aku bertemu tourist yang sangat berbeda, awal bertemu sikapnya sangatlah dingin tapi tanpa ku sangka ia sangat ramah, bahkan baru kali ini aku bertemu tourist yang menceritakan hidupnya pada ku apa lagi perjalanan cintanya, dan pertama kalinya juga ada tourist yang ingin mengantar ku pulang.
“vea, can i?”ia kembali bertanya, aku tersadar dari lamun ku.
“ya, ok....”aku pun tersenyum.
seminggu berlalu aku selalu bersamanya, aku mulai menyukainya, baru seminggu ia bersama ku, oh my god apa yang harus kulakukan? aku sungguh tak tahu apa yang harus kulakukan. itu menimbulkan masalah besar anatara aku dan eza, eza adalah pacar ku, namun ia adalah orang yang sangat pencemburu, bahkan belakangan ini semenjak aku memandu lee, eza bersikap aneh pada ku, seolah ia tidak mempercayaiku, puncaknya dia pun memutuskan ku.
namun hari ini lee menelfonku, ia meminta ku hari ini untuk mengantarnya pergi, aku sendiri tak tahu kemana ia ingin pergi.
“vea, bisa kau antar aku hari ini?”tanya lee pada ku lewat telfon,
“ok, kapan?” aku balik bertanya.
“now.. i will pick you..” sekarang?jemput,haduh aku saja belum rapi.... bagai mana ini....
“ok, but could you wait a minut for me...” lalu kudengar ia tertawa ketika ku minta ia menunggu ku.
“ok... “ ia lalu mengiyakannya.
tepat pukul 08:00 pagi aku mendengar suara ketokan pintu, lee kah itu? ujar ku dalam hati.
“tok..tok..tok...”
“ok, i’m coming..” aku keluar dan kubuka pintu apartemen ku, ku lihat pria dengan kemeja hitam berdiri tepat di depan pintu ku.. bukan lee yang kulihat tapi eza, dia pacarku, ups salah dia mantan pacar ku. memang seminggu yang lalu ia masih menjadi pacarku tapi karna rasa cemburunya yang tak beralasan pada lee membuat dia memutuskan ku, kuulangi dia yang memutuskanku bukan aku.
“za, ngapain kamu disini, kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi, jadi kamu gak punya alasan menemuiku.” ujar ku dengan nada sedikit tinggi.
“ve, maafkan aku, aku nyesel ve mutusin kamu, aku khilaf, aku cemburu ve dengan lee..”
“atas dasar apa kamu cemburu, jelas-jelas aku Cuma membantu jadi seorang pemandu untuk nya, kamu juga tahu kan kerjaan ku apa?jadi gak usah cemburu buta deh...” jelas ku.
“iya... maaf sayang...aku khilaf...kamu mau kan maafin aku?” ujar za pada ku.
“maaf za, aku dah gak bisa za nerusin ini sama kamu.” jawab ku.
“tapi ve...” belum sempat eza menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba aku mendengar suara lee.
“ve.... “ lee memanggil ku.
“lee...”jawab ku.
“lee?oh dia lee? pantes ya ve kamu gak mau balikan sama aku?” tiba-tiba eza membentakku.
“who are you?” lee bertanya siapa kah eza.
“eza, gue eza..gue pacarnya ve..”jelas eza.
“no..you not my boyfriends anymore..!!” ku bentak eza dan menyanggah perkataan eza.
“see.. you not her boyfriends anymore, so what your problem?” lee membela ku.
“hei, she’s mine, becareful ok..”jelas eza..
“what?you wrong, even she’s not your grilfriends anymore!” bentak le menegaskan aku bukan milik eza.
“stop!! eza kita udah putus!! sekarang kamu pergi!!” bentakku mengusir eza.
“ve, dengerin aku dulu, dia suka ve sama kamu,dia seneng ve ngeliat kita putus..” jelas eza..
“eza!! kamu keterlaluan, aku dan lee gak ada hubungan apa-apa, hanya sebatas teman, dan hanya hubungan pekerjaan yang mendasari aku dan lee.. aku mohon za, kamu jangan memperkeruh keadaan.” jawab ku.
“ok... fine... itu mau kamu, denger ya ve, aku gak akan ngelepasin kamu gitu aja..” ancam eza pada ku. akhirnya eza pun pergi meninggalkan aku dan lee.
lee menatap ku dan terlihat kekecewaan dari wajahnya. “ve, aku rasa lebih baik kita tidak jadi pergi hari ini, maaf aku buat kamu jadi seperti ini.” jelas lee. lalu lee pun pergi meninggalkan ku.
3 hari berlalu lee tak kunjung menghubungi ku bahkan yang aku dengar lee meminta pergantian pemandu untuknya, ya sekarang aku sudah tidak memandu lee lagi, memang ada sedikit sesal di hati ku, dan rasa bersalah ku karena eza yang sudah sangat keterlaluan terhadapnya.
aku putuskan menghampiri lee,
“tok...tok..tok...” tak selang beberapa lama aku mengetok pintu itu, ku dengar pintu hotel lee terbuka, “lee... maafkan aku..” ujar ku. lee hanya terdiam menatap ku. lalu lee menarik tangan ku dan menarikku keluar hotel. “lee...lee...” setelah kami masuk kedalam lift lee pun melepaskan gandengannya. “ lee maaf..” aku kembali berucap maaf padanya. dia tak sama sekali mengeluarkan perkataan apapun pada ku. lee lalu menarikku kembali keluar dari lift dan mengajakku masuk kedalam mobil dan kami pun pergi meninggalkan hotel.
entah kemana lee membawa ku, aku tak berani bertanya padanya, kami hanya terdiam satu sama lain. akhirnya kami tiba disebuah sekolah menengah pertama di Jakarta.
“don’t you remember that veanita angela?” apa?ia membawa ku kesebuah sekolah menegah pertama tempat aku bersekolah dulu dan ia menyebutkan dengan jelas nama panjang ku.
“how you know that?”how you know i ever school in here and how you know my full name..?” aku terheran dari mana ia tahu sekolah ku dulu dan dari mana ia tahu nama lengkap ku.
“so, you really forget who I am?” tanya nya seolah kami saling mengenal.
“lee, aku benar-benar gak ngerti maksud kamu.” jelas ku.
”angel, seorang gadis yang selalu menguncir tinggi rambutnya dan menggunakan jepitan berbentuk kupu-kupu dirambutnya tidak dapat mengingat siapa aku..” ujar nya dengan nada suara yang terdengar seolah kecewa.
”bagaimana kamu tahu banyak tentang aku lee?” ku coba meminta penjelasan darinya.
”15 tahun lalu disekolah ini dan saat kamu duduk dikelas 1, kamu pernah kenal satu nama, kevin.. did you remember him? dulu kamu sering berjalan-jalan kepantai dengannya, dia selalu memanggilmu little angel, dan kau selalu memanggilnya guardian angel, karena ia selalu menjaga mu..”jelas nya pada ku.
semakin bingung aku dibuatnya. lee lalu membuka pintu mobil dan melangkah keluar dari mobil, dari dalam kulihat ia berjalan mengarah ke diriku, dia membukakan pintu mobil ku dan menarik ku krluar dari dalam mobil. tak ku sangka dirinya membawa ku kesuatu tempat yang akhirnya mengingatkan ku pada sosok pria bernama kevin.
”tempat ini?..”aku berbicara seperti sedang mengingat sesuatu.
”di pohon besar itu pernah ada seorang gadis menangis, dan seorang anak lelaki menghampirinya, karena melihat gadis itu menangis maka anak lelaki itu pun memberikannya sebuah lolipop besar untuk menghiburnya lalu anak itu berkata, jangan menagis lagi, pernah ada yang berkata padaku, jika kita menangis maka air mata kita akan habis, jika air mata kita habis bagaimana kamu bisa menangis disaat ingin menagis. lalu gadis itu pun terdiam dari tangis nya dan berkata benarkah seperti itu? lalu bagai mana cara ku mngeluarkan rasa rindu ku pada ibu ku yang telah pergi meninggalkan ku? lalu pria itu menjawab kenapa kamu tidak tulis saja di pohon ini, kamu tulis nama mu dan kamu tulis kamu merindukan ibumu, jika nanti pohon ini bertambah besar dan tinggi hingga mencapai langit, maka ibu mu dapat melihatnya dilangit sana.” lee berbicara seolah dialah anak lelaki itu. aku lalu tersadar dan terdiam.
aku mengingat semuanya, gadis itu, lelaki itu, dan sosok kevin yang tak lain adalah lelaki itu dan gadis yang menagis itu adalah aku, veanita angela. ku lihat lee melangkah menuju pohon itu berdiri, dia seolah mencari dimana aku pernah mengukir nama ku dan mengucapkan kerinduan ku pada ibu ku yang telah tiada itu. tak berselang lama kulihat ia tersenyum dan memanggil ku,
”ve.. come here.. i want to show you something..” ia berkata ingin menunjukanku sesuatu. aku pun menghampirinya dan benar saja itu tulis ku, tertera jelas walau sudah berubah bentuk. disana masih kulihat tulisan ku yang bertuliskan “ aku veanita angela merindukanmu ibuku tercinta” aku pun meneteskan air mata ku. kulihat lee menghampiri ku dan ia membisikan sebuah kalimat ditelingaku yang membuat ku sangat terkejut.
“ve, aku adalah Kevin, Kevin lee” aku terkejut, tak dapat berucap sepatah kata pun, perasaan yang benar-benar tak dapat ku fahami, aku mundur perlahan dan menjauh dari lee, entah apa yang kurasakan tapi saat itu aku tak dapat berfikir jernih lalu kuputuskan untuk berlari menjauh dari lee. Ku dengar ia memanggil ku dan ikut mengejar ku, baru teringat dikepala ku bahwa Kevin adalah sosok pria yang selalu ada didekatku, melindungi ku seperti sosok seorang kakak sewaktu aku bersekolah dulu, tetapi ia pergi begitu saja meninggalkan ku. betapa marahnya aku saat itu, tiada penjelasan dan salam perpisahan, padahal kami begitu dekat. aku sangat marah padanya. sampai aku pernah bersumpah tidak akan mengingatnya lagi. 15 tahun berlalu tak ku sangka ia masih mengingatku.
“ve…” Kevin menarik tangan ku. aku tak sanggup menatapnya.
“kenapa kamu terlihat begitu marah ve pada ku?” Tanya lee pada ku.
“kamu tahu lee, saat itu seorang gadis dengan bodohnya menunggu sendiri dibawah pohon ditaman itu dari pagi hingga malam, menunggu seorang anak laki-laki yang berjanji akan menemuinya, menemaninya dan mengajaknya bermain. kamu tahu lee apa yang trjadi? anak itu tidak datang begitupun hari-hari berikutnya, ia tetap menunggu, dan terus menunggu. ia kesepian lee, apa kamu tahu perasaan nya!” bentakku pada lee.
”so, you think it’s all my fault,just you someone always wait? so am I, I’m waiting you, did you remember that? I make a letter and give it for you before I go.. do you read the latter?do you?” ia menjawab seolah merasakan hal yang sama, ia berkata memberikan ku sebuah surat sebelum kepergiannya, dan ia bilang ia juga menunggu ku, aku pun teringat surat yang ia berikan tapi tidak pernah kubaca karena aku saat itu sangat marah padanya. kemudian ia berkata,
“ aku, sampai saat aku berada di bandara sekalipun selalu berharap dapat melihat mu untuk terakhir kalinya, tapi aku tidak pernah melihat mu. 8 tahun dari kepergian ku aku kembali kesini, aku putuskan menemui mu, tepat 7 tahun yang lalu dihari ulang tahun mu aku kembali, tapi saat ku datangi rumah mu, ternyata kau sudah tidak tinggal lagi disana, sempat aku putuskan untuk melanjutkan kuliah ku disini dan mencari mu, tapi apa? 3 tahun aku melanjutkan sekolah ku disini dan mencari mu aku tak kunjung menemui mu, aku selalu menunggu mu dipantai itu, ditempat yang sering kita datangi dulu. aku kecewa dan kuputuskan untuk kembali ke china, disana aku berkerja dan terus mencari mu hingga 4 tahun berlalu dan aku melihat nama mu disebuah agen travel, ku coba menghubungi agen itu dan meminta mu sebagai pemandu ku, saat itu aku terkejut melihat mu, tak dapat berkata dan tak dapat menyembunyikan perasaan rinduku pada mu ve, akhirnya aku sendiri tak sadar telah bersikap dingin dengan mu, ku coba mencari tahu apakah kau benar little angel ku, ternyata benar saat aku datang ke apartemen mu kulihat foto dan jepitan rambut kupu-kupu milikmu yang kau letakan didalam kamar mu. tapi alangkah kecewanya aku disaat aku tahu kau sudah memiliki seseorang dalam hati mu. itu sebabnya 3 hari yang lalu aku pergi meninggalkanmu, tak kusangka kau datang dan meminta maaf, aku pun luluh karena aku sayang ve sama kamu!” jelasnya yang begitu panjang pada ku.
aku terdiam menatapnya dan tak tahu mengapa, aku merasa telah dibohongi olehnya.
” jika memang kamu kevin kenapa nama mu jiang lee? kenapa kamu membohongiku lee?” ucap ku dengan nada sangat kecewa, kulihat sebuah taksi mendekat, kuhentikan taksi itu dan aku pun pergi meninggalkannya.
”ve,,, dengar aku dulu...” ujar nya yang seolah akan kembali memberikan penjelasan yang mungkin adalah sebuah kebohongan besar dari nya. aku pun pergi meninggalkannya.
sepanjang perjalanan ku, aku tak henti meneteskan air mata ini, kulihat lee terus menghubungiku, aku enggan mengangkat telfon darinya, aku putuskan untuk menonaktifkan telefon gengam ku.
setibanya di apartemen ku kunci semua pintu dan aku pun terduduk lemas tak kuasa menahan kesal dan sedih. tak berselang lamu ku dengar lee mengetuk pintu ku.
”tok..tok..tok...”
”ve... aku tahu kamu didalam, ve aku minta maaf, aku tak bermaksud mempermainkanmu apalagi membohongi mu, nama ku memang kevin lee, tapi di keluarga ku nama ku adalah jiang lee, jiang adalah nama keluarga ku.” jelas nya.
”ve aku sungguh-sungguh mencari dirimu, bahkan perasaan ku tidak pernah berubah ve, aku tetap kevin yang dulu kamu kenal ve.. ve aku mohon maafkan aku...” kata-kata itu membuat aku semakin tak kuasa menahan air mata ku.
”ve, if you think, I’m just make you hurt and sad, i apologize about that, and If you think I’m so annoying for you I'll go away and never come back again to see you.” ia berkata bahwa ia akan pergi meningalkanku dan tak akan menemui ku lagi jika ia hanya menyakitiku,menganggu dan membuatku sedih, setelah kata-kata itu aku tak mendengar ia berbicara lagi dari depan sana. kuputuskan membuka pintu ku berharap ia masih disana, ternyata ia pergi meninggalkan ku.
hari ini adalah hari terakhir ia disini, aku tak perduli, kurapikan semua peralatanku dan kuputuskan untuk pindah tinggal bersama nenekku di bandung, namun aku menemukan sepucuk surat yang terlihat sudah sangat usang di dalam laci lemariku diletakan dekat dengan baju seragam sewaktu aku SMP dulu, di situ tertulis kan nama kevin, kubuka lalu kubaca, tak ku sangka kevin menulis bahwa ia akan tetap menunggu ku walaupun ia akan pergi jauh dari ku, ia berharap dapat menemuiku sebelum matahari terbenam di pantai itu. aku terkejut dan lalu berlari menuju hotel lee, disana tak kulihat keberadaan lee, ternyata resepsionis hotel bilang ia telah pergi meninggalkan hotel, ku kejar ia ke bandara, tak kunjung kutemui dirinya, akhirnya aku putuskan untuk pulang, sepanjang perjalanan ku ingat akan hadirnya di pantai itu, aku putuskan kesana, alangkah terkejutnya aku melihat ia disana seolah menunggu kedatangan ku, kuhampiri ia yang berdiri membelakangiku, ia tak tahu aku berada didekatnya saat itu, lalu kupeluk ia dari belakang,
ia terkejut dan berbalik kearah ku, kulihat ia menatapku, menatapku dengan tatapan yang sangat dalam. ia membuka mulutnya seolah ada sesuatu yang ingin ia sampaikan pada ku, ku letakan jari ku dibibirnya dan berkata ”sst... don’t say anything, it’s all my foult..” aku berusaha mencegahnya berkata apapun dan hanya menyalahkan diriku atas semua kebodohanku.
ia menurunkan tangan ku dan ia menarik bahu ku dengan kedua tangannya dan meletakkan tubuhku bersandar didadanya, ya ia memelukku lalu dengan nada lembut ku dengar ia berbisik ”aku tahu kamu pasti akan datang, vea aku akan mengatakan ini padamu dan tak kan ku ulangi lagi, jadi dengarkan dengan baik, vea... wo ai ni”.
aku menagis dan tesenyum setelah tahu ia mencintaiku. ”maafkan aku lee, i love you too..” balas ku. akhirnya di pantai ini aku dan lee bersama kembali seperti dulu.. thanks my guardian angel.......
nb: mv ya klo cerpenna gak bgus,, maklum penulis pemula... buat yg baca,,, thanx ya... b^0^d
{ H.A }