Jumat, 20 Mei 2011

“ RAYA SARANG HAE.. “

“ RAYA SARANG HAE.. “
suasana dingin menyelimuti malam itu, seolah menggambarkan perasaan Raya saat itu. “ Raya apa kau siap?” tanya lelaki di sampingnya sekali lagi. Seakan memberi kesempatan pada Raya untuk merubah keputusannya. Tapi gadis itu menggeleng pelan meski kakinya tidak juga bergerak melangkah.
Doldam Street, tempat raya dan kimhyun oppa berdiri tepat diujung jalan itu. Wajah raya terlihat ragu. Ia tahu, ia tak boleh percaya takhayul. Tapi perkataan teman-temannya membuat raya diserang keingin tahuan yang begitu besar. “Apa benar kisah cintaku dengan kimhyun oppa akan berakhir jika kami melewati jalan ini?” gumannya dalam hati. Karena rasa penasaran yang terus menyerang, akhirnya ia mengajak kekasihnya itu menyusuri jalan yang dianggap terkena kutukan. Agar ia tahu, apakah cinta mereka seabadi yang ada di dalam pikirannya.
Sepanjang perjalanan menelusuri doldam street, mata raya tak berhenti menatap wajah kimhyun oppa yang terlihat begitu dingin, kimhyun oppa pun menarik dan mengenggam erat tangan raya untuk menelusuri jalan ini, tanpa ada sedikitpun kata lagi keluar dari mulutnya.
Akhirnya jalan itu telah mereka lewati, sepertinya raya sendiri tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti dengan hubungannya bersama kimhyun oppa, raya kembali menatap wajah kimhyun oppa, raya melihat kimhyun oppa yang hanya terdiam tertunduk, tanpa ia ketahui apa yang saat ini difikirkan oleh kimhyun oppa, tiba-tiba ia mendengar kimhyun oppa sedang menghela nafasnya, ”hufh...” kembali raya melihat wajah kimhyun oppa dan ia menatap kembali raya. Terlihat jelas kegelisahan diwajah raya seolah takut untuk bertanya.” Bodoh...” kata itu keluar begitu saja dari mulut kimhyun oppa. ”bodoh? kenapa kamu bilang aku bodoh?” raya pun bertanya dengan nada sedikit kesal.
Namun terlihat jelas bahwa kimhyun oppa tak sama sekali menghiraukan pertanyaan raya, bahkan ia pergi meninggalkan raya dengan wajah risau nya. Raya terlihat begitu risau, dalam hati pun ia berkata  “apakah secepat ini efek yang ditimbulkan dari takhayul itu? aku tak dapat berkata apa-apa lagi.” Lalu terlihat kimhyun oppa menghentikan langkahnya dan seraya berkata,
“ Malam ini begitu dingin, bisakah kau berjalan lebih cepat. Aku tidak ingin melihatmu sakit karena kedinginan.” ujar nya yang mengejutkan lamunan raya. Kemudian ia berjalan kembali menghampiri raya dan ia menarik tangan gadis itu untuk segera meninggalkan tempat itu.
sepanjang perjalanan pulang, kimhyun oppa pun terlihat tak sama sekali mengeluarkan sepatah kata pun pada raya, begitu pula dengan raya seolah tak berani berkata apapun padanya. Hening sekali suasana saat itu, tiba-tiba terdengar suara HP kimhyun oppa  yang berdering memecahkan keheningan malam itu. Tertulis sebuah nama disitu “jieun” ya, telfon itu dari jieun.
“ annyeonghaseyo ” terdengar ia mengangkat telfonnya. Jieun adalah salah seorang teman sekelas kimhyun oppa, banyak teman-teman kimhyun oppa berkata bahwa jieun menyukai kimhyun oppa.
Hal itu cukup membuat raya terlihat begitu terkejut seolah merasakan sesak yang begitu dalam di dada nya, “eotteokhajyo, apa yang harus aku lakukan, aku sangat mengenal kimhyun oppa, ia tidak pernah sama sekali mengangkat telfon dari jieun di hapdapan ku.” Dalam hati raya pun bergumam kemudian kimhyun oppa pun menatap kearah raya seolah membenarkan apa yang terjadi, raya pun tertunduk dan tak berani menatap kimhyun oppa. 10 menit berlalu, akhirnya kimhyun oppa pun  menutup telfonnya.
“ Siapa?” terdengar suara raya yang memberanikan dirinya untuk bertanya, seolah ia tidak tahu siapa yang baru saja menghubungi kimhyun oppa. Terlihat jelas raya sangat kecewa, karena raya hapal betul sifat kimhyun oppa yang tak pernah sama sekali berbicara begitu hangat kepada wanita lain selain dirinya. raya seolah tak kuasa menahan air matanya, tapi ia mencoba tetap menahan air mata nya itu.
“ kenapa?” terdengar suara kimhyun oppa yang justru balik bertanya kepadanya. Mendengar kimhyun oppa balik bertanya kepadanya maka raya pun terlihat sangat kesal.  “ Aku bertanya, untuk mendapat jawaban, bukan bertanya untuk mendapat pertanyaan dari mu.” Dengan nada sedikit keras dan terdengar agak membentak raya menjawab pertanyaan itu. “ jieun.. aku tak perlu menjawab, kau sudah mendengarnya, kau mendengar aku menyebut nama nya.” Jawab kimhyun oppa kepada raya seolah membenarkan bahwa jieun yang menelfonnya tadi. hal itu membuat raya menghentikan langkahnya, terlihat raya tak kuasa menahan air matanya dan seraya berucap,
“ 20 menit, 20 menit yang lalu aku dan dirimu melewati doldam street, aku hanya ingin memastikan kebenaran takhayul itu, aku mengajakmu hanya untuk membuktikan apakah takhayul itu benar adanya, tapi... “ belum selesai raya berucap terdengar kimhyun oppa memutuskan pembicaraannya. kimhyun oppa pun berhenti dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari raya sekitar 1 meter di hadapan raya berdiri.
“ menyesal..” Mendengar perkataan kimhyun oppa padanya, raya dengan wajah tertunduk mencoba mengangkat wajah nya melihat kearah kimhyun oppa yang berdiri membelakangi raya. Terlihat jelas raya tak lagi dapat menahan air mata yang jatuh menetes di kedua pipi nya itu.
“ sebelum 20 menit itu, aku bertanya kepadamu, aku berusaha mencegah mu. Berusaha merubah jalan fikiranmu yang menganggap hubungan kita hanya sebuah bahan untuk percobaan dari rasa penasaranmu.” raya begitu terkejut ketika ia mendengar kimhyun oppa berkata seperti itu padanya.
“ oppa.....” raya memanggil pria itu dengan suara bergetar karena ia berusaha keras menahan rasa sedihnya, lalu ia  menghampiri kimhyun oppa dan memeluk nya dengan erat.
“ Kenapa? kenapa kamu bertindak seperti orang yang bodoh, kenapa kamu menjadikan hubungan kita sebagai kelinci percobaan mu, kenapa kamu bertindak seolah tidak percaya akan perasaan ku padamu raya..” terlihat kimhyun oppa melepaskan pelukan raya dan berbalik kearahnya, dia mengusap airmata raya. Tatapannya begitu dalam, raya pun tak sanggup membalas pandangan kimhyun oppa ia bahkan tak tahu apa yang harus ia lakukan. “ maaf..maafkan aku oppa...” raya hanya dapat berucap maaf dan kembali memeluk kimhyun oppa yang terlihat begitu kecewa karenanya.
pagi ini, adalah hari pertama setelah mereka melewati jalan itu. Kejadian semalam adalah hal terbodoh yang pernah raya lakukan selama hidupnya, raya sadar telah membuat kimhyun oppa kecewa atas perbuatannya karena semalam terlihat jelas rasa kekecewaan dari wajahnya.
kimhyun oppa adalah sosok pria yang dingin, ia tidak pernah berbicara banyak kepada orang lain, bahkan kepada pacarnya sendiri, itu sebabnya raya tidak pernah tahu bahwa ia tidak pernah setuju oleh keputusan raya melewati jalan itu.
raya terlihat duduk menyendiri di kantin sekolah seperti ada sesuatu yang ia fikirkan mengenai kimhyun oppa. Tiba-tiba terdengar suara minam sahabat raya memanggilnya.
“raya,, bagaimana raya? kamu sudah melewatinya bersama kimhyun oppa?” tanya minam kepada raya. raya pun tersenyum, tapi terlihat bagaikan sebuah senyuman yang terpaksa ia lakukan hanya untuk menutupi resah dalam hatinya.
“ kenapa raya? jangan-jangan... takhayul itu benar? kalian putus? kamu putus dengan kimhyun oppa raya?” tanya minam dengan nada yang cukup keras yang seolah membuat seluruh sekolah mendengar perkataannya itu.
“ apa ? kamu sudah putus raya? pantas saja kimhyun oppa menerima telfonku dengan hangat semalam.. hahahahaha.. “ tiba-tiba suara jieun mengagetkan raya dan minam yang saat itu sedang berbincang mengenai dirinya dan kimhyun oppa.
“ti..ti..tidak... itu bohong... aku dan kimhyun oppa baik-baik saja, aku masih berhubungan dengannya..” jelas raya yang tak kalah berteriak untuk membantah ucapan jieun yang sudah sangat jelas mengharapkan putusnya raya dan kimhyun oppa.
“oh... sangat disayangkan, jika aku jadi kamu raya, aku tidak akan pernah mengajak kimhyun oppa melalui jalan itu.. nanti aku putus lagi dengannya.. ups.. aku benarkan? aku rasa kimhyun oppa memang tidak menyukaimu raya, buktinya ia sangat dingin dengan mu.” kembali jieun meledekku.
raya terlihat begitu terpojokan oleh pernyataan pendapat yang jieun ungkapkan kepadanya. “ia memang selalu bersikap dingin dengan orang lain bahkan terkadang dengan ku walaupun aku adalah pacarnya, tapi kenapa dengan jieun dia bisa bersikap sehangat semalam? ada apa sebenarnya? memang ku akui selama hampir 2 tahun kami berpacaran kimhyun oppa tak pernah sama sekali mengungkapkan cintanya kepada ku. jangankan cinta, berucap menyukaiku saja tidak pernah. jika ia bersikap sebaliknya mungkin aku tidak akan mencoba melewati doldam street bersamanya” raya pun bergumam dalam hatinya.
“raya... kamu dengarkan apa yang aku katakan? semalam kimhyun oppa begitu hangat menerima telfon ku, bahkan hari ini kami berangkat bersama kesekolah.” ujar jieun mencoba membuat hati raya semakin gusar akan hadirnya.
 “aku baik-baik saja dengannya.. jadi aku mohon jangan berkata hal yang tidak benar.” bentak raya kepada jieun yang saat itu memnag sudah sangat keterlaluan membuat hati raya menjadi begitu panas.
tidak berhenti samapai disitu, jieun pun masih saja berucap perkataan yang membuat hati raya semakin sakit ketika raya dan minam beranjak pergi meninggalkan jieun.
“ aku? berbohong? tidak raya, buktinya jika kalian baik-baik saja kenapa kimhyun oppa mau mengangkat telfon ku? biasanya ia selalu menghiraukan telfon dari ku. tidak hanya itu, hari ini kami berangkat bersama ke sekolah. dan kimhyun oppa sendiri yang berkata bahwa kalian sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. apa itu masih belum cukup membuktikan bahwa hubungan kalian sudah berakhir..” tegas jieun kepada raya yang sedang melangkahkan kakinya meninggalkan jieun dengan semua perkataan yang belum tentu kebenarnnya. Namun kali ini terlihat jelas perkataan jieun mampu membuat hati raya bagaikan tertusuk jarum, hingga terlihat air mata tergenang di kedua bola mata raya. raya pun menghentikan langkahnya dan diam tertunduk sesaat menahan air mata yang mungkin akan jatuh menetes di kedua pipinya itu.
“aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, aku tidak dapat berfikir jernih, apakah yang dikatakan jieun benar? apa yang harus aku lakukan, percaya atau tidak?” kembali raya berucap didalam hatinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum jelas kebenarannya itu.
akhirnya raya berlari meninggalkan jieun. Akan tetapi kemanapun kaki raya melangkah selalu saja ia mendengar orang-orang yang ada disekitarnya berkata seolah memang hubungannya dengan kimhyun oppa telah berakhir. Bahkan sampai ada yang berkata bodohnya dia yang melepaskan kimhyun oppa begitu saja hanya demi rasa penasaran belaka dan rasa tidak percaya terhadap perasaan kimhyun oppa.
“salah.. apakah aku salah? apa pernah ia mengungkapkan apa yang ada difikirannya, apa pernah ia membantah jika ia tidak setuju dengan keputusan ku? apa pernah ia menunjukan perasaanya kepada ku? apa pernah ia memperhatikan ku? pernah ia tidak bersikap dingin kepada ku? pernah ia berucap bahwa ia mencintaiku?! tidak.......” raya berlari dan bergumam dalam hatinya seraya menunjukan rasa kesal dan kecewanya terhadap kimhyun oppa.
raya berlari menuju atap sekolah tempat biasa dirinya dan kimhyun oppa bertemu. Ia menagis dan tak henti menatap HP nya tertulis jelas sebuah nama disana “kimhyun oppa” , “apa yang harus aku lakukan, menghubunginya dan meminta penjelasan darinya atau hanya terdiam dan menangis menunggu ia menghampiriku.” ujar nya dalam hati. Sepertinya ia  begitu berharap dapat bertemu dan mendapat penjelasan dari kimhyun oppa atas apa yang telah jieun katakan.
 ia menundukan kepalanya dan tak kuasa menahan air mata yang terjatuh, ya raya kembali menagis, kali ini bukan karena perkataan jieun kepadanya tetapi karena rasa takut yang luar biasa akan kehilangannya terhadap kimhyun oppa. Tiba-tiba datang seseorang yang memeluknya dengan erat, ia berfikir itu adalah kimhyun oppa, namun ia salah, pelukan itu ia dapatkan dari lee, sahabat terbaiknya, sosok yang selalu ada untuk nya, sosok yang ia lihat seperti kakak baginya, sosok yang ia lihat bagaikan seorang malaikat penjaganya.
lee adalah sosok lelaki yang selalu melindungi raya, dan selalu ada didekatnya. Tak perduli apa yang terjadi lee akan selalu ada disamping raya, lee pernah mengungkapkan isi hatinya kepada raya, namun raya hanya bisa menganggapnya sebagai seseorang yang tak lebih dari seorang sahabat. “lee...”
dengan hadirnya lee di samping raya, ia semakin tidak dapat mengontrol emosinya,ia pun menangis tersedu dalam pelukan lee.
“lee..apa aku salah? aku sangat mencintainya.. lee...” tanya raya kepada lee. “lepaskan dia raya.. lupakan dia..” suara lee mencoba meminta raya melupakan kimhyun oppa.
“lee, kenapa kamu sama seperti yang lainnya, berharap aku berpisah dengan kimhyun oppa.. aku benci sama kamu lee..” lalu ia melepaskan pelukannya dari lee dan memukulkan kedua tangannya ke tubuh lee, lee pun membentak raya karena sikapnya yang begitu rapuh..”
“tapi dia selalu menyakitimu, bersikap dingin bahkan ia tidak sedikitpun menunjukan perasaanya kepada mu.. sadar raya!!” bentak lee yang membuat raya semakin sedih, tanpa berfikir panjang raya pun pergi meninggalkan lee sendiri dan memutuskan berlari mencari kimhyun oppa berharap ia mendapatkan penjelasan darinya, namun saat ia hendak menuruni tangga, ia melihat sosok lelaki yang tak sing lagi untuknya.
 “kimhyun oppa..” raya terkejut dan segera menghapus air mata yang jatuh membasahi kedua pipinya. kimhyun oppa mengulurkan tangannya dan memberikan sebuah saputangan berwarna putih untuk raya.
raya menagmbil saputangan itu dan menghapus air matanya, lalu ia memeluk erat kimhyun oppa. dalam pelukan kimhyun oppa raya pun bertanya dengan nada suara yang begitu kecil.
“oppa.. apa semua itu benar?” lama raya memeluknya dan menunggu jawaban darinya, namun ia tak sama sekali menjawab. Akhirnya raya pun melepaskan pelukannya dan terlihat kimhyun oppa yang hanya terdiam tanpa mengeluarkan sedikit kata pun kepada raya yang terlihat semakin gelisah seolah takut atas kebenaran ucapan jieun.
“oppa..?” kembali terdengar suara raya seolah meminta penjelasan dari kimhyun oppa.
“ ternyata benar kamu sudah tidak percaya lagi dengan ku.” ucap kimhyun oppa mencoba menjawab pertanyaan raya.
raya terdiam. lalu kembali kimhyun oppa berbicara kepadanya “ aku memilih kamu menjadi pacarku karena kamu bisa menerima ku apa adanya, melihat kekurangan ku, dan bukan karena semua kelebihan yang aku miliki, aku memang tidak mengerti bagaimana cara mengungkapkan perasaan ku, aku memang belum terbiasa dengan hadirmu karena memang sikapku yang dingin terhadap siapapun, aku memilih mu karena aku yakin kamu akan selalu mempercyaiku raya, tapi.. aku rasa aku salah..” raya menagis mendengar perkataan kimhyun oppa, ia menyesal.
 “ gomawo raya.. jika memang aku tidak bisa membuatmu percaya kepadaku lagi, aku pun tak dapat memaksakannya.” jelas kimhyun oppa kepada raya dengan nada yang begitu kecewa, lalu ia mencium kening raya dan pergi meninggalkan raya sendiri tanpa menghiraukan perasaanya saat ini.
“terimaksih.. kenapa? apa dia memang sudah tidak mencintaiku lagi, atau dia memang tidak pernah mencintaiku? kenapa semua yang diharapkan jieun benar-benar terjadi? kenapa kimhyun oppa meninggalkanku? kenapa? apa karena kebodohanku yang mengajaknya melewati doldam street? apakah itu bukan sebuah takhayul? jadi apakah benar? satu hal yang aku tahu kini aku telah membuat kimhyun oppa benar-benar kecewa kepada ku, apakah aku akan kehilangan kimhyun oppa orang yang selama ini aku cintai hanya karena kebodohanku?...” semua itu terlintas difikiran raya begitu saja dan membuatnya semakin takut kehilangan kimyun oppa.
sepulang sekolah raya bergegas menuju kelas kimhyun oppa, menunggunya hingga ia keluar dari kelas dan menyelesaikan keslah fahaman ini. Rasa kecewa menghampirinya, tadinya ia sangat ingin menyelesaikan kesalah fahaman ini dengan kimhyun oppa, tapi apa yang terjadi, dirinya menemui kimhyun oppa bersama jieun, sepertinya mereka sangat dekat. terlihat jieun duduk sangat dekat dengan kimhyun oppa, mereka berbicara begitu dekat satu sama lain, tiba-tiba raya dikagetkan oleh suara seorang lelaki bernama shine, ia adalah teman sekelas kimhyun.
“kimhyun.. ada yang mencarimu.. sepertinya ada hal penting yang ingin ia sampaikan.. perlu bantuan ku raya??” ledek pria itu kepada raya, lalu kimhyun oppa pun melihat kearah depan pintu kelasnya.
“ aku.. tidak mencari kimhyun oppa, aku hanya ingin mengembalikan saputangan ini.. tolong kembalikan padanya..” ia mengeluarkan sebuah saputangan putih milik kimhyun oppa dan memberikannya kepada shine agar shine dapat menyerahkannya kepada kimhyun oppa.
karena ucapan raya yang seolah enggan menemuinya, ia  pun kemudian kembali berbicara dengan jieun seolah tidak sama sekali memikirkan perasaan raya yang saat itu hendak menjelaskan yang sebenarnya terjadi.
“raya, apa kamu habis menagis? kamu tidak apa-apa? lalu apa semua itu benar? ada apa dengan kalian? kalian bertengakr? atau... ” belum selesai shine bertanya tentang keganjalan hubungan mereka, tiba-tiba kimhyun oppa menjawab,
“ kau tidak perlu mengkhawatirkannya karena ia telah memiliki seseorang yang selalu menjaga, dan memperhatikannya, bersikap hangat dan selalu bersedia memberikan pelukan untuk membuatnya tenang, lee akan selalu ada untuk raya, bahkan aku, mungkin bukan apa-apa dibanding dirinya..”
dengan tatapan kecewa raya melemparkan pandangannya kepada kimhyun oppa yang saat itu berbicara tanpa melihat keberadaanya. lalu ia pun berkata. “ aku tak tahu harus berbuat apa lagi untuk membuatmu percaya, lee hanya sahabat ku, dia hanya... “
“ hanya meluapkan perasaanya kepada mu.. hanya memberikan apa yang tidak pernah kau dapatkan dari ku..” kimhyun oppa berbicara melanjutkan perkataan raya yang belum sempat ia selesaikan.
“ lalu.. apa memutuskan hubungan sepihak itu benar? apa bersikap hangat dengan gadis lain sedangkan dengan pacarmu sendiri bersikap dingin apa itu benar? mengabaikan pacarmu sendiri padahal ia datang untuk bertemu dan memberikan penjelasan itu juga benar? tunjukan kepadaku apa yang menurut mu benar..!!” bentak raya kepada kimhyun oppa. “apakah perasan harus selalu diungkapkan? “ kimhyun oppa kembali bertanya.
“ iya.. apa pernah kau menolak jika apa yang ingin aku lakukan bersama mu bertentangan dengan keinginan mu, apa pernah kau berbicara jika kau tidak menyukai apa yang aku lakukan, apa kau pernah berucap sekali saja pada ku tentang perasaanmu.. tidak.. kau tidak pernah melakukannya, lalu bagaimana aku tahu apa yang kaurasakan?? “, kimhyun menjawab “pertanyaan mu sudah cukup menjelaskan seberapa besar kepercayaanmu kepada ku raya..”
“ kau tidak pernah dengan sungguh-sungguh mencintaiku kimhyun........” kemudian raya berlari meninggalkan kimhyun oppa yang tak sama sekali berusaha mengejarnya atau bahkan sekedar berucap maaf padanya.
3 hari berselang, hubungan mereka sudah berakhir, raya pun masih terdiam seolah tak menerima berakhirnya hubungan mereka, seluruh isi sekolah tergempar oleh berakhirnya hubungan mereka, bukan karena hadirnya pihak ketiga, karena kepercayaan mereka terhadap kutukan doldam street yang menhampiri hubungan cinta keduanya, bahkan raya terlihat begitu terpukul dan kehilangan semangatnya.
“ raya, makanlah, sudah 3 hari aku lihat kau tidak bersemangat, tak sedikitpun makan masuk kedalam perutmu, raya, makanlah, nanti kau akan jatuh sakit..” minam mencoba menasehatinya.
lee hanya dapat melihatnya, dia bahkan tidak dapat melakukan apa-apa. bagaimana ia dapat menjelaskan mengenai hubungannya dengan raya sedangkan kimhyun sendiri tidak ingin mendengarnya.
raya seolah tidak memperdulikan lee dan minam, ia kemudian beranjak dari kursinya dan pergi begtu saja tanpa menyentuh sedikitpun makanan yang minam berikan. sikap diam raya tak hanya lee dan minam yang merasakan, bahkan semua teman sekelas dan guru mereka pun merasakan hal yang sama. Selama dikelas raya hanya terdiam melamun seperti tidak memperhatikan pelajaran, berulang kali ia mendapat teguran tetap saja tak pernah ia tanggapi. Jam pun menunjukan waktunya pulang sekolah, raya bergeas merapikan isi tasnya dan beranjak begitu saja meninggalkan kelas.
“raya, tunggu aku..” minam berusaha mengejarnya, lalu lee menarik tangan minam, “jangan biarkan ia menyendiri, biarkan ia menenagkan fikirannya.” ujar lee kepada minam.
hari semakin gelap, raya melangkahkan kakinya tanpa tujuan yang pasti, ia tak perduli kemana langkah kakinya beranjak, bahkan ia sendiri tak menyadari bahwa hari semakin gelap dan musim dingin kali ini sedingin perasaan jonghyun oppa kepadanya, dingin yang mencekam hingga merasuk kedalam hatinya, membuatnya sakit dan tak berdaya.
langkahnya terhenti disebuah jalan, jalan yang menyebabkan hubungan mereka berkahir, jalan yang memberikan kutukan kepada hubungannya dengan kimhyun oppa, ya... doldam street kini ada dihadapnnya. Doldam street.. pernah ada yang bilang, dijalan ini jika sepasang kekasih melaluinya maka hubungan mereka akan berakhir begitu saja, namun jika dilewati pada jatuhnya salju pertama dimusim dingin dengan orang yang kita cintai maka cinta itu akan berakhir bahagia
Ia kembali menyusuri jalan itu, kali ini ia menyusurinya seorang diri, tapi dari kejauhan ia melihat sosok lelaki yang tak asing lagi baginya, sosok itu mirip sekali dengan kimhyun oppa, ia berfikir itu hanya lamunannya saja karena ia sangat merindukan kimhyun oppa karena ia tidak pernah bertemu lagi dengannya semenjak pertengkaran itu.
raya kemudian memegang erat kepalanya, seolah merasakan pusing yang luar biasa, ia hampir saja terjatuh, lalu sosok yang ia fikir hanya hayalan belaka menagkap tubuhnya yang hendak menyentuh jalan. Ia merasakan salju pertama dimusim dingin yang jatuh menyentuh mukanya memberikan rasa dingin dan hangat dari pelukan itu,  lau kemudian ia tak sadarkan diri karena sudah 3 hari tak sedikitpun makanan masuk ketubuhnya.
Ketika ia sadarkan diri, ia melihat sosok lee dan minam dihadapannya. “bagaimana kalian biasa ada disini?dimana aku?” ia pun bertanya. “ kau pingsan naya, karena sudah 3 hari kau tidak mengisi perutmu dengan makanan, sehingga kau jatuh pingsan karena kekurangan energi.” ujar minam.
Dalam diamnya ia berfikir bahwa apakah kejadian semalam hanya khyalanku, apakah lee yang semalam memelukku dan membawaku kesini, apakah kimhyun oppa hanya khayalan ku. Tapi kehangatan itu aku harap ku dapatkan dari kimhyun oppa.
3 bulan berlalu, hari ini adalah hari kelulusan mereka termasuk kimhyun dan raya. Hari ini juga raya kembali kenegara asalnya Indonesia. Sejenak sebelum ia berangkat meninggalkan korea, ia putuskan menemui kimhyun oppa, karena ada hal yang hendak ia sampaikan.
Dari kejauhan ia melihat kimhyun oppa sedang dikerumuni begitu banyak gadis-gadis dari sekolahnya yang hendak meminta kacing kedua dari baju yang ia kenakan, ya itulah tradisi disekolah ini, karena siapa yang mendaptkan kancing kedua akan menjadi cinta sejati si pemilik kancing, aku berfikir tak ada harapan untukku. raya menghampirinya, dan berkata, “bisa kita bicara oppa..” kimhyun pun menghampirinya. “mian haeyo, oppa… gomawo… “ dia meminta maaf dan mengucapkan terimaksih, 1 kalimat yang penuh makna menjadi kalimat terakhir dari raya untuknya sebelum ia pergi meninggalkan korea.
kimhyun tak tahu bahwa itu kali terakhir mungkin ia dapat bertemu dengan raya, setelah pesawat raya beranjak pergi, pada pesta perpisahan sekolah lee mengatakan hal yang membuat kimhyun oppa terlihat begitu menyesal.
“kimhyun.. aku iri padamu, rasa cemburu nraya membuktikan betapa besar ia mencintaimu.. dan bukan rasa tak percaya yang ia tunjukan pada mu, tapi rasa cemburu dan takut kehilangan cintamu.. sampai akhir ia meninggalkan korea kembali ke Indonesia ia tetap menyimpan nama mu di hatinya..” kimhyun terkejut seraya tak percaya raya meninggalkannya, “cinta?cemburu? bodohnya aku..” dalam hati kimhyun menyadari kebodohan yang dibutakan oleh perasaanya sendiri. Ia menyesal.
“indonesia?raya?pergi? apa maksudmu lee?” tanya kimhyun oppa seraya tak percaya perkataan lee.
“aku fikir ia memberitahukannya pada mu, aku melihat raya menghampirimu tadi disekolah. aku lihat kalian berbicara.” jawab lee seolah menganggap bahwa raya telah memberikan salam perpisahan kepada kimyhun.
kimhyun terdiam dan terlihat jelas bahwa ia masih belum mengerti yang sebenarnya terjadi,
melihat kimhyun hanya terdiam lee merasa sangat bersalah,karena dirinyalah mungkin penyebab putusnya hubungan mereka, lee pun mencoba menjelaskan kesalahfhaman yang sempat menjadi pemicu putusnya hubungan mereka.
“tentang aku dan raya.. kami tidak memiliki hubungan apapun selain sebagai sahabat, aku memang menyukai raya dan berusaha selalu ada disisinya, tapi sungguh tak sekali pun aku mampu menggantikan posisimu dihati raya.. masalah kalian adalah sebuah salah faham,aku mencoba menjelaskan namun kau tidak pernah mendengarkanku. aku sempat tidak percaya kau memutuskan raya hanya sepihak, bahkn kau menyampaikannya melaui jieun, itu sangat menyakitkan hati raya, apakah kau menyadarinya?” jelas lee dengan nada sedikit kecewa atas sikap kimhyun yang begitu tidak perduli terhadap raya...
“putus?sepihak? tidak lee..sungguh aku tidak pernah berkata kepada siapapun tentang hubunganku dan raya, jieun?aku bahkan tidak pernah jalan bersama nya, kami hanya teman sekelas, bagaimana aku bisa berkata tentang hubunganku dan raya kepada jieun sedangkan aku tidak pernah berjalan dengan jieun,aku hanya sekali mengangkat telfon jieun dan itu karena tugas dari sekolah, aku bahkan mengankat telfon itu didepan raya.” jelas kimhyun kepada lee. sungguh tidak percaya bahwa jieun adalah penyebab raya bersikap begitu aneh kepadanya dan kimhyun pun kembali berkata,
“aku hanya tidak mengerti apa yang terjadi dan ada apa dengan raya, jieun memang berkata kepada ku bahwa raya tidak percaya kepadaku itu sebabnya raya mengajakku melewati doldam street, tanpa berfikir panjang aku menyalahkan raya. aku hanya kecawa terhadapnya yang tidak mempercayaiku.”ujar kimhyun kepada lee.
“ini..kejar dia.. pergilah kimhyun...” ujar lee memberikan secarik kertas bertuliskan alamat lengkap  raya di Indonesia dan lee pun mendorong kimhyun untuk pergi.
“betapa bodohnya aku..” kembali kimhyun menyalahkan dirinya. “aku akan menyusul raya ke Indonesia, aku harap ia mau memaafkanku.” dengan nada tergesa ia pun berlari meninggalkan lee.
sepanjang perjalanan menuju bandara, kimhyun telah menyadari betapa bodohnya ia,betapa egoisnya ia, setibanya di bandara kimhyun pun bergegas mendapatkan penerbangan secepat mungkin untuk menyusul raya, Sesampainya di Indonesia berbekalkan secarik kertas dari lee yang bertuliskan  alamat lengkap tempat tinggal raya ia pun pergi menuju rumah raya, belum sempat ia menjumpai rumah raya, kimhyun terkejut oleh sosok yang ia cari, raya..dari kejauhan ia melihat raya didalam keramaian. ia melihat sosok gadis yang ia sayangi, tanpa fikir panjang ia pun memanggilnya. “raya..” seraya menyambut raya pun menoleh dan melihatnya dari kejauhan. Seolah tak percaya raya terdiam melihat untuk memastikan  dan benar saja mereka ditemukan disana di tengah keramaian sore itu kimhyun oppa berlari kearah tepat dimana raya berdiri, raya berdiri di seberang jalan dengan mata berkaca-kaca. kimhyun lalu menghampirinya dan tanpa berkata sepatah kata pun kimhyun memeluk erat tubuh raya di dalam keramaian. dalam pelukan kimhyun pun bekata “mian haeyo, raya..” Perasaan raya membuncah hingga tak bisa berkata-kata. kimhyun melepaskan pelukannya dan menatap mata raya yang berkaca-kaca seolah tak percaya kimhyun oppa ada tepat dihadapannya. dengan suara lantang kimhyun oppa pun berteriak “raya... sharang hye...” raya semakin terkejut dan tak bisa berkata apapun, semua mata tertuju kepada mereka, seolah tak menghiraukan orang disekitarnya kimhyun kembali berteriak.. “sharang hye raya..sharang hyeo... perduli apa dengan orang disekitarku, mereka juga tak mengerti apa yang aku katakan, ujar kimhyun dalam hatinya. raya kembali meneteskan airmatanya dan dengan nada bergetar raya pun menjawab Aku juga mencintaimu, Oppa!



"SESAL" BY : H.A _HILDA AKBARIAN

SESAL
“angel….” terdengar suara rain memanggil ku dari kejauhan, aku angel seorang mahasiswi, dan rain adalah pacar ku dari aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas. hari ini aku sengaja menghindari rain karena suatu hal yang membuat ku enggan bertemu dengannya.
“angel tunggu dong, kamu kenapa si?” Tanya rain ke pada ku dengan cepat ia mengejar dan menarik tangan ku.
“ angel jawab dong, kamu marah sama aku? kenapa sih kamu seolah menghindari aku..?” kembali pertanyaan rain membuat ku enggan menatapnya.
“gel, liat aku dong, aku lagi bicara sama kamu…” jelas nya pada ku.
“ apaan sih kamu..!!” bentakku.
“ aku gak suka yah kamu tariok-tarik tangan aku, sakit tahu…!!!” bentakku kembali.
“ maaf my little angel, aku hanya heran saja sama kamu, kenapa kamu aneh banget si hari ini.” jelas rain pada ku.
“ aneh? kamu tuh yang aneh!! aku lagi gak mood nih berantem sama kamu…” jelas ku.
” hei,,hei,,hei,,, apanya yang berantem??emang nya aku ngajak berantem kamu my little angel?“ ledek rain kepada ku.
” terserah deh apa yang kamu fikirin, yang jelas aku lagi males ngeliat kamu..!!” bentakku.
”ok.. jika itu memang mau kamu, aku pergi deh sekarang...” jawab nya dengan nada sedikit kecewa.
tanpa berfikir panjang kutarik tangan ku dari gengaman tangannya dan beranjak pergi meninggalkannya.
” gel, kamu beneran males sama aku?” teriak nya pada ku. lalu dengan mudahnya ku angkat tangan kanan ku dan kulambaikan seolah enggan berkata walau hanya mengucapkan good bye..
” gel...gel....” aku masih mendengar suara nya memanggil ku, tanpa menghiraukannya aku tetap melangkah pergi meninggalkannya.
kenapa aku menghindarinya, sebenarnya aku sendiri tidak ingin, berawal dari berita yang dipampang di sebuah papan pengumuman dikampus ku, disana aku melihat ada suatu pengumuman mengenai bea siswa ke cina bagi mereka yang beminat melanjutkan kuliahnya disana, aku teringat dengan rain, itu adalah hal yang didambakan olehnya yaitu mengikuti program beasiswa yang diberikan kampus kepada mereka-mereka yang memang berprestasi dikampus ku. aku mungkin tidak ingin menemuinya karena takut mendengar kabar darinya bahwa ia mengikuti tes beasiswa itu, dan aku takut ia akan lolos dan meninggalkan ku, egois memang tapi lebih baik aku menghindarinya dibanding aku mendengar sendiri dari mulutnya bahwa dia mengikuti program beasiswa itu.
dari awal ia mengutarakan impiannya mengenai beasiswa itu aku sudah takut akan kehilangnnya, bukan karena sesuatu hal aku takut kehilangannya tapi karena memang aku sangat menyayanginya, rain adalah pacar pertama ku dan ia satu-satunya lelaki yang dapat mengerti aku, dia sangat sopan dan menghargai aku sebagai pacarnya, bahkan ia tidak pernah sekali pun membentakku ataupun marah pada ku, selalu ia yang mengalah jika kami bertengkar, selain pacar ku ia bagaikan malaikat penjaga untuk ku, itu sebabnya ia selalu memanggil ku little angel.
dari kejauhan ku lihat andry sedang membaca buku di taman kamus, andry adalah kakak lelaki rain, ia hanya berbeda 2 tahun lebih tua dari rain, itu sebabnya ia sama-sama masih kuliah bersama kami hanya bedanya ia 2 tingkat lebih tinggi diatas ku dan rain.
”ka andry.. ” sapa ku pada lelaki berparas oriental itu, memang rain dan andri memiliki wajah yang oriental sama seperti ayahnya yang memang berkewarganegaraan cina, itu sebabnya rain sangat ingin melanjutkan kuliahnya disana selain karena bagusnya pendidikan yang ditawarkan disana ada faktor lain yang memang mendukung yaitu faktor tentang keluarga besar sang ayah yang memang berdomisili disana, dan itu sebabnya ia sangat menginginkan beasiswa tersebut karena akan memudahkannya selama melanjutkan kuliahnya disana.
kulihat ka andry menatapku dan tersenyum seolah menyambut kehadiran ku.
”kamu gel..” terlihat kembali senyuman manis dari bibirnya.
” ka, lagi sibuk nggak?“ tanya ku pada nya.
”gak juga, ada apa gel? pasti tentang rain yah?bea siswa itu?” pertanyaan yang membuat ku merasa terpojok, memang ka andry sangat memahami ku, ia selalu tahu jika ada sesuatau dengan diriku terutama menyangkut rain adiknya.
” sebenarnya ka, aku hanya merasa tidak rela ka melepas rain...” jelas ku, lalu ku lihat ia tersenyum dan berkata,
” itu yang aku suka dari kamu gel, kejujuran kamu,” kata-kata itu memiliki makna dalam bagiku, seolah kenpa aku tidak berkata jujur pada rain? aku sendiri merasa ada yang telah mengganjal dihati ku. sakit dikala aku membayangkan rain pergi meninggalkanku.
” ka, anggel hanya tidak ingin mengecewakan rain dengan permintaan angel yang memang pada dasarnya tidak ingin ditinggalkan oleh rain..angel hanya belum siap ka,angel terlalu sayang dengan rain..” jelasku.
”jika kamu bisa dengan jujur dan terbuka mengutarakan isi hati kamu dengan aku, kenapa kamu tidak berusaha mengutarakannya juga dengan rain?aku yakin gel, rain pasti merasakan hal yang sama seperti mu, hanya beda nya ia pasti memiliki alasan sendiri memutuskan akan meninggalkan kamu, dan bukan berarti dia akan pergi dan tak akan kembali kan gel..?jika kamu sayang dengan rain kenapa kamu tak membiarkan ia memilih jalan hidupnya sendiri, paling tidak berikan ia kepercayaan.” jawaban yang setidaknya sempurna untuk sebuah alasan aku melepaskan rain.
aku hanya dapat tertunduk dan tak bisa menyanggah omongan ka andry. lalu ku dengar rain memanggil ka andry.
” qeqe... ” dia terkejut setelah melihat ku ada disebelah ka andry, lalu kulihat ka andry berdiri dan berkata, ” rain, there is something you must explaint to her..” perintah itu keluar begitu saja dari mulutnya seolah memang ada sesuatu hal yang rain harus jelaskan dengan ku.
” hei, where are you going?” tanya rain pada ka andry.
” aku ada kelas, gel katakan apa yang ingin kamu katakan..” ka andry membuatku semakin gugup untuk berkata.
” gel, ada hal yang memang ingin aku sampaikan sama kamu..” tiba-tiba ku dengar rain memulai pembicaraan. aku hanya terdiam, aku bahkan tak tahu apa yang aku rasakan, aku merasa ingin sekali menutup kedua telingaku.
”gel, aku hari ini mengikuti tes beasiswa itu, seperti yang kamu ketahui aku memang sudah lama sekali menunggu kesempatan ini, bukan karena keluarga ku yang tinggal disana, tetapi karena memang ini cita-cita ku gel, aku..” belum sempat ia menyelesaikan penjelasannya aku berkata,
” aku sayang sama kamu rain, aku percaya sama kamu rain, aku akan selalu mencoba mendukung kamu..” jawab ku, dan tanpa sadar ku teteskan air mata ku.
” aku juga sayang sama kamu dan gak ingin menyakiti kamu gel, jika memang kamu tidak menyetujuinya aku akan mundur dari test itu..” perkataan yang membuatku semakin takut kehilangan dirinya.
aku menghapus air mata ku dan menjawab ” aku gak akan pernah melepaskan kamu sebelum kamu melepaskan aku, jadi walaupun kamu jauh dari aku, selama aku tetap orang yang kamu sayang aku akan menunggu rain...” lalu ku lihat dirinya berharap ia akan berkata bahwa ia tidak akan melepaskan ku.
”kamu akan selalu ada di hati ku..” jawab nya pada ku, jawaban yang membuat hati ku semakin takut kehilangan dirinya. kuputuskan untuk berdiri dan melangkah pergi meninggalkannya.
”gel..” ku dengar rain memangilku..
”pulang... aku ingin pulang...” jelasku.
”aku antar yah?” lalu ku jawab ”aku hanya ingin merasakan sehari saja tana kamu rain, tapi itu sulit, jadi aku mohon walaupun itu sulit aku ingin mengakhiri hari ini tanpa dirimu.” jelasku dan pergi meninggalkannya sendiri dibangku taman itu.
seminggu berlalu dari kejadian hari itu, hubungan ku dan rain sedikit merenggang, aku sudah tidak sesering dulu menghubungi nya dan aku sudah tidak selalu bersama dirinya, aku hanya mencoba perlahan melatih diriku untuk setidaknya bertahan tanpa dirinya.
”gel, kamu dah liat hasil pengumuman beasiswa ke cina itu belum?” tanya adis sahabat dekatku.
” aku hanya ingin mendengar langsung dari mulutnya dis..” jelasku.
adis hanya menatapku seolah dia ingin memberikan kabar yang sebenarnya tidak ingin ku dengar.
”gel, angkat telfon itu, mungkin saja itu dari dia..” aku sampai tak sadar HP ku berbunyi, dan kulihat nama my guardian angel terpampang disana.
”my little angel..”kudengar suara rain di ujung sana.
”aku tahu kamu tidak ingin mendengarnya tapi... aku juga ingin berbagi ini sama kamu gel, kamu orang pertama yang ingin aku kabari dan aku harap kamu mau mendengarnya..” jelas rain.
”aku senang jika itu membuat kamu bahagia rain,,” jelas ku.
”hufh..aku lega mendengarnya..aku fikir kamu gak ingin mendengarnya sayang..” rain berkata seolah aku akan membenci kabar itu dan tak ingin mendengarnya.
”aku lulus tes gel, aku diterima, aku akan segera mengurusnya dan aku bisa berangkat bulan depan..” jelasnya. aku terkejut dan meneteskan air mataku, satu hal yang aku benci adalah aku tidak dapat menahannya pergi, dan aku sendiri tidak ingin dia tahu bahwa aku menagis saat mendengar kabar ini.
” gel, kamu kok diam aja? aku tahu kamu kecewa.. maaf kan aku gel..“
” aku...seneng kok dengernya” dengan suara pelan aku berusaha meyakinkan dia.
”kamu dimana. aku nyari kamu tapi gak ketemu sama kamu, jadi aku putuskan ngabarin kamu lewat telfon, kamu gak marah kan?” tanya rain pada ku.
”gak kok, aku gak marah, hanya sedikit kurang enak badan..” jelas ku.
”kamu dimana?kamu sakit apa?”aku bawa kamu periksa yah?”
”kamu gak usah khawatir, aku sudah dirumah kok, aku gak mau kamu sibuk ngurusin aku sementara kamu lupakan hal yang lebih penting, aku gak apa-apa rain, sekarang kamu urusin aja urusan kamu yah, nanti aku hubungin kamu lagi yah, aku mau istirahat dulu..”jelas ku.kami terdiam dan rain  pun tak membalas penjelasan ku, lima menit berlalu, rain tak jua menutup telfonnya, aku pun tak hentinya meneteskan air mata ku. aku berusaha membuka mulut ku dan berkata,
” selamat ya rain,, aku sayang kamu,,” lalu ku putuskan telfonnya tanpa menunggu jawaban darinya.
sebulan berlalu, akhirnya hari yang ku takuti pun tiba, hari ini aku akan mengantar rain pergi dari sisi ku, ya.. hari ini adalah hari rain pergi ke cina untuk melanjutkan kuliah disana. aku dan ka andry mengantar nya pergi ke bandara, sepanjang perjalanan ke bandara aku hanya dapat terdiam. lalu ku dengar ka andry bertanya ke pada ku.
” gel, kamu gak apa-apa? dari tadi aku lihat kamu diam saja, kamu sedang tidak enak badan gel?”
”gak ka, aku gak apa-apa..” jawab ku, lalu kulihat rain tak sama sekali menghiraukan aku. aku semakin takut melepasnya, aku takut ia akan melupakan aku.
akhirnya kami pun tiba di bandara, aku merasa rain sama seperti ku, merasakan hal yang sangat menyakitkan, kenapa aku berfikir seperti itu karena memang rain terlihat sama seperti ku hanya terdiam dan tak mampu berkata apapun.
walaupun ini hari terakhir aku bersama dirinya, aku masih saja bersikap seolah jauh dari dirinya, aku tahu ia kecewa, namun aku hanya berusaha melatih diriku agar mampu bertahan. aku harap dia akan selalu mengingatku. akhirnya rain pun pergi meninggalkan aku, hanya satu sedikit kata yang aku ucapkan padanya, dan hanya itu yang sanggup aku ungkapkan karena banyak hal lain yang aku tak mampu ungkapkan.
” rain, aku harap kamu bisa menggapai impian kamu, dan aku harap kamu akan inget sama janji aku, aku gak akan melepaskan kamu sebelum kamu melepaskan aku.” kulihat rain tersenyum dan mendekat untuk mencium keningku lalu berkata ” aku sayang kamu..” dan itu kata-kata terakhir yang aku dengar darinya. akhirnya ia pun pergi.
benar saja yang aku takutkan, setahun berlalu dari perginya rain, 3 bulan pertama rain masih sering menghubungi ku, 5 bulan berjalan ia mulai jarang menghubungi ku, tadinya kufikir ia terlalu sibuk dan ku coba menerima nya. namun  8 bulan terkahir hingga sekarang rain sudah tidak pernah menghubungi ku lagi, semua keluarga besar rain yang ada disini kecuali ka andry mereka semua sekarang sudah tidak tinggal disini lagi, mereka pindah ke tempat dimana rain melanjutkan kulihnya, tempat dimana keluarga besar rain bersemayam, yups mereka pindak ke cina. ka andry masih melanjutkan kuliahnya yang hanya tingal beberapa bulan itu lagi dan ia pun akan menyusul kesana. aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, ku pernah bertanya dengan ka andry tentang kabar rain, ka andry hanya menjawab bahwa rain terlalu sibuk sehingga tidak pernah ada waktu untukku, jangan kan untuk ku, untuk keluarganya saja ia pun tak sempat walau hanya memberi kabar. sulit memang untuk percaya namun ku akui ka andry tidk pernah membohongi ku, memang kurasa ada sesuatu yang ia sembunyikan, namun aku putuska untuk tidak mencurigai nya. aku memang memiliki hobi menulis, ku tuangkan ceritaku dan rain dalam sebuah lomba menulis, ku ikuti lomba itu karena hadiahnya yang ku inginkan, bukan karena jumlah nominalnya yang kuharapkan tapi pemenang akan dikirim ke Cina selama 2 minggu untuk mengikuti pelajaran menulis disana, aku berharap keluar menjadi pemenang agar aku dapat bertemu dengan rain disana, paling tidak aku sudah mengantungi alamat rain disana melalui surat yang pernah ia kirim kepada ku. pengumumannya 2 bulan lagi. jika aku menang aku akan menemui nya disana, kebetulan ka andry jyga akan pindah ke Cina sekitar 2 bulan lagi.
” angel...” ku dengar suara ka andry memanggil ku yang sedang menulis sepucuk surat unruk rain, meski pun rain tak pernah ada waktu menghubungi ku tapi aku tetap selalu mencoba menghubunginya.
” iya ka....” aku menoleh ke arah belakang tepat di arah ka andry memanggil ku.
”ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada mu gel..” jantung ku berdebar kencang, aku takut sesuatu yang buruk menimpa rain karena nada bicara ka andry begitu serius.
”ada apa ka?tentang rain ya ka?rain kenapa ka?rain...”belum sempat ku habiskan perkataan ku ka andry lalu memotong perkataan ku.
” gel, aku tahu kamu khawatir dengan rain, tapi aku harap kamu bisa menerima kenyataan gel, aku hari ini hanya ingin menyampaikan salam perpisahan, sore ini aku akan berangkat ke China, aku harap kamu bisa jaga diri kamu baik-baik gel..” aku terkejut bukan karena ka andry akan meninggalkan ku tapi karena ka andry berkata bahwa aku harus menerima keadaan..keadaan apa?keadaan rain meninggal kan ku?
”maaf  ka, gel gak ngerti maksud ka yang bilang gel harus bisa menerima kenyataan, kenyataan apa ka?tentang rain yang sudah tak menghubungi ku lagi?aku gak peduli ka, sebelum rain berkata pada ku bahwa ia akan meninggalkan aku dan meminta ku tidak menunggunya aku tidak akan melepaskan rain ka!” jelasku dengan nada bicara yang sedikit tinggi.
”aku hanya gak ingin melihat kamu terluka gel..aku...” belum sempat ka andry menyelesaikan perkataannya aku menjawab,
”aku gak percaya ka bisa bilang seperti itu pada ku, aku gak ngerti kesalahan apa yang udah aku perbuat sama kakak, tapi maaf ka, aku gak akan melepaskan rain sebelum rain melepaskan aku.” lalu ku tinggalkan ka andry yang tersu memanggil nama ku.
”gel..gel..angel.....dengerin aku dulu...gel......” ku dengar ka andry memanggil ku, namun ku putuskan tetap pergi menjauh darinya dan ku tutup kedua telingaku berharap tak pernah mendengar suara ka andry.
2 bulan berlalu, hari ini adalah hari pengumuman cerpen yang aku buat. alangkah terkejutnya aku, ternyata aku masuk kedalam nominasi dan yang lebih membuat ku tak percaya aku masuk lima besar dan aku pun memenangkan hadiah itu, aku akan menyusul rain ke China. minggu depan aku akan menemui mu rain.
tiba juga saat aku menemui rain. selama perjalanan ku dipesawat tak hentinya aku menangis dan memikirkan rain, hati ku tak menentu entah apa yang kurasakan, kesal, marah bahkan benci namun aku merindukannya, itu sebabnya mengapa aku meneteskan air mata ini. akhirnya tiba juga aku di tempat tujuan, jantung ku semakin berdegup kencang seolah tak percaya aku berada di tempat yang sama dengannya.
ku dengar suara ka fitri salah seorang pengurus kami disini dan salah satu pnyelenggara lomba dari penerbit yang membuat lomba ini sedang memberikan pengarahan, ternyata kami memiliki waktu 3 hari unutk bersenang-senang, lalu ku lihat secarik kertas ditangan ku karena disitulah tertulis jelas alamat rain dan aku berharap dapat menemui nya.selama perjalanan ke hotel kulihat jalan sekitar semua bertuliskan mandarin, aku tidak mengerti arti tulisan itu namun kulihat jelas tertulis nama kampus tempat rain melanjutkan kuliah nya, alangkah kencang jantung ini berdegup seolah merasakan rain berada sangat dekat dengan ku. aku teringat rumahnya terletak tidak terlalu jauh dari kampus tempat ia kuliah sekarang ini, ku lihat sekeliling dan ku harap dapat melihat dirinya. namun aku tidak dapat melihat dirinya. aku tertunduk dan kembali meneteskan air mata ku. ku dengar suara ara salah seorang penulis yang juga memengakan hadiah ini, dia adalah teman seperjuangan ku.
” gel, kenpa kamu menagis?” tanya ara pada ku.
”ada seseorang yang hendak aku temui ra, namun aku tidak tahu dimana ia sekarang, yang aku tahu ia kulih disana,” ku tunjuk kampus besar yang kami leawati.
”boleh aku tahu dia siapa?apa kamu tahu alamat lengkapnya?nanti aku temani yah..kamu mau?”
mendengar perkataan ara aku merasa sangat senang.
”thanks ya ra, iya aku mau.... oh iya nama nya rain, dia kuliah dan tinggal disini, ini alamatnya.”ku berikan selembar kertas yang bertuliskan alamat rain.kulihat ara tersenyum dan berkata, “ini dekat dengan rumh sepupu ku, nanti kita kesana yah.” alangkah terkejutnya aku dan sangat merasa bersyukur karena ada ara disamping ku.
“kamu punya sepupu ra disini?akhirnya aku bisa bertemu dengannya, sudah lebih dari setahun aku tidak bertemu dengannya, dia adalah pacarku sejak SMA, tapi dia pergi melanjutkan kuliahnya disini, karena kebetulan ia mendapat beasiswa disini dan keuarga besarnya semua tingal disini.”jelasku pada ara. ara tersenyum dan berkata “sepupuku bernama lee, dia pasti kenal dengan rain, nanti akan kuhubungi dia, mungkin ia dapat menemukan mu kembali dengan rain..”lalu ku peluk ara dan berkata..”ara...kamu baik banget, thanks ya ra...”
akhirnya tiba juga kami di hotel yang kami singgahi, aku dan ara berada disatu kamar, dankami pun saling bercengkrama 1 sama lain. 10 sudah kami mendapatkan pembelajaran mengenai menulis, tiba saat kebebasan kami berjalan jalan mengelilingi negeri bamboo ini. tak lagi kami menunda aku dan ara pun menunggu ka lee menjemput kami di hotel, aku akan ikut dengan ara menjumpai keluarganya yang tinggal disini.
“ra, aku kan gak bisa bahasa mandarin, nanti aku gak ngerti lagi apa yang dibicarakan keluarga kamu,hehehehehehe.. “ ara pun tertawa mendengar perkataan ku.
“tenag gel, mereka pernah tinggal di Indonesia, jadi mereka pun juga bisa berbahasa Indonesia, lalu aku tersenyum. kulihat ara melambaikan tangan kepada sosok putih tinggi berwajahkan oriental di seberang sana.
“itu dia lee,,,, tampan kan?”aku tersenyum dan menjawab,
”masih tampanan pacar ku ra...hehehehe..” aku meledek ara dengan candaan ku.
”ah kamu bisa saja gel, oh iya lee bilang dia kenal dengan rain, tapi aku gak bilang kalau kamu pacarnya rain,karena pasti lee engan mencarikan, aku bilang kamu saudara nya rain jadi kamu bisa bertemu dengan rain.”
”kenapa enggan mencarikan? kan aku pacarnya jadi wajar aku mencarinya.” jelas ku.
”bukan begitu, maksud aku, jika kamu aku bilang saudara rain lee akan dengan mudah mencari informasi, karena difikir nya kamu rindu dengan keluarga mu, jadi tak perlu berfikir lagi ia membantu mencarikan tempat tinggal rain, kan yang penting sudah ketemu, hiihihihihi..”ledek ara pada ku.
”ok deh,,thanks ya ra,,,”
“hi ara.. long time no see… you look more beautifull..” ku dengar lee berkata kepada ara yang memang udah lama tidak bertemu dengannya.
“lee kenalin ini angel, saudaranya rain..” balas ara pada lee.
“hai.. nice to meet you..” balasanya.lalu aku tersentyum dan menyebutkan nama ku “angel..” lalu ia membalas “lee..” kami pun pergi meninggalka hotel dan berkunjung ke rumah lee.
”gel, kamu benar saudara nya rain?” tanya lee pada ku.
”kenapa lee?”tanya ku balik padanya.
”rain itu teman sekampus aku, rumahnya beda beberapa blok dari rumah ku. apa dia tahu kamu hendak berkunjung?” aku kaget mendengar mereka teman satu kampus, lalu ku jawab.
”tidak, rain tidak tahu aku datang kesini, aku hanya merindukannya...” jawabku dengan nada pelan dan wajah tertunduk.
”aku tahu ra, kamu berbohong, aku kenal angel jauh sebelum kamu kenal sama dia, rain pernah bercerita tentang kamu gel..rain teman dekat ku.” jawab lee.
”aku gak bermaksud lee..aku Cuma ingin membantu angel, habisnya rain tidak pernah menghubungi nya lagi, kan aku kasian, aku juga wanita,aku ngerti perasaan angel.” jelas ara.
”makasih ra,kamu sudah mengkhawatirkan aku..tapi ini juga mungkin salah aku ra..”jawab ku
”kamu tenang gel, rain gak tahu kalau kamu sekarang disni, aku hanya ingin memastikan bahwa kamu rain’s little angel..dan ternyata benar..” lalu lee tersenyum.
”lee, apakah rain benar-benar sesibuk itu.. hingga dia tidak pernah menghubungiku?” lee hanya terdiam dan tertunduk.
“lee jawab aku...”pinta ku pada lee.
”lebih baik kamu tahu sendiri gel, aku gak bisa menjelaskannya sama kamu.” jelas lee pada ku.
akhirnya tiba juga kami di rumah lee, kembali jantungku berdegup kencang.aku melihat kesekitar kuhitung setiap rumah dari rumah lee, tepat 4 blok dari rumahnya berdiri kokoh rumah dengan pagar putih besar di seberang sana.apakah itu rumah rain, dalam hati ku bertanya.
”pagar putih besar di seberang itu adalah rumah rumah rain...” aku memegang erat dadaku merasakan debaran jantung yang begitu hebat sampai aku meneteskan air mata ku tatkala ku dengar lee membenarkan itu lah rumah rain. rumahnya sudah didepan mata ku, jantung ku pun berdegup sangat kencang, tapi aku tak tahu apa yang harus kulakukan, ingin sekali aku melangkah kesana dan memanggil rain bertemu dan memeluknya, ku beranikan diriku melangkah kesebrang dan melihat rumah nya dari dekat, sungguh tak percaya setelah sekian lama aku menunggu akhirnya rain sudah tepat ada didipan mataku, ya aku berharap dia melihat ku. lee menarik ku menuju ke gerbang depan rumah rain, disana ku lihat jelas nama keluarga besar rain terpampang dengan no rumah 40, aku tak kuasa menahan air mata ku, lalu kulihat lee menekan tombol putih didepan pagar rumah rain, tak berselang lama seorang wanita cantik berwajah indo itu membuka pintu gerbang rain,
”lee... ”wanita itu memanggil lee dan ia melihat gandengan tangan lee yang mengenggam erat tangan ku lalu ia melihat ku dari atas kepala ku hingga ujung kaki ku.
”ta shi sheiya?” tanya gadis itu dengan bahasa mandarin yang ku tak mengerti.
”ta shi... angel.. ta pu zhe tao ni suo shen ma.. english please..”jelas lee pada wanita itu. lalu gadis itu tersenyum dan berkata..
”hi... i’m vea, who are you? are you lee girlfriends?nice to meet you…” sapa gadis itu kepada ku yang ternyata bernama vea.
“no.. she is my friends,” jawab ara.
“ara… I miss u so much..how are you?oh,,, so she is your friend ara?” ternyata vea adalah teman ara sewaktu ara tinggal disini, ternyata ara pernah tinggal dirumah lee selama beberapa tahun sebelum pindah ke Indonesia.
ara pun tersenyum dan memeluk vea dengan erat. “ come in...” vea mengajak kami masuk, aku melihat sekeliling rumah rain, dan kembali berdegup kencang dada ku ini.
“gel, vea itu adik sepupu rain, dia memang tinggal disini..” aku baru tahu bahwa rain memiliki sepupu yang begitu cantik. ku lihat sosok pria yang tak asing bagi ku, namun ia terduduk diatas kursi roda dan sedang menatap langit, betapa terkejutnya aku saat aku tahu itu adalah rain. sesaat aku tak percaya sampai ku lihat ka andry menghampirinya dan mendorong kursi roda itu lalu ku dengar vea memanggil nya, “rain qeqe, lee laile....” lalu ara berbisik dan berkata dia memanggil rain dan bilang bahwa lee ada disini.
lalu ku lihat rain menatap tajam kearah ku dan ku lihat ka andry juga menatap ku.
“angel...” seolah tak percaya aku berada dirumah mereka. ku hampiri rain dengan rasa tak percaya,
“angel,,”kembali ka andry memanggil ku. kulihat rain tertunduk dan tak berkata apapun. ku hampiri ia dan kutundukan badan ku hingga sejajar dengannya, ku lihat wajahnya dan aku pun tak kuasa menahan air mata ku. ku tatap ka andry ia hanya tertunduk ku putuskan pergi dan berlari sejauh yang aku bisa, lalu ku dengar ka andry memanggil ku..
“gel,,tunggu...”lalu ka andry mengejarku dan menarik tangan ku.
“itu rain gel, sosok yang kamu rindukan,sosok penjaga hati kamu gel, sosok yang ingin melepasmu tapi ia tak sanggup mengatakannya.sosok yang tak ingin kau kecewa dan pergi seperti ini ketika kau tahu bahwa ia cacat dan bukan lagi rain yang dulu kau kenal. aku menagis tak dapat mempercayainya, lalu ka andry pun memelukku. 6 bulan lalu rain mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia harus kehilangan penglihatannya dan membuat dia harus berada disana,diatas kursi roda itu. aku tak sanggup mengatakannya kepada mu gel, rain sangat menyayangi mu, dia tak mau menjadi beban bagi mu, dan ia juga tersiksa karena merindukanmu,berusaha melupakanmu dan berusaha membuatmu meninggalkannya.” jelas ka andry pada ku.
“kecelakan?buta?cacat?” aku bertanya seolah tak dapat menerimanya.
“iya gel, saat itu ia hendak kembali ke Indonesia karena memang memasuki liburan panjang, dan ingin memberimu kejutan di hari ulang tahun mu,namun saat perjalanan menuju bandara ia mengalami kecelakaan, semenjak saat itu ia kehilangan penglihatannya dan tidak lagi bisa berjalan sehingga menjadi seperti sekarang. itu sebabnya ia tak pernah membalas surat mu, ia tak pernah mengangkat tlf mu bahkan menghubungimu melalui dunia maya, karena bagaimana ia melakukan itu semua tanpa matanya?gel, dia sejujurnya tak ingin melepaskanmu, tapi ia juga tak ingin melihat mu tersiksa dengan keadan dia yang sekarang, menyesal aku mengatakannya sekarang jika kamu membencinya.” jelas ka andry.
aku tak tahu apa yang harus kulakukan, lelaki itu demi aku menjadi seperti ini, lelaki itu demi cintanya pada ku rela melepaskanku, dan lelaki itu dengan segala kerendahan hatinya masih tetap setia menyayangi dan mencintai ku, sementara aku dengan keegoisanku hanya mengharapkan ia kembali tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi.
ku putuskan menghampirinya kembali dan memeluknya dengan erat dan berbisik..
”aku dengan ketulusan hati ku masih dan akan tetap mencintaimu apa adanya, dan aku dengan segala keterbatasan ku akan menjaga mu seperti kau menjaga ku karena aku adalah yours little angel.. rain maafkan aku. aku menyesal karena egois akan hadir mu”
lalu rain menyambut pelukanku dan berkata.. ”thanks my little angel...”

BIODATA PENULIS  :
NAMA  LENGKAP                       : Hilda akbarian
NAMA PENA                              : Ida
E-MAIL                                      : chubby.zhieda@gmail.com
BLOG/SITUS                              : ndhachubby.blogspot.com                                                                                                    http://www.facebook.com/dha n’dha zhieda ida

“SAHABAT KU, PACAR KU” - by: ME.. HILDA AKBARIAN -

“SAHABAT KU, PACAR KU”
sore ini pukul 4 sudah, hampIr 2 jam aku menunggu tetap tidak ada tanda-tanda kedatangan nya, aku ara, aku adalah mahasiswi smester 2 salah satu universitas negri di Jakarta. hari sabtu ini seperti biasa aku menunggu kedatangan dio, yah dio adalah pacarku dari aku kelas 2 SMA lalu. hubungan ku dengan dio sudah hampir 3 tahun berjalan, namun hubungan ku dengan dio malah semakin memburuk . aku juga memiliki seorang sahabat bernama nino, nino adalah sahabat ku yang ku kenal dari aku masih duduk di bangku sekolah dasar. nino selalu menasehati ku untuk mengakhiri hubungan ku dengan dio, entah apa alasannya nino selalu ingin agar aku lepas dari dio. karena menurut nino dio tidak pernah serius menjalani hubungan nya dengan aku, memang nino selalu berkata,
“ ra, udah deh mendingan kamu putus aja sama dio, masih banyak cowok yang lebih baik dari dio.” aku hanya dapat menghela nafas dan berkata “ hufh..no, kamu kenapa sih?? ada hal yang kamu ketahui tapi kamu sembunyiin yah dari aku?” lalu nino menatap ku dan hanya dapat terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya.jika aku mengingat perkataan nino itu, aku selau berfikir bahwa nino hanya khawatir terlalu berlebih kepada ku. memang kuakui kenyataannya hubungan ku dengan dio semakin lama semakin memburuk ditambah lagi rasa cuek dio kepada ku. sedikitpun dio tidak pernah perhatin kepadaku, apapun yang terjadi kepada ku baik itu hal yang menyenangkan atau hal yang paling menyedihkan sekali pun hanya nino yang menemaniku dan dio? dio tidak penah terbuka kepada ku.
semakin aku menunggu semakin sering aku melihat handphone ku, berharap dio menghubungiku, aku tidak penah menguhubungi dio,selalu saja menunggu dio yang menghubungiku. alasan ku menunggu dio terlebih dahulu yang menghubungiku karena aku selalu dinasehati oleh tia sahabat ku selama aku kuliah di universitas ini, tia adalah sahabat ku yang aku kenal dari aku semester 1, dia penah menasehati ku agar aku tidak menguhungi dio samapai dio memulai untuk menghubungiku, alasan tia menyuruh ku melakukan itu karena kata tia dia ingin membuat dio memperhatikanku dengan dio menghubungiku secara duluan dibanding aku menhubungi dio duluan maka itu sudah menunjukan dio memperhatikan aku.
yah memang awalanya aku menuruti nasihat tia namun entah mengapa aku tidak sanggup menunggu terlalu lama dio menhubungiku, karena dio tidak akan penah menguhungiku sebelum aku menghubunginya terlebih dahulu.
benar sudah 2 jam lebih aku menunggu namun dio tidak kunjung tiba akhirnya aku memutuskan untuk mulai mnguhubungi dio.
“tuut…tuut…tuut….tuut…tuut..tuut..” tiba-tiba teleponnya terputus. ”hufh” aku menghela nafas ku dan aku mencoba berfikir kembali mungkin dio lagi dijalan dan akan kuhubungi lagi nanti. 15 menit berselang aku mencoba menghubungina kembali.
” tuut..tuut...tuut...tuut... halo,,,” terdengar suara dio diujung sana.
“ halo ay kamu dimana? “ tanya aku ke dio.
dengan suara yang berisik dio berkata “ maaf ay, aku ga bisa datang kerumah kamu.” jawab dio, aku merasakan jawaban dio yang terlalu datar untuk ku, tanpa alasan apapun dio langsung menutup telpon nya. “ ay, maaf yah aku lagi dijalan nich nanti aku hubungi kamu lagi ya.” tiba-tiba “ tut..tut..tut..............” terputus sudah komunikasi kami.
aku hanya dapat terdiam dan memikirkan kenapa dio berubah,awal kami bersama, dio adalah orang yang hangat dan menyenangkan namun setelah satu tahun kami bersama aku mulai merasa perubahan yang sangat besar terhadap dio, dio yang biasanya menghubungiku dan mengajak ku jalan kini mulai sibuk dengan urusannya sendiri,entah apa yang ia lakukan akupun tak tahu, terlebih lagi dio adalah orang yang sangat tertutup.
aku mungkin adalah satu-satunya wanita bodoh yang masih mau mempertahankan hubungan ini, tapi jika teman-teman ku mau mngerti aku sangat menyayangi dio maka mereka tidak akan menyuruhku memutuskan dio.
mungkin karena hatiku sangat sedih tanpa sadar aku menghubungi nino sahabat ku,,
“ halo ra,,ra,,,ra!! kamu kenapa si ra?? kamu nelfon aku tapi kamu gak ngomong sepatah kata pun.” terdengar suara nino dari telphon ku. tanpa sadar air mata ku menetes dan aku mulai menangis ditelphon.
“ ra, kamu nangis??” tanya nino. aku hanya dapat menagis dan tidak bebicara sepatah kata pun. lalu nino kembali bebicara ” ra kamu dimana sekarang? dirumah?” tanya nino. aku tidak sanggup menjawab pertanyaan nino.
”ra...ra...ra!!! kamu jawab aku dong ra,kamu jangan bikin aku panik!” bentak nino ditelphon, aku tak tahu apa yang sebenarnya harus aku katakan lalu nino menutup telphon nya dan aku mulai menagis tanpa menhiraukan nino yang mungkin marah karena aku tidak mau menjawab nya. tiba-tibaterdengar suara telphon dirumah ku, ”kring...kring,,,,kring,,, halo.. oh den nino, iya den neng ara ada den dirumah ada apa ya den? sepertinya non ara sedang menunggu den dio datang den. perlu saya panggilkan non aranya den?” tanya ijah pembantuku kepada nino. entah apa jawaban nino yang aku tahu ijah menutup telphonnya dan dia menghampiriku untuk berkata,
” maaf non, tadi den nino telphon sepertinya ada hal penting karena den nino terdengar sangat panik non,tapi pas saya tanya den nino tidak menjawab apa-apa.” ujar ijah kepada ku. dan ijah yang melihat ku menangis menatrap ku dengan wajah bingung namun ia sepertinya tidak berani bertanya kepada ku. dan aku yang mendengar perkatan ijah hanya terdiam dan tetap meneteskan air mata.
tiba-tiba aku mendengar suara motor nino didepan rumah ku, benar saja selang 20 menit dari aku menelephon nino dan nino sudah ada didepan rumah ku. ijah berkata kepada ku ” loh non, itu bukannya den nino, sepertinya baru 5 menit yang lalu den nino menelepon kerumah deh non, kenapa sudah sampai yah?pasti den nino terburu-buru sekali deh non.” dan aku menatap ijah lalu aku berfikir kenapa nino begitu panik? ujar ku dalam hati. rupanya nino menelephon kerumahku saat dia dalam perjalanan kerumahku, memang dari rumahku ke rumah nino hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk tiba, tapi aku benar-benar tidak dapat menduga nino sampai dirumahku hanya dalam waktu 20 menit.
tanpa fikir panjang nino turun dari motornya dan berlari sangat kencang menuju tempat aku berdiri, ” ra, kamu ga apa-apa?” aku menghapus air mataku dan mencoba tersenyum kepada nino, dan aku masuk kedalam rumah tanpa menyapa nino, namun bagi nino senyuman ku hanya terlihat memaksa untuk mnutupi rasa sedih ku.
dan ijah pembantuku menyuruh nino untuk masuk, ” mari den nino silahkan masuk.” ujar ijah, lalu aku mendengar helaan nafas nino. ”hufh... iya mba trimaksih” lalu nino mengikutiku masuk kedalam rumah.
setengah jam berlalu aku masih tetap terdiam dan nino hanya dapat memandangku, nino sangat hapal dengan sifat ku yang selalu diam saat aku terkena masalah. nino juga mengerti aku tidak akan mau bebicara jika suasana hati ku masih dalam keadaan tidak stabil.
tiba-tiba ijah datang lalu dia meletakan 2 gelas sirup jeruk dan makanan kecil didepan meja untuk aku dan nino, ” silahkan diminum airnya den nino dan non ara.” lalu ijah kembali ke belakang untuk mnyelesaikan pekerjaannya.
aku merasa lebih baik dan mungkin aku dapat mulai bercerita dengan nino, aku memulai pembicaraan.
” nino, maaf yah aku dah ngebuat kamu nunggu, maaf juga aku dah buat kamu khawatir.” ujar ku.nino menatap ku dan dia pun berkata ” dio? pasti ini karena dio?” tanya nino lantang kepada ku.”kenapa sih setiap kamu menangis semua karena dio? ra, aku tuh ga suka kalau kamu nagis cuma karena dio!, udah deh ra lebih baik kamu putusin aja dio!” aku kaget mendengar nino membentak ku. dan aku kembali meneteskan air mataku, aku memang orang yang paling tidak bisa dibentak, dari kecil aku memang anak yang manja dan anak yang mudah menangis.
” maaf ,ra aku ga bermaksud ngebentak kamu,” ujar nino.
” no, aku tahu aku bodoh, aku sayang no sama dio, kamu tau kan no aku sayang banget sama dio, dan kamu juga tau dio itu pacar pertama aku, kamu kan tau no aku belum pernah pacaran dan aku baru pertama kali pacaran dan dio adalah pacar pertama aku.” jawab ku ke nino.
” tapi ra, itu bukan alasan yang logis buat aku. kamu kan masih bisa cari yang lebih baik dari dio untuk kamu jadiin pacar ra.” nino membalas jawaban ku.
”no, gak gampang buat aku ngelupain orang yang sudah lama ada dihati aku terlebih lagi dia yg pertama buat aku.”
nino terdiam dan dia mulai menatap ku. kami kembali terdiam terpaku tanpa pembicaraan. setelah 10 menit berlalu dio memulai kembali pembicaraan.” ra, jadi sekarang mau kamu apa?, apa yang akan kamu lakukan kedepannya dengan dio?”
tak pernah terpikir oleh ku apa yang harus aku lakukan, aku mencoba berfikir dan aku melihat nino yang sepertinya kecewa dengan aku yang tak pernah bisa tegas.
”aku memang gak tahu apa yang harus aku lakukan, tapi no, kamu bisa kan no bantu aku mencari jalan keluarnya, agar dio bisa seperti dulu?” tanya aku kepada nino.
” ok.. sebenarnya ini hanya saran aku untuk kamu ra, ini juga kalau kamu mau terima.”
”apa no? selama itu bisa membuat dio kembali seperti dulu aku mau no.” jawab ku.
“bodoh” nino meledek ku. “ kamu bodoh ra, kenapa si kamu mau melakukan apa saja hanya untuk membuat nino kembali kekamu!” ucap nino.
“ kembali?” aku mnenegaskan lagi apa yang nino ucapkan. kenapa nino berucap kembali apakah memang dio punya pacar lagi selain aku dan meninggalkan aku?tanya ku sendiri dalam hati ku.“ iya, kembali. aku gak mau ngeliat kamu sedih ra, aku minta kamu jangan bertindak bodoh ya ra.”
“ apa sih maksud kamu no?” tanya aku kembali.” aku gak akan ngelepasin dio hanya untuk orang lain, sebelum dio ngelepasin aku!”. bentak aku ke nino.
“ ok ra, kalau memang itu mau kamu.”
”ya udah terus apa saran kamu ke aku no..”
” kita,,,, ” jawab nino.” kita kenapa no?” tanya aku.
” tapi kamu jangan marah,ini hanya saran ku saja ra, kalau kamu mau kamu bisa terima saran aku ra.” ujar dio.
” iya dio...kamu tuh ribet banget yah” ledek aku.
” gimana ra kalau kita pacaran ajah, kamu putusin dulu dio, kita buat dio nyesel karna terlalu cuek sama kamu. bagaimana ra menurut kamu, aku tahu ini ide tergila yang pernah aku cetuskan ke kamu.” jawab nino yang secara perlahan mnundukan kepalanya.
aku yang tanpa berfikir panjang lagi demi membuat dio kembali kepada ku menyetujui saran nino.
”ok no, tapi Cuma untuk dio kan no??” tegas aku kepada nino.
“iy ra, aku janji” tegas nino. dan akhirnya kita memulai sandiwara itu, “ra, kamu sekarang telphon dio dan kamu harus bisa mutusin dio didepan aku ra.” tegas nino.
“tapi no, apa aku harus mutusin dio sekarang?”
“bukannya lebih baik sekarang ra kamu mutusin dio,lebih cepat lebih baik kan ra?” tio mencoba meyakinkan ku.” apa aku harus cerita ini sama tia no?” nino menjawab “tia?kamu masih sering bareng sama tia ra??tia tau masalah kamu sama dio ra?”
“iya lah tia pasti tau no, aku kan deket banget sama tia, aku pernah kenalin tia dengan dio no, bahkan aku pernah meminta tia mendekati dio untuk mengetes dio no, tapi rencana ku gagal no, dio gak ngebales tia no, angkat telphonnya aja enggak.” ujar aku.
“kamu tuh terlalu percaya sama tia ra, kamu ga takut tia beneran jalan sama dio?”
”ya enggak lah no, aku kan tau tia,dia kan suka nya sama kamu no.” tegas ara. lalu nino hanya menggelengkan kepalanya tanpa aku tahu apa maksud dari tindakan nino itu. ” ya udah deh ra, sekarang cepat kamu hubungin dio dan minta putus sama dio”.
lalu aku mengankat handphonku dan mencoba menghubungi dio.
”tuut,,tuut,,tuut,, halo..” terdengar suara dio aku mulai gugup dan tak bisa berkata-kata, tapi nino mndorongku untuk terus berbicara.
”halo,, ra,,, kenapa diam saja ra?kamu dengar aku kan ra?” tanya dio.
”iyah dio, maaf.. aku... aku,, ” aku benar-benar gugup dalam hati ku aku merasa sangat bodoh karena hal ini.
”kamu kenapa ra?” tanya dio.
” aku....” hayo ara cepa katakan seolah nino memberikan isyrat agar aku cepat-cepat berkata putus dengan dio. akhirnya pun aku menarik nafas panjang dan mencoba berbicara dengan dio.
” dio, aku..aku mau kita putus!!!” dengan nada membentak dan dengan seluruh kekuatan yang aku punya akhirnya kata putus itu terucap dari bibir ku.
saat itu aku melihat wajah nino yang tersenyum lebar seolah menggambarkan rasa yang begitu dalam.
”kamu kenapa ra?, kamu marah aku gak kerumah kamu. kita bisa omongin ini baik-baik ra.. aku kerumah kamu sekarang.” tegas dio lalu dio menutup telphon ku.
”gimana ra?” tanya nino.” ga da jawaban no, dia malah mau kesini no,sekarang aku harus gimana no?” tanya ku kepada nino dengan perasaan bingung 100 %.
”ya sudah ra, bilang saja kamu memang gak bisa jalanin lagi sama dio. jangan sampai kamu kasihan sama dia ra,kamu harus bisa tegas.” jawab nino.
”tapi no...” belum sempat aku menyelesaikan kalimat ku lalu nino memotong pembicaraan ku. ” ra, kamu harus percaya ra sama aku,aku Cuma mau yg terbaik buat kamu ra. aku pamit pulang ra,kamu harus sanggup menyelesaikan masalah ini ra tanpa aku.” lalu nino pun memutuskan untuk kembali pulang.
”nino..”aku memanggil nino sebelum dia naik kemotornya.
“aku percaya ra sama kamu,pasti kamu bisa.” tadinya aku ingin menarik semua keputusan ku untuk membuat nino kembali kepada ku, namun setelah aku mendengar perkaaan nino akupun sadar bahwa aku bukanlah orang bodoh yang terus mempertahankan sesuatu yang membuat aku sakit,mungkin nino benar aku harus memberikan pelajaran kepada dio dan mungkin nino juga benar dengan cara ini dio akan menyadari bahwa dia selama ini telah berubah dan dio yang sekarang akan kembali menjadi dio yang dulu aku kenal dio yang hangat,perhatian dan baik sama aku. akhirnya aku hanya dapat berkata “nino, kamu hati-hati yah dijalan, kalau kamu sudah sampai dirumah jangan lupa kamu hubungin aku.thanks ya you’re my best friends”. nino pun tersenyum,dan aku tidak pernah melihat senyuman nino yang begitu indah.
jam dinding kamarku menunjukan pukul 8 malam tiba-tiba terdengar suara handphon ku dan tertuliskan nama dio disana.panggilan ini dari dio apa yang harus aku katakan. aku pun mulai merasa bingung dan ku coba mengangkat hp ku.
“ halo ra...” aku dengar suara dio yang begitu berat, seolah dia enggan menghubungi ku. “ iya dio..” jawab ku “kamu ada dirumah kan?aku sudah didepan pintu rumah kamu ra.”tegas dio. “apa dio?ka..kamu sudah didepan rumah aku?” mulut ku terasa berat untuk berbicara dan jantung ku berdegup semakin kencang. “iya, aku ada dikamar, aku turun sebentar lagi kamu tunggu aku yah sebentar.” tanpa kata apaun dio langsung menutup telphon nya.
hwa...aku benar-benar gak bisa bergerak, bagaimana ini? dengan langkah kaku aku mulai menuruni anak tangga rumah ku satu per satu sampai tibalah aku didepan pintu rumah ku. dingin semua badan ku tangan ku yang kaku dan bergemetar mulai menggapai daun pintu dan membukanya berlahan seolah pintu rumahku amat sangat berat. saat pintu rumahku terbuka aku melihat sosok lelaki yang mengunakan kemeja hitam dan celana jins berdiri didepan rumahku, berlahan tapi pasti ia menoleh kearah ku, dio... hati ku berdegup kencang memanggil nama nya.
“ dio...maaf kamu sudah lama yah nunggu aku?” tanya ku kaku kepada dio.
“ ra, aku gak akan lama-lama ra, aku Cuma ingin mengembalikan barang pemberian kamu ra, aku gak bisa ra terus menyimpan semua barang pemberian dari kamu. kamu sendiri kan ra yang menginginkan hubungan kita selesai sampai disini, ini ra aku kembalikan barang-barang dari kamu. aku juga hanya ingin mengucapkan terimakasih ra selama ini kamu sudah mau jadi pacar aku. maaf kalau selama aku jadi pacar kamu aku gak pernah buat kamu ngerasa nyaman, ra jujur aku sayang ra sama kamu.”
sumpah dalam hati ku mulai mnyesali perktaan ku kepada dio yang meminta hubungan ku dengan dio berakhir. baru saja aku ingin menarik perkataan ku tiba-tiba aku mendengar suara dio kembali. “ ra, sebenarnya aku sudah lama ra ingin bicara jujur sama kamu, dari awal kamu kenalin aku sama tia sahabat kamu, aku sudah mulai merasa hatiku terbagi dua ra, aku jatuh cinta ra dengan tia sahabat kamu. maaf ra aku tadinya memang ingin memutuskan kamu tapi tia meminta aku untuk tetap menghargai kamu sebagai pacar aku dan menghindari agar aku dan tia tidak terlalu menyakiti kamu ra. maaf ra selama ini aku dah hampir satu tahun ngeduain kamu sama tia ra. aku minta maaf ra.” jelas dio.
aku benar-benar gak bisa berfikir jernih hati ku serasa hancur dan remuk mendengar pengakuan tio,dan aku tidak berhentinya berfikir dan menyalahkan diri sendiri kenapa sih aku harus percaya dengan sahabat ku dan memperkenalkan orang yang aku sayangi kepada sahabatku, dan kenapa sih dengan bodoh nya aku percaya dan menceritakan semua permasalahan ku dengan dio kepada tia, kenapa sih aku salah mengira tia menyukai nino,,, semua pertanyaan itu menambah rasa sakit hati ini,tanpa sadar kuteteskan air mataku.sakit hati ini sudah tidak dapat aku bendung dan yang membuatku makin sakit adalah dio pergi meninggalkanku tanpa penyesalan sedikipun dari matanya.”ra aku pamit pulang ya ra, tia tadi titip salam untuk kamu,dia juga minta maaf ra sama kamu.” lalu dio pun pergi meninggalkan ku sendiri. aku tak tahu apa yang harus aku lakukan aku pun terjatuh duduk lemas dikursi depan rumahku sambil terus memandangi dio yang masuk kedalam mobilnya dan tetap meninggalkan ku tanpa melihat diriku yang menagis terjatuh karna nya. dari sana aku baru menyadari maksud nino membicarakan tia dan dio pada ku. aku hanya terlihat semakin bodoh dimata nino jika aku terus mempertahankan dio. entah setan apa yang merasuki fikiran ku lalu aku menghubungi nino dan meminta dia membantuku membalas kan dendam kepada tia dan dio.
satu bulan setelah kejadian putusnya aku dengan dio,aku sendiri tidak pernah bertegur sapa lagi dengan tia, tia sendiripun tidak pernah sedikitpun menjelaskan apalagi meminta maaf secara langsung kepada ku,bagi ku sakit hati ini ketika melihat mereka berjalan bersama didepanku. dan sandiwaraku dengan nino mulai menguapkan hasil,saat aku bersama dengan nino dan dio mengetahui bahwa nino dan aku memiliki hubungan khusus maka dio mulai bertindak dan dia mulai bertanya kepada ku.
“ra, apa benar kamu dan nino pacaran?” aku pun dengan nada percaya diri yang tinggi menjawab “ iy, aku memang pacaran sama nino, kenapa kamu gak suka? inget ya dio.. kita gak ada hubungan apa-apa lagi, jadi kamu gak perlu ikut campur urusan aku.” setelah aku berbicara seperti itu dengan dio lalu dio pergi meninggalkan aku dengan ekspresi wajah yang kecewa.
aku langsung menemui nino dan bercerita semua yang aku bicarakan dengan dio, lalu nino hanya tersenyum dan bicara pada ku,” ra, kamu sudah bisa buat dio nyesel ra, dendam kamu sudah terbalas ra.” aku heran dan masih bingung dengan apa yang nino bicarakan.” maksud kamu no?aku gak ngerti, dio itu hanya penasaran lagi no sama hubungan kita dan aku rasa ini malah awal dari balas dendam aku no.” jawab aku, “ kamu salah ra, semalam tia telephon aku, dia minta aku putusin kamu, dia cerita semua nya sama aku ra, selama kita jadian aku mancing-mancing tia agar dia mau ninggalin dio hanya untuk aku, dan aku berhasil ra. ternyata selama ini tia memang suka ra sama aku, dan dia merebut dio dari kamu karena tia melihat aku lebih dekat dengan kamu dibanding dia ra, dan dia berfikir aku cinta ra sama kamu.” aku kaget mendengar pengakuan nino, lalu aku mencoba memperjelas nya.” maksud kamu selama ini tia jadian dengan dio dibelakang aku karena di dendam kamu lebih dekat sama aku dibanding dengan dia?” lalu nino hanya tersenyum dan berkata, “ walau sampai kapan pun ra, aku gak akan seperti dio yang akan ninggalin kamu Cuma untuk wanita lain, apa lagi wanita itu sahabat kamu ra.” tegas nino.”maksud kamu no?”. nino tesenyum lalu mendekat dan mencium keningku sambil berbisik “ karena kamu sahabatku dan kamu adalah pacarku”.aku terkejut karena aku baru sadar bahwa ini bukan sandiwara dan nino sudah lama memendam perasan nya dengan ku dan nino selalu berusaha menjagaku agar aku tidak terluka. nino, terimakasih yah,, kamu memang sahabatku dan pacarku.
tak terasa 1 tahun berlalu, aku dan nino akhirnya benar-benar menjalin hubungan, kami pacaran,,, hahaha,, aku bahagia sekali apa algi saat aku tahu dio dan tia putus. dan parahnya lagi tia memutuskan hubungannya dengan dio hanya karna nino. dan dio tetap berusaha merebut aku dari nino, namun aku tahu nino akan selalu menjaga ku dan aku tidak akan meninggalkan nino karena aku sadar bahwa nino lah orang yang selama ini mencintai aku.satu pelajaran yang penting adalah hukum karma berlaku dan jangan pernah terlalu percaya walau dengan sahabatmu sendiri.

chat with me... d^0^b

Mengenai Saya

Foto saya
JAKARTA, JAKARTA SELATAN, Indonesia
aku adalah seseorang yang cinta sekali dengan menulis, walapun pemula menulis bagi ku adalah cara mengekspresikan diri ku kepda orang lain, karena dengan menulis banyak hal yang akan kita berikan kepada orang lain yang membacanya terutama tulisan yang dapat memberikan manfaat bagi semua pembacanya...