Jumat, 20 Mei 2011

“SAHABAT KU, PACAR KU” - by: ME.. HILDA AKBARIAN -

“SAHABAT KU, PACAR KU”
sore ini pukul 4 sudah, hampIr 2 jam aku menunggu tetap tidak ada tanda-tanda kedatangan nya, aku ara, aku adalah mahasiswi smester 2 salah satu universitas negri di Jakarta. hari sabtu ini seperti biasa aku menunggu kedatangan dio, yah dio adalah pacarku dari aku kelas 2 SMA lalu. hubungan ku dengan dio sudah hampir 3 tahun berjalan, namun hubungan ku dengan dio malah semakin memburuk . aku juga memiliki seorang sahabat bernama nino, nino adalah sahabat ku yang ku kenal dari aku masih duduk di bangku sekolah dasar. nino selalu menasehati ku untuk mengakhiri hubungan ku dengan dio, entah apa alasannya nino selalu ingin agar aku lepas dari dio. karena menurut nino dio tidak pernah serius menjalani hubungan nya dengan aku, memang nino selalu berkata,
“ ra, udah deh mendingan kamu putus aja sama dio, masih banyak cowok yang lebih baik dari dio.” aku hanya dapat menghela nafas dan berkata “ hufh..no, kamu kenapa sih?? ada hal yang kamu ketahui tapi kamu sembunyiin yah dari aku?” lalu nino menatap ku dan hanya dapat terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya.jika aku mengingat perkataan nino itu, aku selau berfikir bahwa nino hanya khawatir terlalu berlebih kepada ku. memang kuakui kenyataannya hubungan ku dengan dio semakin lama semakin memburuk ditambah lagi rasa cuek dio kepada ku. sedikitpun dio tidak pernah perhatin kepadaku, apapun yang terjadi kepada ku baik itu hal yang menyenangkan atau hal yang paling menyedihkan sekali pun hanya nino yang menemaniku dan dio? dio tidak penah terbuka kepada ku.
semakin aku menunggu semakin sering aku melihat handphone ku, berharap dio menghubungiku, aku tidak penah menguhubungi dio,selalu saja menunggu dio yang menghubungiku. alasan ku menunggu dio terlebih dahulu yang menghubungiku karena aku selalu dinasehati oleh tia sahabat ku selama aku kuliah di universitas ini, tia adalah sahabat ku yang aku kenal dari aku semester 1, dia penah menasehati ku agar aku tidak menguhungi dio samapai dio memulai untuk menghubungiku, alasan tia menyuruh ku melakukan itu karena kata tia dia ingin membuat dio memperhatikanku dengan dio menghubungiku secara duluan dibanding aku menhubungi dio duluan maka itu sudah menunjukan dio memperhatikan aku.
yah memang awalanya aku menuruti nasihat tia namun entah mengapa aku tidak sanggup menunggu terlalu lama dio menhubungiku, karena dio tidak akan penah menguhungiku sebelum aku menghubunginya terlebih dahulu.
benar sudah 2 jam lebih aku menunggu namun dio tidak kunjung tiba akhirnya aku memutuskan untuk mulai mnguhubungi dio.
“tuut…tuut…tuut….tuut…tuut..tuut..” tiba-tiba teleponnya terputus. ”hufh” aku menghela nafas ku dan aku mencoba berfikir kembali mungkin dio lagi dijalan dan akan kuhubungi lagi nanti. 15 menit berselang aku mencoba menghubungina kembali.
” tuut..tuut...tuut...tuut... halo,,,” terdengar suara dio diujung sana.
“ halo ay kamu dimana? “ tanya aku ke dio.
dengan suara yang berisik dio berkata “ maaf ay, aku ga bisa datang kerumah kamu.” jawab dio, aku merasakan jawaban dio yang terlalu datar untuk ku, tanpa alasan apapun dio langsung menutup telpon nya. “ ay, maaf yah aku lagi dijalan nich nanti aku hubungi kamu lagi ya.” tiba-tiba “ tut..tut..tut..............” terputus sudah komunikasi kami.
aku hanya dapat terdiam dan memikirkan kenapa dio berubah,awal kami bersama, dio adalah orang yang hangat dan menyenangkan namun setelah satu tahun kami bersama aku mulai merasa perubahan yang sangat besar terhadap dio, dio yang biasanya menghubungiku dan mengajak ku jalan kini mulai sibuk dengan urusannya sendiri,entah apa yang ia lakukan akupun tak tahu, terlebih lagi dio adalah orang yang sangat tertutup.
aku mungkin adalah satu-satunya wanita bodoh yang masih mau mempertahankan hubungan ini, tapi jika teman-teman ku mau mngerti aku sangat menyayangi dio maka mereka tidak akan menyuruhku memutuskan dio.
mungkin karena hatiku sangat sedih tanpa sadar aku menghubungi nino sahabat ku,,
“ halo ra,,ra,,,ra!! kamu kenapa si ra?? kamu nelfon aku tapi kamu gak ngomong sepatah kata pun.” terdengar suara nino dari telphon ku. tanpa sadar air mata ku menetes dan aku mulai menangis ditelphon.
“ ra, kamu nangis??” tanya nino. aku hanya dapat menagis dan tidak bebicara sepatah kata pun. lalu nino kembali bebicara ” ra kamu dimana sekarang? dirumah?” tanya nino. aku tidak sanggup menjawab pertanyaan nino.
”ra...ra...ra!!! kamu jawab aku dong ra,kamu jangan bikin aku panik!” bentak nino ditelphon, aku tak tahu apa yang sebenarnya harus aku katakan lalu nino menutup telphon nya dan aku mulai menagis tanpa menhiraukan nino yang mungkin marah karena aku tidak mau menjawab nya. tiba-tibaterdengar suara telphon dirumah ku, ”kring...kring,,,,kring,,, halo.. oh den nino, iya den neng ara ada den dirumah ada apa ya den? sepertinya non ara sedang menunggu den dio datang den. perlu saya panggilkan non aranya den?” tanya ijah pembantuku kepada nino. entah apa jawaban nino yang aku tahu ijah menutup telphonnya dan dia menghampiriku untuk berkata,
” maaf non, tadi den nino telphon sepertinya ada hal penting karena den nino terdengar sangat panik non,tapi pas saya tanya den nino tidak menjawab apa-apa.” ujar ijah kepada ku. dan ijah yang melihat ku menangis menatrap ku dengan wajah bingung namun ia sepertinya tidak berani bertanya kepada ku. dan aku yang mendengar perkatan ijah hanya terdiam dan tetap meneteskan air mata.
tiba-tiba aku mendengar suara motor nino didepan rumah ku, benar saja selang 20 menit dari aku menelephon nino dan nino sudah ada didepan rumah ku. ijah berkata kepada ku ” loh non, itu bukannya den nino, sepertinya baru 5 menit yang lalu den nino menelepon kerumah deh non, kenapa sudah sampai yah?pasti den nino terburu-buru sekali deh non.” dan aku menatap ijah lalu aku berfikir kenapa nino begitu panik? ujar ku dalam hati. rupanya nino menelephon kerumahku saat dia dalam perjalanan kerumahku, memang dari rumahku ke rumah nino hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk tiba, tapi aku benar-benar tidak dapat menduga nino sampai dirumahku hanya dalam waktu 20 menit.
tanpa fikir panjang nino turun dari motornya dan berlari sangat kencang menuju tempat aku berdiri, ” ra, kamu ga apa-apa?” aku menghapus air mataku dan mencoba tersenyum kepada nino, dan aku masuk kedalam rumah tanpa menyapa nino, namun bagi nino senyuman ku hanya terlihat memaksa untuk mnutupi rasa sedih ku.
dan ijah pembantuku menyuruh nino untuk masuk, ” mari den nino silahkan masuk.” ujar ijah, lalu aku mendengar helaan nafas nino. ”hufh... iya mba trimaksih” lalu nino mengikutiku masuk kedalam rumah.
setengah jam berlalu aku masih tetap terdiam dan nino hanya dapat memandangku, nino sangat hapal dengan sifat ku yang selalu diam saat aku terkena masalah. nino juga mengerti aku tidak akan mau bebicara jika suasana hati ku masih dalam keadaan tidak stabil.
tiba-tiba ijah datang lalu dia meletakan 2 gelas sirup jeruk dan makanan kecil didepan meja untuk aku dan nino, ” silahkan diminum airnya den nino dan non ara.” lalu ijah kembali ke belakang untuk mnyelesaikan pekerjaannya.
aku merasa lebih baik dan mungkin aku dapat mulai bercerita dengan nino, aku memulai pembicaraan.
” nino, maaf yah aku dah ngebuat kamu nunggu, maaf juga aku dah buat kamu khawatir.” ujar ku.nino menatap ku dan dia pun berkata ” dio? pasti ini karena dio?” tanya nino lantang kepada ku.”kenapa sih setiap kamu menangis semua karena dio? ra, aku tuh ga suka kalau kamu nagis cuma karena dio!, udah deh ra lebih baik kamu putusin aja dio!” aku kaget mendengar nino membentak ku. dan aku kembali meneteskan air mataku, aku memang orang yang paling tidak bisa dibentak, dari kecil aku memang anak yang manja dan anak yang mudah menangis.
” maaf ,ra aku ga bermaksud ngebentak kamu,” ujar nino.
” no, aku tahu aku bodoh, aku sayang no sama dio, kamu tau kan no aku sayang banget sama dio, dan kamu juga tau dio itu pacar pertama aku, kamu kan tau no aku belum pernah pacaran dan aku baru pertama kali pacaran dan dio adalah pacar pertama aku.” jawab ku ke nino.
” tapi ra, itu bukan alasan yang logis buat aku. kamu kan masih bisa cari yang lebih baik dari dio untuk kamu jadiin pacar ra.” nino membalas jawaban ku.
”no, gak gampang buat aku ngelupain orang yang sudah lama ada dihati aku terlebih lagi dia yg pertama buat aku.”
nino terdiam dan dia mulai menatap ku. kami kembali terdiam terpaku tanpa pembicaraan. setelah 10 menit berlalu dio memulai kembali pembicaraan.” ra, jadi sekarang mau kamu apa?, apa yang akan kamu lakukan kedepannya dengan dio?”
tak pernah terpikir oleh ku apa yang harus aku lakukan, aku mencoba berfikir dan aku melihat nino yang sepertinya kecewa dengan aku yang tak pernah bisa tegas.
”aku memang gak tahu apa yang harus aku lakukan, tapi no, kamu bisa kan no bantu aku mencari jalan keluarnya, agar dio bisa seperti dulu?” tanya aku kepada nino.
” ok.. sebenarnya ini hanya saran aku untuk kamu ra, ini juga kalau kamu mau terima.”
”apa no? selama itu bisa membuat dio kembali seperti dulu aku mau no.” jawab ku.
“bodoh” nino meledek ku. “ kamu bodoh ra, kenapa si kamu mau melakukan apa saja hanya untuk membuat nino kembali kekamu!” ucap nino.
“ kembali?” aku mnenegaskan lagi apa yang nino ucapkan. kenapa nino berucap kembali apakah memang dio punya pacar lagi selain aku dan meninggalkan aku?tanya ku sendiri dalam hati ku.“ iya, kembali. aku gak mau ngeliat kamu sedih ra, aku minta kamu jangan bertindak bodoh ya ra.”
“ apa sih maksud kamu no?” tanya aku kembali.” aku gak akan ngelepasin dio hanya untuk orang lain, sebelum dio ngelepasin aku!”. bentak aku ke nino.
“ ok ra, kalau memang itu mau kamu.”
”ya udah terus apa saran kamu ke aku no..”
” kita,,,, ” jawab nino.” kita kenapa no?” tanya aku.
” tapi kamu jangan marah,ini hanya saran ku saja ra, kalau kamu mau kamu bisa terima saran aku ra.” ujar dio.
” iya dio...kamu tuh ribet banget yah” ledek aku.
” gimana ra kalau kita pacaran ajah, kamu putusin dulu dio, kita buat dio nyesel karna terlalu cuek sama kamu. bagaimana ra menurut kamu, aku tahu ini ide tergila yang pernah aku cetuskan ke kamu.” jawab nino yang secara perlahan mnundukan kepalanya.
aku yang tanpa berfikir panjang lagi demi membuat dio kembali kepada ku menyetujui saran nino.
”ok no, tapi Cuma untuk dio kan no??” tegas aku kepada nino.
“iy ra, aku janji” tegas nino. dan akhirnya kita memulai sandiwara itu, “ra, kamu sekarang telphon dio dan kamu harus bisa mutusin dio didepan aku ra.” tegas nino.
“tapi no, apa aku harus mutusin dio sekarang?”
“bukannya lebih baik sekarang ra kamu mutusin dio,lebih cepat lebih baik kan ra?” tio mencoba meyakinkan ku.” apa aku harus cerita ini sama tia no?” nino menjawab “tia?kamu masih sering bareng sama tia ra??tia tau masalah kamu sama dio ra?”
“iya lah tia pasti tau no, aku kan deket banget sama tia, aku pernah kenalin tia dengan dio no, bahkan aku pernah meminta tia mendekati dio untuk mengetes dio no, tapi rencana ku gagal no, dio gak ngebales tia no, angkat telphonnya aja enggak.” ujar aku.
“kamu tuh terlalu percaya sama tia ra, kamu ga takut tia beneran jalan sama dio?”
”ya enggak lah no, aku kan tau tia,dia kan suka nya sama kamu no.” tegas ara. lalu nino hanya menggelengkan kepalanya tanpa aku tahu apa maksud dari tindakan nino itu. ” ya udah deh ra, sekarang cepat kamu hubungin dio dan minta putus sama dio”.
lalu aku mengankat handphonku dan mencoba menghubungi dio.
”tuut,,tuut,,tuut,, halo..” terdengar suara dio aku mulai gugup dan tak bisa berkata-kata, tapi nino mndorongku untuk terus berbicara.
”halo,, ra,,, kenapa diam saja ra?kamu dengar aku kan ra?” tanya dio.
”iyah dio, maaf.. aku... aku,, ” aku benar-benar gugup dalam hati ku aku merasa sangat bodoh karena hal ini.
”kamu kenapa ra?” tanya dio.
” aku....” hayo ara cepa katakan seolah nino memberikan isyrat agar aku cepat-cepat berkata putus dengan dio. akhirnya pun aku menarik nafas panjang dan mencoba berbicara dengan dio.
” dio, aku..aku mau kita putus!!!” dengan nada membentak dan dengan seluruh kekuatan yang aku punya akhirnya kata putus itu terucap dari bibir ku.
saat itu aku melihat wajah nino yang tersenyum lebar seolah menggambarkan rasa yang begitu dalam.
”kamu kenapa ra?, kamu marah aku gak kerumah kamu. kita bisa omongin ini baik-baik ra.. aku kerumah kamu sekarang.” tegas dio lalu dio menutup telphon ku.
”gimana ra?” tanya nino.” ga da jawaban no, dia malah mau kesini no,sekarang aku harus gimana no?” tanya ku kepada nino dengan perasaan bingung 100 %.
”ya sudah ra, bilang saja kamu memang gak bisa jalanin lagi sama dio. jangan sampai kamu kasihan sama dia ra,kamu harus bisa tegas.” jawab nino.
”tapi no...” belum sempat aku menyelesaikan kalimat ku lalu nino memotong pembicaraan ku. ” ra, kamu harus percaya ra sama aku,aku Cuma mau yg terbaik buat kamu ra. aku pamit pulang ra,kamu harus sanggup menyelesaikan masalah ini ra tanpa aku.” lalu nino pun memutuskan untuk kembali pulang.
”nino..”aku memanggil nino sebelum dia naik kemotornya.
“aku percaya ra sama kamu,pasti kamu bisa.” tadinya aku ingin menarik semua keputusan ku untuk membuat nino kembali kepada ku, namun setelah aku mendengar perkaaan nino akupun sadar bahwa aku bukanlah orang bodoh yang terus mempertahankan sesuatu yang membuat aku sakit,mungkin nino benar aku harus memberikan pelajaran kepada dio dan mungkin nino juga benar dengan cara ini dio akan menyadari bahwa dia selama ini telah berubah dan dio yang sekarang akan kembali menjadi dio yang dulu aku kenal dio yang hangat,perhatian dan baik sama aku. akhirnya aku hanya dapat berkata “nino, kamu hati-hati yah dijalan, kalau kamu sudah sampai dirumah jangan lupa kamu hubungin aku.thanks ya you’re my best friends”. nino pun tersenyum,dan aku tidak pernah melihat senyuman nino yang begitu indah.
jam dinding kamarku menunjukan pukul 8 malam tiba-tiba terdengar suara handphon ku dan tertuliskan nama dio disana.panggilan ini dari dio apa yang harus aku katakan. aku pun mulai merasa bingung dan ku coba mengangkat hp ku.
“ halo ra...” aku dengar suara dio yang begitu berat, seolah dia enggan menghubungi ku. “ iya dio..” jawab ku “kamu ada dirumah kan?aku sudah didepan pintu rumah kamu ra.”tegas dio. “apa dio?ka..kamu sudah didepan rumah aku?” mulut ku terasa berat untuk berbicara dan jantung ku berdegup semakin kencang. “iya, aku ada dikamar, aku turun sebentar lagi kamu tunggu aku yah sebentar.” tanpa kata apaun dio langsung menutup telphon nya.
hwa...aku benar-benar gak bisa bergerak, bagaimana ini? dengan langkah kaku aku mulai menuruni anak tangga rumah ku satu per satu sampai tibalah aku didepan pintu rumah ku. dingin semua badan ku tangan ku yang kaku dan bergemetar mulai menggapai daun pintu dan membukanya berlahan seolah pintu rumahku amat sangat berat. saat pintu rumahku terbuka aku melihat sosok lelaki yang mengunakan kemeja hitam dan celana jins berdiri didepan rumahku, berlahan tapi pasti ia menoleh kearah ku, dio... hati ku berdegup kencang memanggil nama nya.
“ dio...maaf kamu sudah lama yah nunggu aku?” tanya ku kaku kepada dio.
“ ra, aku gak akan lama-lama ra, aku Cuma ingin mengembalikan barang pemberian kamu ra, aku gak bisa ra terus menyimpan semua barang pemberian dari kamu. kamu sendiri kan ra yang menginginkan hubungan kita selesai sampai disini, ini ra aku kembalikan barang-barang dari kamu. aku juga hanya ingin mengucapkan terimakasih ra selama ini kamu sudah mau jadi pacar aku. maaf kalau selama aku jadi pacar kamu aku gak pernah buat kamu ngerasa nyaman, ra jujur aku sayang ra sama kamu.”
sumpah dalam hati ku mulai mnyesali perktaan ku kepada dio yang meminta hubungan ku dengan dio berakhir. baru saja aku ingin menarik perkataan ku tiba-tiba aku mendengar suara dio kembali. “ ra, sebenarnya aku sudah lama ra ingin bicara jujur sama kamu, dari awal kamu kenalin aku sama tia sahabat kamu, aku sudah mulai merasa hatiku terbagi dua ra, aku jatuh cinta ra dengan tia sahabat kamu. maaf ra aku tadinya memang ingin memutuskan kamu tapi tia meminta aku untuk tetap menghargai kamu sebagai pacar aku dan menghindari agar aku dan tia tidak terlalu menyakiti kamu ra. maaf ra selama ini aku dah hampir satu tahun ngeduain kamu sama tia ra. aku minta maaf ra.” jelas dio.
aku benar-benar gak bisa berfikir jernih hati ku serasa hancur dan remuk mendengar pengakuan tio,dan aku tidak berhentinya berfikir dan menyalahkan diri sendiri kenapa sih aku harus percaya dengan sahabat ku dan memperkenalkan orang yang aku sayangi kepada sahabatku, dan kenapa sih dengan bodoh nya aku percaya dan menceritakan semua permasalahan ku dengan dio kepada tia, kenapa sih aku salah mengira tia menyukai nino,,, semua pertanyaan itu menambah rasa sakit hati ini,tanpa sadar kuteteskan air mataku.sakit hati ini sudah tidak dapat aku bendung dan yang membuatku makin sakit adalah dio pergi meninggalkanku tanpa penyesalan sedikipun dari matanya.”ra aku pamit pulang ya ra, tia tadi titip salam untuk kamu,dia juga minta maaf ra sama kamu.” lalu dio pun pergi meninggalkan ku sendiri. aku tak tahu apa yang harus aku lakukan aku pun terjatuh duduk lemas dikursi depan rumahku sambil terus memandangi dio yang masuk kedalam mobilnya dan tetap meninggalkan ku tanpa melihat diriku yang menagis terjatuh karna nya. dari sana aku baru menyadari maksud nino membicarakan tia dan dio pada ku. aku hanya terlihat semakin bodoh dimata nino jika aku terus mempertahankan dio. entah setan apa yang merasuki fikiran ku lalu aku menghubungi nino dan meminta dia membantuku membalas kan dendam kepada tia dan dio.
satu bulan setelah kejadian putusnya aku dengan dio,aku sendiri tidak pernah bertegur sapa lagi dengan tia, tia sendiripun tidak pernah sedikitpun menjelaskan apalagi meminta maaf secara langsung kepada ku,bagi ku sakit hati ini ketika melihat mereka berjalan bersama didepanku. dan sandiwaraku dengan nino mulai menguapkan hasil,saat aku bersama dengan nino dan dio mengetahui bahwa nino dan aku memiliki hubungan khusus maka dio mulai bertindak dan dia mulai bertanya kepada ku.
“ra, apa benar kamu dan nino pacaran?” aku pun dengan nada percaya diri yang tinggi menjawab “ iy, aku memang pacaran sama nino, kenapa kamu gak suka? inget ya dio.. kita gak ada hubungan apa-apa lagi, jadi kamu gak perlu ikut campur urusan aku.” setelah aku berbicara seperti itu dengan dio lalu dio pergi meninggalkan aku dengan ekspresi wajah yang kecewa.
aku langsung menemui nino dan bercerita semua yang aku bicarakan dengan dio, lalu nino hanya tersenyum dan bicara pada ku,” ra, kamu sudah bisa buat dio nyesel ra, dendam kamu sudah terbalas ra.” aku heran dan masih bingung dengan apa yang nino bicarakan.” maksud kamu no?aku gak ngerti, dio itu hanya penasaran lagi no sama hubungan kita dan aku rasa ini malah awal dari balas dendam aku no.” jawab aku, “ kamu salah ra, semalam tia telephon aku, dia minta aku putusin kamu, dia cerita semua nya sama aku ra, selama kita jadian aku mancing-mancing tia agar dia mau ninggalin dio hanya untuk aku, dan aku berhasil ra. ternyata selama ini tia memang suka ra sama aku, dan dia merebut dio dari kamu karena tia melihat aku lebih dekat dengan kamu dibanding dia ra, dan dia berfikir aku cinta ra sama kamu.” aku kaget mendengar pengakuan nino, lalu aku mencoba memperjelas nya.” maksud kamu selama ini tia jadian dengan dio dibelakang aku karena di dendam kamu lebih dekat sama aku dibanding dengan dia?” lalu nino hanya tersenyum dan berkata, “ walau sampai kapan pun ra, aku gak akan seperti dio yang akan ninggalin kamu Cuma untuk wanita lain, apa lagi wanita itu sahabat kamu ra.” tegas nino.”maksud kamu no?”. nino tesenyum lalu mendekat dan mencium keningku sambil berbisik “ karena kamu sahabatku dan kamu adalah pacarku”.aku terkejut karena aku baru sadar bahwa ini bukan sandiwara dan nino sudah lama memendam perasan nya dengan ku dan nino selalu berusaha menjagaku agar aku tidak terluka. nino, terimakasih yah,, kamu memang sahabatku dan pacarku.
tak terasa 1 tahun berlalu, aku dan nino akhirnya benar-benar menjalin hubungan, kami pacaran,,, hahaha,, aku bahagia sekali apa algi saat aku tahu dio dan tia putus. dan parahnya lagi tia memutuskan hubungannya dengan dio hanya karna nino. dan dio tetap berusaha merebut aku dari nino, namun aku tahu nino akan selalu menjaga ku dan aku tidak akan meninggalkan nino karena aku sadar bahwa nino lah orang yang selama ini mencintai aku.satu pelajaran yang penting adalah hukum karma berlaku dan jangan pernah terlalu percaya walau dengan sahabatmu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for comment... b^_^d

chat with me... d^0^b

Mengenai Saya

Foto saya
JAKARTA, JAKARTA SELATAN, Indonesia
aku adalah seseorang yang cinta sekali dengan menulis, walapun pemula menulis bagi ku adalah cara mengekspresikan diri ku kepda orang lain, karena dengan menulis banyak hal yang akan kita berikan kepada orang lain yang membacanya terutama tulisan yang dapat memberikan manfaat bagi semua pembacanya...