“ RAYA SARANG HAE.. “
suasana dingin menyelimuti malam itu, seolah menggambarkan perasaan Raya saat itu. “ Raya apa kau siap?” tanya lelaki di sampingnya sekali lagi. Seakan memberi kesempatan pada Raya untuk merubah keputusannya. Tapi gadis itu menggeleng pelan meski kakinya tidak juga bergerak melangkah.
Doldam Street, tempat raya dan kimhyun oppa berdiri tepat diujung jalan itu. Wajah raya terlihat ragu. Ia tahu, ia tak boleh percaya takhayul. Tapi perkataan teman-temannya membuat raya diserang keingin tahuan yang begitu besar. “Apa benar kisah cintaku dengan kimhyun oppa akan berakhir jika kami melewati jalan ini?” gumannya dalam hati. Karena rasa penasaran yang terus menyerang, akhirnya ia mengajak kekasihnya itu menyusuri jalan yang dianggap terkena kutukan. Agar ia tahu, apakah cinta mereka seabadi yang ada di dalam pikirannya.
Sepanjang perjalanan menelusuri doldam street, mata raya tak berhenti menatap wajah kimhyun oppa yang terlihat begitu dingin, kimhyun oppa pun menarik dan mengenggam erat tangan raya untuk menelusuri jalan ini, tanpa ada sedikitpun kata lagi keluar dari mulutnya.
Akhirnya jalan itu telah mereka lewati, sepertinya raya sendiri tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti dengan hubungannya bersama kimhyun oppa, raya kembali menatap wajah kimhyun oppa, raya melihat kimhyun oppa yang hanya terdiam tertunduk, tanpa ia ketahui apa yang saat ini difikirkan oleh kimhyun oppa, tiba-tiba ia mendengar kimhyun oppa sedang menghela nafasnya, ”hufh...” kembali raya melihat wajah kimhyun oppa dan ia menatap kembali raya. Terlihat jelas kegelisahan diwajah raya seolah takut untuk bertanya.” Bodoh...” kata itu keluar begitu saja dari mulut kimhyun oppa. ”bodoh? kenapa kamu bilang aku bodoh?” raya pun bertanya dengan nada sedikit kesal.
Namun terlihat jelas bahwa kimhyun oppa tak sama sekali menghiraukan pertanyaan raya, bahkan ia pergi meninggalkan raya dengan wajah risau nya. Raya terlihat begitu risau, dalam hati pun ia berkata “apakah secepat ini efek yang ditimbulkan dari takhayul itu? aku tak dapat berkata apa-apa lagi.” Lalu terlihat kimhyun oppa menghentikan langkahnya dan seraya berkata,
“ Malam ini begitu dingin, bisakah kau berjalan lebih cepat. Aku tidak ingin melihatmu sakit karena kedinginan.” ujar nya yang mengejutkan lamunan raya. Kemudian ia berjalan kembali menghampiri raya dan ia menarik tangan gadis itu untuk segera meninggalkan tempat itu.
sepanjang perjalanan pulang, kimhyun oppa pun terlihat tak sama sekali mengeluarkan sepatah kata pun pada raya, begitu pula dengan raya seolah tak berani berkata apapun padanya. Hening sekali suasana saat itu, tiba-tiba terdengar suara HP kimhyun oppa yang berdering memecahkan keheningan malam itu. Tertulis sebuah nama disitu “jieun” ya, telfon itu dari jieun.
“ annyeonghaseyo ” terdengar ia mengangkat telfonnya. Jieun adalah salah seorang teman sekelas kimhyun oppa, banyak teman-teman kimhyun oppa berkata bahwa jieun menyukai kimhyun oppa.
Hal itu cukup membuat raya terlihat begitu terkejut seolah merasakan sesak yang begitu dalam di dada nya, “eotteokhajyo, apa yang harus aku lakukan, aku sangat mengenal kimhyun oppa, ia tidak pernah sama sekali mengangkat telfon dari jieun di hapdapan ku.” Dalam hati raya pun bergumam kemudian kimhyun oppa pun menatap kearah raya seolah membenarkan apa yang terjadi, raya pun tertunduk dan tak berani menatap kimhyun oppa. 10 menit berlalu, akhirnya kimhyun oppa pun menutup telfonnya.
“ Siapa?” terdengar suara raya yang memberanikan dirinya untuk bertanya, seolah ia tidak tahu siapa yang baru saja menghubungi kimhyun oppa. Terlihat jelas raya sangat kecewa, karena raya hapal betul sifat kimhyun oppa yang tak pernah sama sekali berbicara begitu hangat kepada wanita lain selain dirinya. raya seolah tak kuasa menahan air matanya, tapi ia mencoba tetap menahan air mata nya itu.
“ kenapa?” terdengar suara kimhyun oppa yang justru balik bertanya kepadanya. Mendengar kimhyun oppa balik bertanya kepadanya maka raya pun terlihat sangat kesal. “ Aku bertanya, untuk mendapat jawaban, bukan bertanya untuk mendapat pertanyaan dari mu.” Dengan nada sedikit keras dan terdengar agak membentak raya menjawab pertanyaan itu. “ jieun.. aku tak perlu menjawab, kau sudah mendengarnya, kau mendengar aku menyebut nama nya.” Jawab kimhyun oppa kepada raya seolah membenarkan bahwa jieun yang menelfonnya tadi. hal itu membuat raya menghentikan langkahnya, terlihat raya tak kuasa menahan air matanya dan seraya berucap,
“ 20 menit, 20 menit yang lalu aku dan dirimu melewati doldam street, aku hanya ingin memastikan kebenaran takhayul itu, aku mengajakmu hanya untuk membuktikan apakah takhayul itu benar adanya, tapi... “ belum selesai raya berucap terdengar kimhyun oppa memutuskan pembicaraannya. kimhyun oppa pun berhenti dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari raya sekitar 1 meter di hadapan raya berdiri.
“ menyesal..” Mendengar perkataan kimhyun oppa padanya, raya dengan wajah tertunduk mencoba mengangkat wajah nya melihat kearah kimhyun oppa yang berdiri membelakangi raya. Terlihat jelas raya tak lagi dapat menahan air mata yang jatuh menetes di kedua pipi nya itu.
“ sebelum 20 menit itu, aku bertanya kepadamu, aku berusaha mencegah mu. Berusaha merubah jalan fikiranmu yang menganggap hubungan kita hanya sebuah bahan untuk percobaan dari rasa penasaranmu.” raya begitu terkejut ketika ia mendengar kimhyun oppa berkata seperti itu padanya.
“ oppa.....” raya memanggil pria itu dengan suara bergetar karena ia berusaha keras menahan rasa sedihnya, lalu ia menghampiri kimhyun oppa dan memeluk nya dengan erat.
“ Kenapa? kenapa kamu bertindak seperti orang yang bodoh, kenapa kamu menjadikan hubungan kita sebagai kelinci percobaan mu, kenapa kamu bertindak seolah tidak percaya akan perasaan ku padamu raya..” terlihat kimhyun oppa melepaskan pelukan raya dan berbalik kearahnya, dia mengusap airmata raya. Tatapannya begitu dalam, raya pun tak sanggup membalas pandangan kimhyun oppa ia bahkan tak tahu apa yang harus ia lakukan. “ maaf..maafkan aku oppa...” raya hanya dapat berucap maaf dan kembali memeluk kimhyun oppa yang terlihat begitu kecewa karenanya.
pagi ini, adalah hari pertama setelah mereka melewati jalan itu. Kejadian semalam adalah hal terbodoh yang pernah raya lakukan selama hidupnya, raya sadar telah membuat kimhyun oppa kecewa atas perbuatannya karena semalam terlihat jelas rasa kekecewaan dari wajahnya.
kimhyun oppa adalah sosok pria yang dingin, ia tidak pernah berbicara banyak kepada orang lain, bahkan kepada pacarnya sendiri, itu sebabnya raya tidak pernah tahu bahwa ia tidak pernah setuju oleh keputusan raya melewati jalan itu.
raya terlihat duduk menyendiri di kantin sekolah seperti ada sesuatu yang ia fikirkan mengenai kimhyun oppa. Tiba-tiba terdengar suara minam sahabat raya memanggilnya.
“raya,, bagaimana raya? kamu sudah melewatinya bersama kimhyun oppa?” tanya minam kepada raya. raya pun tersenyum, tapi terlihat bagaikan sebuah senyuman yang terpaksa ia lakukan hanya untuk menutupi resah dalam hatinya.
“ kenapa raya? jangan-jangan... takhayul itu benar? kalian putus? kamu putus dengan kimhyun oppa raya?” tanya minam dengan nada yang cukup keras yang seolah membuat seluruh sekolah mendengar perkataannya itu.
“ apa ? kamu sudah putus raya? pantas saja kimhyun oppa menerima telfonku dengan hangat semalam.. hahahahaha.. “ tiba-tiba suara jieun mengagetkan raya dan minam yang saat itu sedang berbincang mengenai dirinya dan kimhyun oppa.
“ti..ti..tidak... itu bohong... aku dan kimhyun oppa baik-baik saja, aku masih berhubungan dengannya..” jelas raya yang tak kalah berteriak untuk membantah ucapan jieun yang sudah sangat jelas mengharapkan putusnya raya dan kimhyun oppa.
“oh... sangat disayangkan, jika aku jadi kamu raya, aku tidak akan pernah mengajak kimhyun oppa melalui jalan itu.. nanti aku putus lagi dengannya.. ups.. aku benarkan? aku rasa kimhyun oppa memang tidak menyukaimu raya, buktinya ia sangat dingin dengan mu.” kembali jieun meledekku.
raya terlihat begitu terpojokan oleh pernyataan pendapat yang jieun ungkapkan kepadanya. “ia memang selalu bersikap dingin dengan orang lain bahkan terkadang dengan ku walaupun aku adalah pacarnya, tapi kenapa dengan jieun dia bisa bersikap sehangat semalam? ada apa sebenarnya? memang ku akui selama hampir 2 tahun kami berpacaran kimhyun oppa tak pernah sama sekali mengungkapkan cintanya kepada ku. jangankan cinta, berucap menyukaiku saja tidak pernah. jika ia bersikap sebaliknya mungkin aku tidak akan mencoba melewati doldam street bersamanya” raya pun bergumam dalam hatinya.
“raya... kamu dengarkan apa yang aku katakan? semalam kimhyun oppa begitu hangat menerima telfon ku, bahkan hari ini kami berangkat bersama kesekolah.” ujar jieun mencoba membuat hati raya semakin gusar akan hadirnya.
“aku baik-baik saja dengannya.. jadi aku mohon jangan berkata hal yang tidak benar.” bentak raya kepada jieun yang saat itu memnag sudah sangat keterlaluan membuat hati raya menjadi begitu panas.
tidak berhenti samapai disitu, jieun pun masih saja berucap perkataan yang membuat hati raya semakin sakit ketika raya dan minam beranjak pergi meninggalkan jieun.
“ aku? berbohong? tidak raya, buktinya jika kalian baik-baik saja kenapa kimhyun oppa mau mengangkat telfon ku? biasanya ia selalu menghiraukan telfon dari ku. tidak hanya itu, hari ini kami berangkat bersama ke sekolah. dan kimhyun oppa sendiri yang berkata bahwa kalian sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. apa itu masih belum cukup membuktikan bahwa hubungan kalian sudah berakhir..” tegas jieun kepada raya yang sedang melangkahkan kakinya meninggalkan jieun dengan semua perkataan yang belum tentu kebenarnnya. Namun kali ini terlihat jelas perkataan jieun mampu membuat hati raya bagaikan tertusuk jarum, hingga terlihat air mata tergenang di kedua bola mata raya. raya pun menghentikan langkahnya dan diam tertunduk sesaat menahan air mata yang mungkin akan jatuh menetes di kedua pipinya itu.
“aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, aku tidak dapat berfikir jernih, apakah yang dikatakan jieun benar? apa yang harus aku lakukan, percaya atau tidak?” kembali raya berucap didalam hatinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum jelas kebenarannya itu.
akhirnya raya berlari meninggalkan jieun. Akan tetapi kemanapun kaki raya melangkah selalu saja ia mendengar orang-orang yang ada disekitarnya berkata seolah memang hubungannya dengan kimhyun oppa telah berakhir. Bahkan sampai ada yang berkata bodohnya dia yang melepaskan kimhyun oppa begitu saja hanya demi rasa penasaran belaka dan rasa tidak percaya terhadap perasaan kimhyun oppa.
“salah.. apakah aku salah? apa pernah ia mengungkapkan apa yang ada difikirannya, apa pernah ia membantah jika ia tidak setuju dengan keputusan ku? apa pernah ia menunjukan perasaanya kepada ku? apa pernah ia memperhatikan ku? pernah ia tidak bersikap dingin kepada ku? pernah ia berucap bahwa ia mencintaiku?! tidak.......” raya berlari dan bergumam dalam hatinya seraya menunjukan rasa kesal dan kecewanya terhadap kimhyun oppa.
raya berlari menuju atap sekolah tempat biasa dirinya dan kimhyun oppa bertemu. Ia menagis dan tak henti menatap HP nya tertulis jelas sebuah nama disana “kimhyun oppa” , “apa yang harus aku lakukan, menghubunginya dan meminta penjelasan darinya atau hanya terdiam dan menangis menunggu ia menghampiriku.” ujar nya dalam hati. Sepertinya ia begitu berharap dapat bertemu dan mendapat penjelasan dari kimhyun oppa atas apa yang telah jieun katakan.
ia menundukan kepalanya dan tak kuasa menahan air mata yang terjatuh, ya raya kembali menagis, kali ini bukan karena perkataan jieun kepadanya tetapi karena rasa takut yang luar biasa akan kehilangannya terhadap kimhyun oppa. Tiba-tiba datang seseorang yang memeluknya dengan erat, ia berfikir itu adalah kimhyun oppa, namun ia salah, pelukan itu ia dapatkan dari lee, sahabat terbaiknya, sosok yang selalu ada untuk nya, sosok yang ia lihat seperti kakak baginya, sosok yang ia lihat bagaikan seorang malaikat penjaganya.
lee adalah sosok lelaki yang selalu melindungi raya, dan selalu ada didekatnya. Tak perduli apa yang terjadi lee akan selalu ada disamping raya, lee pernah mengungkapkan isi hatinya kepada raya, namun raya hanya bisa menganggapnya sebagai seseorang yang tak lebih dari seorang sahabat. “lee...”
dengan hadirnya lee di samping raya, ia semakin tidak dapat mengontrol emosinya,ia pun menangis tersedu dalam pelukan lee.
“lee..apa aku salah? aku sangat mencintainya.. lee...” tanya raya kepada lee. “lepaskan dia raya.. lupakan dia..” suara lee mencoba meminta raya melupakan kimhyun oppa.
“lee, kenapa kamu sama seperti yang lainnya, berharap aku berpisah dengan kimhyun oppa.. aku benci sama kamu lee..” lalu ia melepaskan pelukannya dari lee dan memukulkan kedua tangannya ke tubuh lee, lee pun membentak raya karena sikapnya yang begitu rapuh..”
“tapi dia selalu menyakitimu, bersikap dingin bahkan ia tidak sedikitpun menunjukan perasaanya kepada mu.. sadar raya!!” bentak lee yang membuat raya semakin sedih, tanpa berfikir panjang raya pun pergi meninggalkan lee sendiri dan memutuskan berlari mencari kimhyun oppa berharap ia mendapatkan penjelasan darinya, namun saat ia hendak menuruni tangga, ia melihat sosok lelaki yang tak sing lagi untuknya.
“kimhyun oppa..” raya terkejut dan segera menghapus air mata yang jatuh membasahi kedua pipinya. kimhyun oppa mengulurkan tangannya dan memberikan sebuah saputangan berwarna putih untuk raya.
raya menagmbil saputangan itu dan menghapus air matanya, lalu ia memeluk erat kimhyun oppa. dalam pelukan kimhyun oppa raya pun bertanya dengan nada suara yang begitu kecil.
“oppa.. apa semua itu benar?” lama raya memeluknya dan menunggu jawaban darinya, namun ia tak sama sekali menjawab. Akhirnya raya pun melepaskan pelukannya dan terlihat kimhyun oppa yang hanya terdiam tanpa mengeluarkan sedikit kata pun kepada raya yang terlihat semakin gelisah seolah takut atas kebenaran ucapan jieun.
“oppa..?” kembali terdengar suara raya seolah meminta penjelasan dari kimhyun oppa.
“ ternyata benar kamu sudah tidak percaya lagi dengan ku.” ucap kimhyun oppa mencoba menjawab pertanyaan raya.
raya terdiam. lalu kembali kimhyun oppa berbicara kepadanya “ aku memilih kamu menjadi pacarku karena kamu bisa menerima ku apa adanya, melihat kekurangan ku, dan bukan karena semua kelebihan yang aku miliki, aku memang tidak mengerti bagaimana cara mengungkapkan perasaan ku, aku memang belum terbiasa dengan hadirmu karena memang sikapku yang dingin terhadap siapapun, aku memilih mu karena aku yakin kamu akan selalu mempercyaiku raya, tapi.. aku rasa aku salah..” raya menagis mendengar perkataan kimhyun oppa, ia menyesal.
“ gomawo raya.. jika memang aku tidak bisa membuatmu percaya kepadaku lagi, aku pun tak dapat memaksakannya.” jelas kimhyun oppa kepada raya dengan nada yang begitu kecewa, lalu ia mencium kening raya dan pergi meninggalkan raya sendiri tanpa menghiraukan perasaanya saat ini.
“terimaksih.. kenapa? apa dia memang sudah tidak mencintaiku lagi, atau dia memang tidak pernah mencintaiku? kenapa semua yang diharapkan jieun benar-benar terjadi? kenapa kimhyun oppa meninggalkanku? kenapa? apa karena kebodohanku yang mengajaknya melewati doldam street? apakah itu bukan sebuah takhayul? jadi apakah benar? satu hal yang aku tahu kini aku telah membuat kimhyun oppa benar-benar kecewa kepada ku, apakah aku akan kehilangan kimhyun oppa orang yang selama ini aku cintai hanya karena kebodohanku?...” semua itu terlintas difikiran raya begitu saja dan membuatnya semakin takut kehilangan kimyun oppa.
sepulang sekolah raya bergegas menuju kelas kimhyun oppa, menunggunya hingga ia keluar dari kelas dan menyelesaikan keslah fahaman ini. Rasa kecewa menghampirinya, tadinya ia sangat ingin menyelesaikan kesalah fahaman ini dengan kimhyun oppa, tapi apa yang terjadi, dirinya menemui kimhyun oppa bersama jieun, sepertinya mereka sangat dekat. terlihat jieun duduk sangat dekat dengan kimhyun oppa, mereka berbicara begitu dekat satu sama lain, tiba-tiba raya dikagetkan oleh suara seorang lelaki bernama shine, ia adalah teman sekelas kimhyun.
“kimhyun.. ada yang mencarimu.. sepertinya ada hal penting yang ingin ia sampaikan.. perlu bantuan ku raya??” ledek pria itu kepada raya, lalu kimhyun oppa pun melihat kearah depan pintu kelasnya.
“ aku.. tidak mencari kimhyun oppa, aku hanya ingin mengembalikan saputangan ini.. tolong kembalikan padanya..” ia mengeluarkan sebuah saputangan putih milik kimhyun oppa dan memberikannya kepada shine agar shine dapat menyerahkannya kepada kimhyun oppa.
karena ucapan raya yang seolah enggan menemuinya, ia pun kemudian kembali berbicara dengan jieun seolah tidak sama sekali memikirkan perasaan raya yang saat itu hendak menjelaskan yang sebenarnya terjadi.
“raya, apa kamu habis menagis? kamu tidak apa-apa? lalu apa semua itu benar? ada apa dengan kalian? kalian bertengakr? atau... ” belum selesai shine bertanya tentang keganjalan hubungan mereka, tiba-tiba kimhyun oppa menjawab,
“ kau tidak perlu mengkhawatirkannya karena ia telah memiliki seseorang yang selalu menjaga, dan memperhatikannya, bersikap hangat dan selalu bersedia memberikan pelukan untuk membuatnya tenang, lee akan selalu ada untuk raya, bahkan aku, mungkin bukan apa-apa dibanding dirinya..”
dengan tatapan kecewa raya melemparkan pandangannya kepada kimhyun oppa yang saat itu berbicara tanpa melihat keberadaanya. lalu ia pun berkata. “ aku tak tahu harus berbuat apa lagi untuk membuatmu percaya, lee hanya sahabat ku, dia hanya... “
“ hanya meluapkan perasaanya kepada mu.. hanya memberikan apa yang tidak pernah kau dapatkan dari ku..” kimhyun oppa berbicara melanjutkan perkataan raya yang belum sempat ia selesaikan.
“ lalu.. apa memutuskan hubungan sepihak itu benar? apa bersikap hangat dengan gadis lain sedangkan dengan pacarmu sendiri bersikap dingin apa itu benar? mengabaikan pacarmu sendiri padahal ia datang untuk bertemu dan memberikan penjelasan itu juga benar? tunjukan kepadaku apa yang menurut mu benar..!!” bentak raya kepada kimhyun oppa. “apakah perasan harus selalu diungkapkan? “ kimhyun oppa kembali bertanya.
“ iya.. apa pernah kau menolak jika apa yang ingin aku lakukan bersama mu bertentangan dengan keinginan mu, apa pernah kau berbicara jika kau tidak menyukai apa yang aku lakukan, apa kau pernah berucap sekali saja pada ku tentang perasaanmu.. tidak.. kau tidak pernah melakukannya, lalu bagaimana aku tahu apa yang kaurasakan?? “, kimhyun menjawab “pertanyaan mu sudah cukup menjelaskan seberapa besar kepercayaanmu kepada ku raya..”
“ kau tidak pernah dengan sungguh-sungguh mencintaiku kimhyun........” kemudian raya berlari meninggalkan kimhyun oppa yang tak sama sekali berusaha mengejarnya atau bahkan sekedar berucap maaf padanya.
3 hari berselang, hubungan mereka sudah berakhir, raya pun masih terdiam seolah tak menerima berakhirnya hubungan mereka, seluruh isi sekolah tergempar oleh berakhirnya hubungan mereka, bukan karena hadirnya pihak ketiga, karena kepercayaan mereka terhadap kutukan doldam street yang menhampiri hubungan cinta keduanya, bahkan raya terlihat begitu terpukul dan kehilangan semangatnya.
“ raya, makanlah, sudah 3 hari aku lihat kau tidak bersemangat, tak sedikitpun makan masuk kedalam perutmu, raya, makanlah, nanti kau akan jatuh sakit..” minam mencoba menasehatinya.
lee hanya dapat melihatnya, dia bahkan tidak dapat melakukan apa-apa. bagaimana ia dapat menjelaskan mengenai hubungannya dengan raya sedangkan kimhyun sendiri tidak ingin mendengarnya.
raya seolah tidak memperdulikan lee dan minam, ia kemudian beranjak dari kursinya dan pergi begtu saja tanpa menyentuh sedikitpun makanan yang minam berikan. sikap diam raya tak hanya lee dan minam yang merasakan, bahkan semua teman sekelas dan guru mereka pun merasakan hal yang sama. Selama dikelas raya hanya terdiam melamun seperti tidak memperhatikan pelajaran, berulang kali ia mendapat teguran tetap saja tak pernah ia tanggapi. Jam pun menunjukan waktunya pulang sekolah, raya bergeas merapikan isi tasnya dan beranjak begitu saja meninggalkan kelas.
“raya, tunggu aku..” minam berusaha mengejarnya, lalu lee menarik tangan minam, “jangan biarkan ia menyendiri, biarkan ia menenagkan fikirannya.” ujar lee kepada minam.
hari semakin gelap, raya melangkahkan kakinya tanpa tujuan yang pasti, ia tak perduli kemana langkah kakinya beranjak, bahkan ia sendiri tak menyadari bahwa hari semakin gelap dan musim dingin kali ini sedingin perasaan jonghyun oppa kepadanya, dingin yang mencekam hingga merasuk kedalam hatinya, membuatnya sakit dan tak berdaya.
langkahnya terhenti disebuah jalan, jalan yang menyebabkan hubungan mereka berkahir, jalan yang memberikan kutukan kepada hubungannya dengan kimhyun oppa, ya... doldam street kini ada dihadapnnya. Doldam street.. pernah ada yang bilang, dijalan ini jika sepasang kekasih melaluinya maka hubungan mereka akan berakhir begitu saja, namun jika dilewati pada jatuhnya salju pertama dimusim dingin dengan orang yang kita cintai maka cinta itu akan berakhir bahagia
Ia kembali menyusuri jalan itu, kali ini ia menyusurinya seorang diri, tapi dari kejauhan ia melihat sosok lelaki yang tak asing lagi baginya, sosok itu mirip sekali dengan kimhyun oppa, ia berfikir itu hanya lamunannya saja karena ia sangat merindukan kimhyun oppa karena ia tidak pernah bertemu lagi dengannya semenjak pertengkaran itu.
raya kemudian memegang erat kepalanya, seolah merasakan pusing yang luar biasa, ia hampir saja terjatuh, lalu sosok yang ia fikir hanya hayalan belaka menagkap tubuhnya yang hendak menyentuh jalan. Ia merasakan salju pertama dimusim dingin yang jatuh menyentuh mukanya memberikan rasa dingin dan hangat dari pelukan itu, lau kemudian ia tak sadarkan diri karena sudah 3 hari tak sedikitpun makanan masuk ketubuhnya.
Ketika ia sadarkan diri, ia melihat sosok lee dan minam dihadapannya. “bagaimana kalian biasa ada disini?dimana aku?” ia pun bertanya. “ kau pingsan naya, karena sudah 3 hari kau tidak mengisi perutmu dengan makanan, sehingga kau jatuh pingsan karena kekurangan energi.” ujar minam.
Dalam diamnya ia berfikir bahwa apakah kejadian semalam hanya khyalanku, apakah lee yang semalam memelukku dan membawaku kesini, apakah kimhyun oppa hanya khayalan ku. Tapi kehangatan itu aku harap ku dapatkan dari kimhyun oppa.
3 bulan berlalu, hari ini adalah hari kelulusan mereka termasuk kimhyun dan raya. Hari ini juga raya kembali kenegara asalnya Indonesia. Sejenak sebelum ia berangkat meninggalkan korea, ia putuskan menemui kimhyun oppa, karena ada hal yang hendak ia sampaikan.
Dari kejauhan ia melihat kimhyun oppa sedang dikerumuni begitu banyak gadis-gadis dari sekolahnya yang hendak meminta kacing kedua dari baju yang ia kenakan, ya itulah tradisi disekolah ini, karena siapa yang mendaptkan kancing kedua akan menjadi cinta sejati si pemilik kancing, aku berfikir tak ada harapan untukku. raya menghampirinya, dan berkata, “bisa kita bicara oppa..” kimhyun pun menghampirinya. “mian haeyo, oppa… gomawo… “ dia meminta maaf dan mengucapkan terimaksih, 1 kalimat yang penuh makna menjadi kalimat terakhir dari raya untuknya sebelum ia pergi meninggalkan korea.
kimhyun tak tahu bahwa itu kali terakhir mungkin ia dapat bertemu dengan raya, setelah pesawat raya beranjak pergi, pada pesta perpisahan sekolah lee mengatakan hal yang membuat kimhyun oppa terlihat begitu menyesal.
“kimhyun.. aku iri padamu, rasa cemburu nraya membuktikan betapa besar ia mencintaimu.. dan bukan rasa tak percaya yang ia tunjukan pada mu, tapi rasa cemburu dan takut kehilangan cintamu.. sampai akhir ia meninggalkan korea kembali ke Indonesia ia tetap menyimpan nama mu di hatinya..” kimhyun terkejut seraya tak percaya raya meninggalkannya, “cinta?cemburu? bodohnya aku..” dalam hati kimhyun menyadari kebodohan yang dibutakan oleh perasaanya sendiri. Ia menyesal.
“indonesia?raya?pergi? apa maksudmu lee?” tanya kimhyun oppa seraya tak percaya perkataan lee.
“aku fikir ia memberitahukannya pada mu, aku melihat raya menghampirimu tadi disekolah. aku lihat kalian berbicara.” jawab lee seolah menganggap bahwa raya telah memberikan salam perpisahan kepada kimyhun.
kimhyun terdiam dan terlihat jelas bahwa ia masih belum mengerti yang sebenarnya terjadi,
melihat kimhyun hanya terdiam lee merasa sangat bersalah,karena dirinyalah mungkin penyebab putusnya hubungan mereka, lee pun mencoba menjelaskan kesalahfhaman yang sempat menjadi pemicu putusnya hubungan mereka.
“tentang aku dan raya.. kami tidak memiliki hubungan apapun selain sebagai sahabat, aku memang menyukai raya dan berusaha selalu ada disisinya, tapi sungguh tak sekali pun aku mampu menggantikan posisimu dihati raya.. masalah kalian adalah sebuah salah faham,aku mencoba menjelaskan namun kau tidak pernah mendengarkanku. aku sempat tidak percaya kau memutuskan raya hanya sepihak, bahkn kau menyampaikannya melaui jieun, itu sangat menyakitkan hati raya, apakah kau menyadarinya?” jelas lee dengan nada sedikit kecewa atas sikap kimhyun yang begitu tidak perduli terhadap raya...
“putus?sepihak? tidak lee..sungguh aku tidak pernah berkata kepada siapapun tentang hubunganku dan raya, jieun?aku bahkan tidak pernah jalan bersama nya, kami hanya teman sekelas, bagaimana aku bisa berkata tentang hubunganku dan raya kepada jieun sedangkan aku tidak pernah berjalan dengan jieun,aku hanya sekali mengangkat telfon jieun dan itu karena tugas dari sekolah, aku bahkan mengankat telfon itu didepan raya.” jelas kimhyun kepada lee. sungguh tidak percaya bahwa jieun adalah penyebab raya bersikap begitu aneh kepadanya dan kimhyun pun kembali berkata,
“aku hanya tidak mengerti apa yang terjadi dan ada apa dengan raya, jieun memang berkata kepada ku bahwa raya tidak percaya kepadaku itu sebabnya raya mengajakku melewati doldam street, tanpa berfikir panjang aku menyalahkan raya. aku hanya kecawa terhadapnya yang tidak mempercayaiku.”ujar kimhyun kepada lee.
“ini..kejar dia.. pergilah kimhyun...” ujar lee memberikan secarik kertas bertuliskan alamat lengkap raya di Indonesia dan lee pun mendorong kimhyun untuk pergi.
“betapa bodohnya aku..” kembali kimhyun menyalahkan dirinya. “aku akan menyusul raya ke Indonesia, aku harap ia mau memaafkanku.” dengan nada tergesa ia pun berlari meninggalkan lee.
sepanjang perjalanan menuju bandara, kimhyun telah menyadari betapa bodohnya ia,betapa egoisnya ia, setibanya di bandara kimhyun pun bergegas mendapatkan penerbangan secepat mungkin untuk menyusul raya, Sesampainya di Indonesia berbekalkan secarik kertas dari lee yang bertuliskan alamat lengkap tempat tinggal raya ia pun pergi menuju rumah raya, belum sempat ia menjumpai rumah raya, kimhyun terkejut oleh sosok yang ia cari, raya..dari kejauhan ia melihat raya didalam keramaian. ia melihat sosok gadis yang ia sayangi, tanpa fikir panjang ia pun memanggilnya. “raya..” seraya menyambut raya pun menoleh dan melihatnya dari kejauhan. Seolah tak percaya raya terdiam melihat untuk memastikan dan benar saja mereka ditemukan disana di tengah keramaian sore itu kimhyun oppa berlari kearah tepat dimana raya berdiri, raya berdiri di seberang jalan dengan mata berkaca-kaca. kimhyun lalu menghampirinya dan tanpa berkata sepatah kata pun kimhyun memeluk erat tubuh raya di dalam keramaian. dalam pelukan kimhyun pun bekata “mian haeyo, raya..” Perasaan raya membuncah hingga tak bisa berkata-kata. kimhyun melepaskan pelukannya dan menatap mata raya yang berkaca-kaca seolah tak percaya kimhyun oppa ada tepat dihadapannya. dengan suara lantang kimhyun oppa pun berteriak “raya... sharang hye...” raya semakin terkejut dan tak bisa berkata apapun, semua mata tertuju kepada mereka, seolah tak menghiraukan orang disekitarnya kimhyun kembali berteriak.. “sharang hye raya..sharang hyeo... perduli apa dengan orang disekitarku, mereka juga tak mengerti apa yang aku katakan, ujar kimhyun dalam hatinya. raya kembali meneteskan airmatanya dan dengan nada bergetar raya pun menjawab Aku juga mencintaimu, Oppa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
thanks for comment... b^_^d