Jumat, 20 Mei 2011

"SESAL" BY : H.A _HILDA AKBARIAN

SESAL
“angel….” terdengar suara rain memanggil ku dari kejauhan, aku angel seorang mahasiswi, dan rain adalah pacar ku dari aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas. hari ini aku sengaja menghindari rain karena suatu hal yang membuat ku enggan bertemu dengannya.
“angel tunggu dong, kamu kenapa si?” Tanya rain ke pada ku dengan cepat ia mengejar dan menarik tangan ku.
“ angel jawab dong, kamu marah sama aku? kenapa sih kamu seolah menghindari aku..?” kembali pertanyaan rain membuat ku enggan menatapnya.
“gel, liat aku dong, aku lagi bicara sama kamu…” jelas nya pada ku.
“ apaan sih kamu..!!” bentakku.
“ aku gak suka yah kamu tariok-tarik tangan aku, sakit tahu…!!!” bentakku kembali.
“ maaf my little angel, aku hanya heran saja sama kamu, kenapa kamu aneh banget si hari ini.” jelas rain pada ku.
“ aneh? kamu tuh yang aneh!! aku lagi gak mood nih berantem sama kamu…” jelas ku.
” hei,,hei,,hei,,, apanya yang berantem??emang nya aku ngajak berantem kamu my little angel?“ ledek rain kepada ku.
” terserah deh apa yang kamu fikirin, yang jelas aku lagi males ngeliat kamu..!!” bentakku.
”ok.. jika itu memang mau kamu, aku pergi deh sekarang...” jawab nya dengan nada sedikit kecewa.
tanpa berfikir panjang kutarik tangan ku dari gengaman tangannya dan beranjak pergi meninggalkannya.
” gel, kamu beneran males sama aku?” teriak nya pada ku. lalu dengan mudahnya ku angkat tangan kanan ku dan kulambaikan seolah enggan berkata walau hanya mengucapkan good bye..
” gel...gel....” aku masih mendengar suara nya memanggil ku, tanpa menghiraukannya aku tetap melangkah pergi meninggalkannya.
kenapa aku menghindarinya, sebenarnya aku sendiri tidak ingin, berawal dari berita yang dipampang di sebuah papan pengumuman dikampus ku, disana aku melihat ada suatu pengumuman mengenai bea siswa ke cina bagi mereka yang beminat melanjutkan kuliahnya disana, aku teringat dengan rain, itu adalah hal yang didambakan olehnya yaitu mengikuti program beasiswa yang diberikan kampus kepada mereka-mereka yang memang berprestasi dikampus ku. aku mungkin tidak ingin menemuinya karena takut mendengar kabar darinya bahwa ia mengikuti tes beasiswa itu, dan aku takut ia akan lolos dan meninggalkan ku, egois memang tapi lebih baik aku menghindarinya dibanding aku mendengar sendiri dari mulutnya bahwa dia mengikuti program beasiswa itu.
dari awal ia mengutarakan impiannya mengenai beasiswa itu aku sudah takut akan kehilangnnya, bukan karena sesuatu hal aku takut kehilangannya tapi karena memang aku sangat menyayanginya, rain adalah pacar pertama ku dan ia satu-satunya lelaki yang dapat mengerti aku, dia sangat sopan dan menghargai aku sebagai pacarnya, bahkan ia tidak pernah sekali pun membentakku ataupun marah pada ku, selalu ia yang mengalah jika kami bertengkar, selain pacar ku ia bagaikan malaikat penjaga untuk ku, itu sebabnya ia selalu memanggil ku little angel.
dari kejauhan ku lihat andry sedang membaca buku di taman kamus, andry adalah kakak lelaki rain, ia hanya berbeda 2 tahun lebih tua dari rain, itu sebabnya ia sama-sama masih kuliah bersama kami hanya bedanya ia 2 tingkat lebih tinggi diatas ku dan rain.
”ka andry.. ” sapa ku pada lelaki berparas oriental itu, memang rain dan andri memiliki wajah yang oriental sama seperti ayahnya yang memang berkewarganegaraan cina, itu sebabnya rain sangat ingin melanjutkan kuliahnya disana selain karena bagusnya pendidikan yang ditawarkan disana ada faktor lain yang memang mendukung yaitu faktor tentang keluarga besar sang ayah yang memang berdomisili disana, dan itu sebabnya ia sangat menginginkan beasiswa tersebut karena akan memudahkannya selama melanjutkan kuliahnya disana.
kulihat ka andry menatapku dan tersenyum seolah menyambut kehadiran ku.
”kamu gel..” terlihat kembali senyuman manis dari bibirnya.
” ka, lagi sibuk nggak?“ tanya ku pada nya.
”gak juga, ada apa gel? pasti tentang rain yah?bea siswa itu?” pertanyaan yang membuat ku merasa terpojok, memang ka andry sangat memahami ku, ia selalu tahu jika ada sesuatau dengan diriku terutama menyangkut rain adiknya.
” sebenarnya ka, aku hanya merasa tidak rela ka melepas rain...” jelas ku, lalu ku lihat ia tersenyum dan berkata,
” itu yang aku suka dari kamu gel, kejujuran kamu,” kata-kata itu memiliki makna dalam bagiku, seolah kenpa aku tidak berkata jujur pada rain? aku sendiri merasa ada yang telah mengganjal dihati ku. sakit dikala aku membayangkan rain pergi meninggalkanku.
” ka, anggel hanya tidak ingin mengecewakan rain dengan permintaan angel yang memang pada dasarnya tidak ingin ditinggalkan oleh rain..angel hanya belum siap ka,angel terlalu sayang dengan rain..” jelasku.
”jika kamu bisa dengan jujur dan terbuka mengutarakan isi hati kamu dengan aku, kenapa kamu tidak berusaha mengutarakannya juga dengan rain?aku yakin gel, rain pasti merasakan hal yang sama seperti mu, hanya beda nya ia pasti memiliki alasan sendiri memutuskan akan meninggalkan kamu, dan bukan berarti dia akan pergi dan tak akan kembali kan gel..?jika kamu sayang dengan rain kenapa kamu tak membiarkan ia memilih jalan hidupnya sendiri, paling tidak berikan ia kepercayaan.” jawaban yang setidaknya sempurna untuk sebuah alasan aku melepaskan rain.
aku hanya dapat tertunduk dan tak bisa menyanggah omongan ka andry. lalu ku dengar rain memanggil ka andry.
” qeqe... ” dia terkejut setelah melihat ku ada disebelah ka andry, lalu kulihat ka andry berdiri dan berkata, ” rain, there is something you must explaint to her..” perintah itu keluar begitu saja dari mulutnya seolah memang ada sesuatu hal yang rain harus jelaskan dengan ku.
” hei, where are you going?” tanya rain pada ka andry.
” aku ada kelas, gel katakan apa yang ingin kamu katakan..” ka andry membuatku semakin gugup untuk berkata.
” gel, ada hal yang memang ingin aku sampaikan sama kamu..” tiba-tiba ku dengar rain memulai pembicaraan. aku hanya terdiam, aku bahkan tak tahu apa yang aku rasakan, aku merasa ingin sekali menutup kedua telingaku.
”gel, aku hari ini mengikuti tes beasiswa itu, seperti yang kamu ketahui aku memang sudah lama sekali menunggu kesempatan ini, bukan karena keluarga ku yang tinggal disana, tetapi karena memang ini cita-cita ku gel, aku..” belum sempat ia menyelesaikan penjelasannya aku berkata,
” aku sayang sama kamu rain, aku percaya sama kamu rain, aku akan selalu mencoba mendukung kamu..” jawab ku, dan tanpa sadar ku teteskan air mata ku.
” aku juga sayang sama kamu dan gak ingin menyakiti kamu gel, jika memang kamu tidak menyetujuinya aku akan mundur dari test itu..” perkataan yang membuatku semakin takut kehilangan dirinya.
aku menghapus air mata ku dan menjawab ” aku gak akan pernah melepaskan kamu sebelum kamu melepaskan aku, jadi walaupun kamu jauh dari aku, selama aku tetap orang yang kamu sayang aku akan menunggu rain...” lalu ku lihat dirinya berharap ia akan berkata bahwa ia tidak akan melepaskan ku.
”kamu akan selalu ada di hati ku..” jawab nya pada ku, jawaban yang membuat hati ku semakin takut kehilangan dirinya. kuputuskan untuk berdiri dan melangkah pergi meninggalkannya.
”gel..” ku dengar rain memangilku..
”pulang... aku ingin pulang...” jelasku.
”aku antar yah?” lalu ku jawab ”aku hanya ingin merasakan sehari saja tana kamu rain, tapi itu sulit, jadi aku mohon walaupun itu sulit aku ingin mengakhiri hari ini tanpa dirimu.” jelasku dan pergi meninggalkannya sendiri dibangku taman itu.
seminggu berlalu dari kejadian hari itu, hubungan ku dan rain sedikit merenggang, aku sudah tidak sesering dulu menghubungi nya dan aku sudah tidak selalu bersama dirinya, aku hanya mencoba perlahan melatih diriku untuk setidaknya bertahan tanpa dirinya.
”gel, kamu dah liat hasil pengumuman beasiswa ke cina itu belum?” tanya adis sahabat dekatku.
” aku hanya ingin mendengar langsung dari mulutnya dis..” jelasku.
adis hanya menatapku seolah dia ingin memberikan kabar yang sebenarnya tidak ingin ku dengar.
”gel, angkat telfon itu, mungkin saja itu dari dia..” aku sampai tak sadar HP ku berbunyi, dan kulihat nama my guardian angel terpampang disana.
”my little angel..”kudengar suara rain di ujung sana.
”aku tahu kamu tidak ingin mendengarnya tapi... aku juga ingin berbagi ini sama kamu gel, kamu orang pertama yang ingin aku kabari dan aku harap kamu mau mendengarnya..” jelas rain.
”aku senang jika itu membuat kamu bahagia rain,,” jelas ku.
”hufh..aku lega mendengarnya..aku fikir kamu gak ingin mendengarnya sayang..” rain berkata seolah aku akan membenci kabar itu dan tak ingin mendengarnya.
”aku lulus tes gel, aku diterima, aku akan segera mengurusnya dan aku bisa berangkat bulan depan..” jelasnya. aku terkejut dan meneteskan air mataku, satu hal yang aku benci adalah aku tidak dapat menahannya pergi, dan aku sendiri tidak ingin dia tahu bahwa aku menagis saat mendengar kabar ini.
” gel, kamu kok diam aja? aku tahu kamu kecewa.. maaf kan aku gel..“
” aku...seneng kok dengernya” dengan suara pelan aku berusaha meyakinkan dia.
”kamu dimana. aku nyari kamu tapi gak ketemu sama kamu, jadi aku putuskan ngabarin kamu lewat telfon, kamu gak marah kan?” tanya rain pada ku.
”gak kok, aku gak marah, hanya sedikit kurang enak badan..” jelas ku.
”kamu dimana?kamu sakit apa?”aku bawa kamu periksa yah?”
”kamu gak usah khawatir, aku sudah dirumah kok, aku gak mau kamu sibuk ngurusin aku sementara kamu lupakan hal yang lebih penting, aku gak apa-apa rain, sekarang kamu urusin aja urusan kamu yah, nanti aku hubungin kamu lagi yah, aku mau istirahat dulu..”jelas ku.kami terdiam dan rain  pun tak membalas penjelasan ku, lima menit berlalu, rain tak jua menutup telfonnya, aku pun tak hentinya meneteskan air mata ku. aku berusaha membuka mulut ku dan berkata,
” selamat ya rain,, aku sayang kamu,,” lalu ku putuskan telfonnya tanpa menunggu jawaban darinya.
sebulan berlalu, akhirnya hari yang ku takuti pun tiba, hari ini aku akan mengantar rain pergi dari sisi ku, ya.. hari ini adalah hari rain pergi ke cina untuk melanjutkan kuliah disana. aku dan ka andry mengantar nya pergi ke bandara, sepanjang perjalanan ke bandara aku hanya dapat terdiam. lalu ku dengar ka andry bertanya ke pada ku.
” gel, kamu gak apa-apa? dari tadi aku lihat kamu diam saja, kamu sedang tidak enak badan gel?”
”gak ka, aku gak apa-apa..” jawab ku, lalu kulihat rain tak sama sekali menghiraukan aku. aku semakin takut melepasnya, aku takut ia akan melupakan aku.
akhirnya kami pun tiba di bandara, aku merasa rain sama seperti ku, merasakan hal yang sangat menyakitkan, kenapa aku berfikir seperti itu karena memang rain terlihat sama seperti ku hanya terdiam dan tak mampu berkata apapun.
walaupun ini hari terakhir aku bersama dirinya, aku masih saja bersikap seolah jauh dari dirinya, aku tahu ia kecewa, namun aku hanya berusaha melatih diriku agar mampu bertahan. aku harap dia akan selalu mengingatku. akhirnya rain pun pergi meninggalkan aku, hanya satu sedikit kata yang aku ucapkan padanya, dan hanya itu yang sanggup aku ungkapkan karena banyak hal lain yang aku tak mampu ungkapkan.
” rain, aku harap kamu bisa menggapai impian kamu, dan aku harap kamu akan inget sama janji aku, aku gak akan melepaskan kamu sebelum kamu melepaskan aku.” kulihat rain tersenyum dan mendekat untuk mencium keningku lalu berkata ” aku sayang kamu..” dan itu kata-kata terakhir yang aku dengar darinya. akhirnya ia pun pergi.
benar saja yang aku takutkan, setahun berlalu dari perginya rain, 3 bulan pertama rain masih sering menghubungi ku, 5 bulan berjalan ia mulai jarang menghubungi ku, tadinya kufikir ia terlalu sibuk dan ku coba menerima nya. namun  8 bulan terkahir hingga sekarang rain sudah tidak pernah menghubungi ku lagi, semua keluarga besar rain yang ada disini kecuali ka andry mereka semua sekarang sudah tidak tinggal disini lagi, mereka pindah ke tempat dimana rain melanjutkan kulihnya, tempat dimana keluarga besar rain bersemayam, yups mereka pindak ke cina. ka andry masih melanjutkan kuliahnya yang hanya tingal beberapa bulan itu lagi dan ia pun akan menyusul kesana. aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, ku pernah bertanya dengan ka andry tentang kabar rain, ka andry hanya menjawab bahwa rain terlalu sibuk sehingga tidak pernah ada waktu untukku, jangan kan untuk ku, untuk keluarganya saja ia pun tak sempat walau hanya memberi kabar. sulit memang untuk percaya namun ku akui ka andry tidk pernah membohongi ku, memang kurasa ada sesuatu yang ia sembunyikan, namun aku putuska untuk tidak mencurigai nya. aku memang memiliki hobi menulis, ku tuangkan ceritaku dan rain dalam sebuah lomba menulis, ku ikuti lomba itu karena hadiahnya yang ku inginkan, bukan karena jumlah nominalnya yang kuharapkan tapi pemenang akan dikirim ke Cina selama 2 minggu untuk mengikuti pelajaran menulis disana, aku berharap keluar menjadi pemenang agar aku dapat bertemu dengan rain disana, paling tidak aku sudah mengantungi alamat rain disana melalui surat yang pernah ia kirim kepada ku. pengumumannya 2 bulan lagi. jika aku menang aku akan menemui nya disana, kebetulan ka andry jyga akan pindah ke Cina sekitar 2 bulan lagi.
” angel...” ku dengar suara ka andry memanggil ku yang sedang menulis sepucuk surat unruk rain, meski pun rain tak pernah ada waktu menghubungi ku tapi aku tetap selalu mencoba menghubunginya.
” iya ka....” aku menoleh ke arah belakang tepat di arah ka andry memanggil ku.
”ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada mu gel..” jantung ku berdebar kencang, aku takut sesuatu yang buruk menimpa rain karena nada bicara ka andry begitu serius.
”ada apa ka?tentang rain ya ka?rain kenapa ka?rain...”belum sempat ku habiskan perkataan ku ka andry lalu memotong perkataan ku.
” gel, aku tahu kamu khawatir dengan rain, tapi aku harap kamu bisa menerima kenyataan gel, aku hari ini hanya ingin menyampaikan salam perpisahan, sore ini aku akan berangkat ke China, aku harap kamu bisa jaga diri kamu baik-baik gel..” aku terkejut bukan karena ka andry akan meninggalkan ku tapi karena ka andry berkata bahwa aku harus menerima keadaan..keadaan apa?keadaan rain meninggal kan ku?
”maaf  ka, gel gak ngerti maksud ka yang bilang gel harus bisa menerima kenyataan, kenyataan apa ka?tentang rain yang sudah tak menghubungi ku lagi?aku gak peduli ka, sebelum rain berkata pada ku bahwa ia akan meninggalkan aku dan meminta ku tidak menunggunya aku tidak akan melepaskan rain ka!” jelasku dengan nada bicara yang sedikit tinggi.
”aku hanya gak ingin melihat kamu terluka gel..aku...” belum sempat ka andry menyelesaikan perkataannya aku menjawab,
”aku gak percaya ka bisa bilang seperti itu pada ku, aku gak ngerti kesalahan apa yang udah aku perbuat sama kakak, tapi maaf ka, aku gak akan melepaskan rain sebelum rain melepaskan aku.” lalu ku tinggalkan ka andry yang tersu memanggil nama ku.
”gel..gel..angel.....dengerin aku dulu...gel......” ku dengar ka andry memanggil ku, namun ku putuskan tetap pergi menjauh darinya dan ku tutup kedua telingaku berharap tak pernah mendengar suara ka andry.
2 bulan berlalu, hari ini adalah hari pengumuman cerpen yang aku buat. alangkah terkejutnya aku, ternyata aku masuk kedalam nominasi dan yang lebih membuat ku tak percaya aku masuk lima besar dan aku pun memenangkan hadiah itu, aku akan menyusul rain ke China. minggu depan aku akan menemui mu rain.
tiba juga saat aku menemui rain. selama perjalanan ku dipesawat tak hentinya aku menangis dan memikirkan rain, hati ku tak menentu entah apa yang kurasakan, kesal, marah bahkan benci namun aku merindukannya, itu sebabnya mengapa aku meneteskan air mata ini. akhirnya tiba juga aku di tempat tujuan, jantung ku semakin berdegup kencang seolah tak percaya aku berada di tempat yang sama dengannya.
ku dengar suara ka fitri salah seorang pengurus kami disini dan salah satu pnyelenggara lomba dari penerbit yang membuat lomba ini sedang memberikan pengarahan, ternyata kami memiliki waktu 3 hari unutk bersenang-senang, lalu ku lihat secarik kertas ditangan ku karena disitulah tertulis jelas alamat rain dan aku berharap dapat menemui nya.selama perjalanan ke hotel kulihat jalan sekitar semua bertuliskan mandarin, aku tidak mengerti arti tulisan itu namun kulihat jelas tertulis nama kampus tempat rain melanjutkan kuliah nya, alangkah kencang jantung ini berdegup seolah merasakan rain berada sangat dekat dengan ku. aku teringat rumahnya terletak tidak terlalu jauh dari kampus tempat ia kuliah sekarang ini, ku lihat sekeliling dan ku harap dapat melihat dirinya. namun aku tidak dapat melihat dirinya. aku tertunduk dan kembali meneteskan air mata ku. ku dengar suara ara salah seorang penulis yang juga memengakan hadiah ini, dia adalah teman seperjuangan ku.
” gel, kenpa kamu menagis?” tanya ara pada ku.
”ada seseorang yang hendak aku temui ra, namun aku tidak tahu dimana ia sekarang, yang aku tahu ia kulih disana,” ku tunjuk kampus besar yang kami leawati.
”boleh aku tahu dia siapa?apa kamu tahu alamat lengkapnya?nanti aku temani yah..kamu mau?”
mendengar perkataan ara aku merasa sangat senang.
”thanks ya ra, iya aku mau.... oh iya nama nya rain, dia kuliah dan tinggal disini, ini alamatnya.”ku berikan selembar kertas yang bertuliskan alamat rain.kulihat ara tersenyum dan berkata, “ini dekat dengan rumh sepupu ku, nanti kita kesana yah.” alangkah terkejutnya aku dan sangat merasa bersyukur karena ada ara disamping ku.
“kamu punya sepupu ra disini?akhirnya aku bisa bertemu dengannya, sudah lebih dari setahun aku tidak bertemu dengannya, dia adalah pacarku sejak SMA, tapi dia pergi melanjutkan kuliahnya disini, karena kebetulan ia mendapat beasiswa disini dan keuarga besarnya semua tingal disini.”jelasku pada ara. ara tersenyum dan berkata “sepupuku bernama lee, dia pasti kenal dengan rain, nanti akan kuhubungi dia, mungkin ia dapat menemukan mu kembali dengan rain..”lalu ku peluk ara dan berkata..”ara...kamu baik banget, thanks ya ra...”
akhirnya tiba juga kami di hotel yang kami singgahi, aku dan ara berada disatu kamar, dankami pun saling bercengkrama 1 sama lain. 10 sudah kami mendapatkan pembelajaran mengenai menulis, tiba saat kebebasan kami berjalan jalan mengelilingi negeri bamboo ini. tak lagi kami menunda aku dan ara pun menunggu ka lee menjemput kami di hotel, aku akan ikut dengan ara menjumpai keluarganya yang tinggal disini.
“ra, aku kan gak bisa bahasa mandarin, nanti aku gak ngerti lagi apa yang dibicarakan keluarga kamu,hehehehehehe.. “ ara pun tertawa mendengar perkataan ku.
“tenag gel, mereka pernah tinggal di Indonesia, jadi mereka pun juga bisa berbahasa Indonesia, lalu aku tersenyum. kulihat ara melambaikan tangan kepada sosok putih tinggi berwajahkan oriental di seberang sana.
“itu dia lee,,,, tampan kan?”aku tersenyum dan menjawab,
”masih tampanan pacar ku ra...hehehehe..” aku meledek ara dengan candaan ku.
”ah kamu bisa saja gel, oh iya lee bilang dia kenal dengan rain, tapi aku gak bilang kalau kamu pacarnya rain,karena pasti lee engan mencarikan, aku bilang kamu saudara nya rain jadi kamu bisa bertemu dengan rain.”
”kenapa enggan mencarikan? kan aku pacarnya jadi wajar aku mencarinya.” jelas ku.
”bukan begitu, maksud aku, jika kamu aku bilang saudara rain lee akan dengan mudah mencari informasi, karena difikir nya kamu rindu dengan keluarga mu, jadi tak perlu berfikir lagi ia membantu mencarikan tempat tinggal rain, kan yang penting sudah ketemu, hiihihihihi..”ledek ara pada ku.
”ok deh,,thanks ya ra,,,”
“hi ara.. long time no see… you look more beautifull..” ku dengar lee berkata kepada ara yang memang udah lama tidak bertemu dengannya.
“lee kenalin ini angel, saudaranya rain..” balas ara pada lee.
“hai.. nice to meet you..” balasanya.lalu aku tersentyum dan menyebutkan nama ku “angel..” lalu ia membalas “lee..” kami pun pergi meninggalka hotel dan berkunjung ke rumah lee.
”gel, kamu benar saudara nya rain?” tanya lee pada ku.
”kenapa lee?”tanya ku balik padanya.
”rain itu teman sekampus aku, rumahnya beda beberapa blok dari rumah ku. apa dia tahu kamu hendak berkunjung?” aku kaget mendengar mereka teman satu kampus, lalu ku jawab.
”tidak, rain tidak tahu aku datang kesini, aku hanya merindukannya...” jawabku dengan nada pelan dan wajah tertunduk.
”aku tahu ra, kamu berbohong, aku kenal angel jauh sebelum kamu kenal sama dia, rain pernah bercerita tentang kamu gel..rain teman dekat ku.” jawab lee.
”aku gak bermaksud lee..aku Cuma ingin membantu angel, habisnya rain tidak pernah menghubungi nya lagi, kan aku kasian, aku juga wanita,aku ngerti perasaan angel.” jelas ara.
”makasih ra,kamu sudah mengkhawatirkan aku..tapi ini juga mungkin salah aku ra..”jawab ku
”kamu tenang gel, rain gak tahu kalau kamu sekarang disni, aku hanya ingin memastikan bahwa kamu rain’s little angel..dan ternyata benar..” lalu lee tersenyum.
”lee, apakah rain benar-benar sesibuk itu.. hingga dia tidak pernah menghubungiku?” lee hanya terdiam dan tertunduk.
“lee jawab aku...”pinta ku pada lee.
”lebih baik kamu tahu sendiri gel, aku gak bisa menjelaskannya sama kamu.” jelas lee pada ku.
akhirnya tiba juga kami di rumah lee, kembali jantungku berdegup kencang.aku melihat kesekitar kuhitung setiap rumah dari rumah lee, tepat 4 blok dari rumahnya berdiri kokoh rumah dengan pagar putih besar di seberang sana.apakah itu rumah rain, dalam hati ku bertanya.
”pagar putih besar di seberang itu adalah rumah rumah rain...” aku memegang erat dadaku merasakan debaran jantung yang begitu hebat sampai aku meneteskan air mata ku tatkala ku dengar lee membenarkan itu lah rumah rain. rumahnya sudah didepan mata ku, jantung ku pun berdegup sangat kencang, tapi aku tak tahu apa yang harus kulakukan, ingin sekali aku melangkah kesana dan memanggil rain bertemu dan memeluknya, ku beranikan diriku melangkah kesebrang dan melihat rumah nya dari dekat, sungguh tak percaya setelah sekian lama aku menunggu akhirnya rain sudah tepat ada didipan mataku, ya aku berharap dia melihat ku. lee menarik ku menuju ke gerbang depan rumah rain, disana ku lihat jelas nama keluarga besar rain terpampang dengan no rumah 40, aku tak kuasa menahan air mata ku, lalu kulihat lee menekan tombol putih didepan pagar rumah rain, tak berselang lama seorang wanita cantik berwajah indo itu membuka pintu gerbang rain,
”lee... ”wanita itu memanggil lee dan ia melihat gandengan tangan lee yang mengenggam erat tangan ku lalu ia melihat ku dari atas kepala ku hingga ujung kaki ku.
”ta shi sheiya?” tanya gadis itu dengan bahasa mandarin yang ku tak mengerti.
”ta shi... angel.. ta pu zhe tao ni suo shen ma.. english please..”jelas lee pada wanita itu. lalu gadis itu tersenyum dan berkata..
”hi... i’m vea, who are you? are you lee girlfriends?nice to meet you…” sapa gadis itu kepada ku yang ternyata bernama vea.
“no.. she is my friends,” jawab ara.
“ara… I miss u so much..how are you?oh,,, so she is your friend ara?” ternyata vea adalah teman ara sewaktu ara tinggal disini, ternyata ara pernah tinggal dirumah lee selama beberapa tahun sebelum pindah ke Indonesia.
ara pun tersenyum dan memeluk vea dengan erat. “ come in...” vea mengajak kami masuk, aku melihat sekeliling rumah rain, dan kembali berdegup kencang dada ku ini.
“gel, vea itu adik sepupu rain, dia memang tinggal disini..” aku baru tahu bahwa rain memiliki sepupu yang begitu cantik. ku lihat sosok pria yang tak asing bagi ku, namun ia terduduk diatas kursi roda dan sedang menatap langit, betapa terkejutnya aku saat aku tahu itu adalah rain. sesaat aku tak percaya sampai ku lihat ka andry menghampirinya dan mendorong kursi roda itu lalu ku dengar vea memanggil nya, “rain qeqe, lee laile....” lalu ara berbisik dan berkata dia memanggil rain dan bilang bahwa lee ada disini.
lalu ku lihat rain menatap tajam kearah ku dan ku lihat ka andry juga menatap ku.
“angel...” seolah tak percaya aku berada dirumah mereka. ku hampiri rain dengan rasa tak percaya,
“angel,,”kembali ka andry memanggil ku. kulihat rain tertunduk dan tak berkata apapun. ku hampiri ia dan kutundukan badan ku hingga sejajar dengannya, ku lihat wajahnya dan aku pun tak kuasa menahan air mata ku. ku tatap ka andry ia hanya tertunduk ku putuskan pergi dan berlari sejauh yang aku bisa, lalu ku dengar ka andry memanggil ku..
“gel,,tunggu...”lalu ka andry mengejarku dan menarik tangan ku.
“itu rain gel, sosok yang kamu rindukan,sosok penjaga hati kamu gel, sosok yang ingin melepasmu tapi ia tak sanggup mengatakannya.sosok yang tak ingin kau kecewa dan pergi seperti ini ketika kau tahu bahwa ia cacat dan bukan lagi rain yang dulu kau kenal. aku menagis tak dapat mempercayainya, lalu ka andry pun memelukku. 6 bulan lalu rain mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia harus kehilangan penglihatannya dan membuat dia harus berada disana,diatas kursi roda itu. aku tak sanggup mengatakannya kepada mu gel, rain sangat menyayangi mu, dia tak mau menjadi beban bagi mu, dan ia juga tersiksa karena merindukanmu,berusaha melupakanmu dan berusaha membuatmu meninggalkannya.” jelas ka andry pada ku.
“kecelakan?buta?cacat?” aku bertanya seolah tak dapat menerimanya.
“iya gel, saat itu ia hendak kembali ke Indonesia karena memang memasuki liburan panjang, dan ingin memberimu kejutan di hari ulang tahun mu,namun saat perjalanan menuju bandara ia mengalami kecelakaan, semenjak saat itu ia kehilangan penglihatannya dan tidak lagi bisa berjalan sehingga menjadi seperti sekarang. itu sebabnya ia tak pernah membalas surat mu, ia tak pernah mengangkat tlf mu bahkan menghubungimu melalui dunia maya, karena bagaimana ia melakukan itu semua tanpa matanya?gel, dia sejujurnya tak ingin melepaskanmu, tapi ia juga tak ingin melihat mu tersiksa dengan keadan dia yang sekarang, menyesal aku mengatakannya sekarang jika kamu membencinya.” jelas ka andry.
aku tak tahu apa yang harus kulakukan, lelaki itu demi aku menjadi seperti ini, lelaki itu demi cintanya pada ku rela melepaskanku, dan lelaki itu dengan segala kerendahan hatinya masih tetap setia menyayangi dan mencintai ku, sementara aku dengan keegoisanku hanya mengharapkan ia kembali tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi.
ku putuskan menghampirinya kembali dan memeluknya dengan erat dan berbisik..
”aku dengan ketulusan hati ku masih dan akan tetap mencintaimu apa adanya, dan aku dengan segala keterbatasan ku akan menjaga mu seperti kau menjaga ku karena aku adalah yours little angel.. rain maafkan aku. aku menyesal karena egois akan hadir mu”
lalu rain menyambut pelukanku dan berkata.. ”thanks my little angel...”

BIODATA PENULIS  :
NAMA  LENGKAP                       : Hilda akbarian
NAMA PENA                              : Ida
E-MAIL                                      : chubby.zhieda@gmail.com
BLOG/SITUS                              : ndhachubby.blogspot.com                                                                                                    http://www.facebook.com/dha n’dha zhieda ida

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for comment... b^_^d

chat with me... d^0^b

Mengenai Saya

Foto saya
JAKARTA, JAKARTA SELATAN, Indonesia
aku adalah seseorang yang cinta sekali dengan menulis, walapun pemula menulis bagi ku adalah cara mengekspresikan diri ku kepda orang lain, karena dengan menulis banyak hal yang akan kita berikan kepada orang lain yang membacanya terutama tulisan yang dapat memberikan manfaat bagi semua pembacanya...