sebut saja aku “I”, aku seorang wanita berusia 21 tahun,, aku tidak seperti gadis biasa pada umumnya ada satu hal yang membuat ku berbeda dengan mereka, ada satu kekurangan ku yang tidak mereka miliki, ya.. aku gadis yang memiliki indra ke enam, begitu paling tidak yang mereka katakan tentang aku, dalam kehidupan ku sehari-hari untuk merasakan apalagi melihat mahluk ghoib atau yang biasa kita sebut hantu adalah hal yang sudah biasa aku hadapi, awal aku tahu kekurangan ku ini saat aku berusia 8 tahun yah itu saat aku masih duduk dibangku sekolah dasar,, bagi ku hal itu sangat menakutkan, pertama kali saat aku mengaji di tempat pengajian didekat rumahku, disanalah pertama kali aku bertemu sosok yang cukup menyeramkan semua berwarna putih tanpa ada sedikitpun kejelasan dari wajah mahluk itu, saat itu aku hanya dapat tertunduk dan merasakan sekujur tubuh ku yang tiba-tiba berubah menjadi dingin dan seluruh bulu kuduk ku berdiri. awalnya aku berfikir bahwa aku hanya sedikit mengantuk karena memang saat itu menunjukan pukul 8, seharusnya anak seusia ku pada jam itu sudah tertidur lelap., namun aku salah , semakin aku beranikan diri untuk melihat, semakin jelas aku melihatnya.
aku putuskan untuk tidak menceritakan hal ini ke pada orang tua ku, awalnya setiap kali aku melihat sosok gahib, mahluk itu tidak pernah menyadari bahwa aku melihat mereka namun semua berubah saat aku mulai masuk kebangku SMA. benar kata mereka yang bilang bahwa disekolah itu banyak hantunya… bukan maksud ku menakuti, tetapi memang seperti itu kenyataan nya. saat aku mengikuti salah satu acara pelantikan disekolah ku itu, aku diwajibkan untuk menginap beberapa hari disana, awalnya aku sangat tidak nyaman akan tetapi aku harus berusaha membiasakan diriku denga hal seperti itu. malam pertama kami menginap, dan karena pelantikan ini ditujukan unutuk kami adik kelas yang baru masuk disekolah, seperti biasa kakak kelas kita sudah merencanakan rencana yang amat sangat buruk. yah kami harus mengikuti jurig malam jam 24:00 malam ini,,, jurig malam sama seperti uji nyali, disini kami dibawa kesebuah pemakaman ternama yang ada diwilayah Jakarta, aku rasa aku tidak perlu menyebutkannya. disana kami dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok berisikan 3 orang, aku dapat kelompok yang berisikan 2 orang pria dan aku wanita sendiri didalam kelompok. setiap kelompok hanya boleh membawa satu lilin dan yang membawa lilin harus siap berdiri di tengah-tengah orang pertama dan kedua, tidak tahu tujuannya apa yang pasti kami harus sampai tempat tujuan dengan ketentuan lilin kami tidak boleh padam. akhirnya dimulailah wisata menyeramkan itu. sebut saja nama temanku adalah dika dan ari. dika berada didepan ku dan ari berdiri dibelakang ku. sebelum kami berangkat untuk masuk kemakam itu ada seorang kakak kelasku sebut saja namanya ade.dia berkata kepada ku..” de kamu liat juga yah?cantik ga de?” aku terkejut dan menoleh sambil menatapnya dengan tatapan heran dan aku menjawab “ cantik ka? apanya yang cantik?” lalu dia hanya tersenyum dan bicara kepada ku “ kamu jangan melamun yah nanti saat kamu masuk kedalam.” aku mulai berfikir dan kedua teman ku hanya menatap ku, karena memang kami baru saja kenal ditempat ini karena adanya acara ini. aku tersadar bahwa wanita yang dimaksud kaka tadi adalah sosok wanita berambut panjang sampai menyentuh tanah dan berdiri diatas papan nisan bertulias kan “ariyani” disini aku samarkan nama tersebut, akan tetapi tidak seperti yang dikatakan ka ade, wanita itu tidak terlihat cantik sama sekali, karena memang benar adanya dia bahkan tidak memiliki wajah, semua rata berbayang. aku terkejut dan menundukan kepala ku. saat kami masuk dan menaiki anak tangga yang ada dimakam kami mulai menyalahkan lilin yang aku pegang. sumpah… aku mulai merasa tidak nyaman, apa lagi saat kami melewati papan nisan dimana sosok wanita tadi berdiri,disana ia masih berdiri mentap kami. ini pertama kalinya aku melihat makhluk ghaib berbalik menatap ku…
Memang tidak ada mata diwajahnya tapi aku merasa dia sedang mengawasi kami.. benar saja saat kami lewat disana lilin yang aku pegang kemudian padam. aku bingung apa yang harus aku lakukan, bersyukur teman ku ari membawa korek dalam sakunya, tidak aneh memang jika seorang pria selalu membawa korek didalam sakunya. lalu ari mencoba menyalahkan lilin itu kembali. selalu saja mati seolah ditiup sangat kencang, akhirnya aku putuskan unuk menyalahkannya kembali dan kali ini setelah berulang kali dinyalahkan akhirnya lilin itu menyalah kembali.. kami pun melanjutkan perjalannan, aku mencari sosok wanita itu tetapi sudah tidak ada. aku pun merasa lega dan kami akhirnya tiba di persimpangan disini terdapat dua jalan dan kami tidak tahu kearah mana kami harus berbelok karena jarak perkelompok berselang 10 menit dan aku tidak dapat menemukan kelompok lain yang ada didepan kami, akhirnya salah satu teman ku ingat bahwa kita disuruh mendengarkan suara bunyi burung hantu jika arahnya dikiri maka kami belok kearah kiri tetapi bunyinya kearah kanan maka kami belok kearah kanan, suasana makin gelap dan sepi, hal yang aku takutkan ternyata benar terjadi,,kami tersesat karena salah mengambil jalan. diantara kami tidak ada yang membawa hp karena memang tidak diperbolehkan dan akhirnya kami memutuskan kembali kejalan tadi. dan kami pun kembali setelah menelusuri jalan yang benar kami melihat sekelompok orang yang sudah berkumpul,ternyata kami tersesat hampir satu jam, benar saja ternyata kami hanya berputar-putar dan lilin ditangan ku pun hanya tinggal beberapa cm. Salah seorang senior ku menghampiri ku dan berkata “ kamu kemana aja de? kenapa bisa tersesat?” lalu akau menjawab kami mendengar suara burung hantu dan kami mengikutinya ka,” ujar ku. “ kan sudah saya bilang de, kamu jangan mengikuti suara burung hantu dan kamu ikuti tanda panah yang kita buat disetiap pohon yang ada di belokan setiap gang. kami saling menatap dan serentak berbicara” gak ada ka,gak ada pohon,,” ujar kami bertiga. tiba-tiba seorang guru menghampiri kami.” sudah-sudah mari kita mulai renungannya” ujar guru itu. akhirnya kami melakukan renungan malam didalam makam.. disana salah seorang guru malah membacakan do’a dan kita melakukan dzikir bersama. pada saat itulah susana memuncak menjadi sangat menyeramkam. awalnya aku melihat sosok tanpa kepala berdiri menghadap kearah kami, dan tidak ku sangka seorang dari kami berteriak dan mulailah terjadi kesurupan lalu semua merembet ke sebelahya dan sebelahnya sampai akhirnya ada sekitar 30 teman ku mengalami kesurupan dan semua panitia beserta 2 orang guru yang ikut dalam pelantikan ini membubarkan dan mengamankan kami. belum sempat kami turun ke bawah salah seorang guru ku mengalami hal serupa dan mengamuk hingga tidak ada satupun yang mampu menahannya karena memang tenaga nya yang sangat kuat. aku merasa sangat ketakutan dan guruku yang lain memelukku dengan erat karena guruku yang kesurupan itu selalu menunjukku. aku semakin takut lalu aku tidak sadarkan diri, ternyata saat aku tersadar kami semua sudah berada di dalam ruangan kelas dan semua guru yang hadir sedang bersama-sama membacakan ayat-ayat al-qur’an. aku pun merasa sangat lemas, lalu aku memutuskan untuk berdiri dan beranjak ketoilet, entah mengapa tidak ada yang menayadari aku pergi ketoilet dan aku sendiri heran kenapa aku pergi sendiri, sitibanya ditoilet aku bertemu sosok wanita tanpa kepala, aku tidak dapat bergerak dan hanya dapat menangis, aku lalu kembali tidak sadarkan diri, saat tersadar aku sudah berada di dalam ruangan kantor guru, dan semua guru yang hadir sekitar 7 orang mengelilingi ku dan berkata “ kamu tidak apa-apa nak?kalau begitu sekarang kamu minum air putih ini nak” saya lalu meminumnya dan entah mengapa setiap kali aku memandang aku selalu saja melihat sosok wanita tanpa kepala itu, lalu aku pun menangis histeris,, dan salah seorang guru memelukku dan membacakan ayat kursi ditelingaku, perlahan aku pejamkan mata dan berusaha untuk tenang, namun walaupun aku memejamkan mata aku dapat melihat dengan jelas bahkan aku merasa aku berada di makam tadi dan berdiri disebuah makam bertuliskan “ariyani” .
Lalu aku menangis tanpa henti samapi skujur tubuhku begitu terasa lemas. aku tidak tahu lagi apa yang terjadi. akhirnya belum ada 3 hari pelantikan pun dibubarkan, dan saat aku dijemput sampai dirumahpun aku masih sering mengalami kesurupan, ternyata makhluk yang aku lihat itu memang sering terlihat di wilayah pemakaman tersebut dan makhluk itu tidak ingin tempatnya diganggu apa lagi dibuat main-main, hal itu aku ketahui dari kiayi yang membantu ku saat aku kerasukan. akhirnya Susana sekolah menjadi tegang selama berminggu-minggu dan hal tersebut menjadi topik utama disekolah ku. satu tahun berlalu karena kejadian tersebut sekolah kami yang biasanya melakukan jurig malam di makam tersebut tidak pernah lagi melakukan hal serupa kembali. aku pun merasa lega dibuatnya. bagi ku kita semua memiliki dunia nya masing-masing dengan kita menghampiri tempat mereka dan melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan itu sudah mengganggu mereka dan kita tidak seharusnya menganggu jika tidak ingin diganggu. Aku sendiri sampai detik ini sudah banyak sekali pengalaman yang sepertinya tidak masuk akal dialamai oleh ku, namun satu hal yang aku tahu kekurang yang aku miliki bukanlah keinginan ku tetapi ini adalah anugrah yang harus aku terima, tidak hanya melihat tetapi aku dapat membaca sifat dan masa depan jika ALLAH SWT mengkehendaki. insayallah aku akan selalu ada dijalan ALLAH SWT. amin…. demkianlah kisah ini nyata adanya. aku “ I “ sampai saat ini selalu berusaha untuk menjadi gadis normal seperti gadis biasanya.
by: Hilda Akbarian(me) ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
thanks for comment... b^_^d